Cherreads

Chapter 24 - Bab 24

Slash! Slash! Slash!

Bang! Bang! Bang!

Suara tebasan, pukulan, dan tendangan terus terdengar dari pusat arena. Baik Ives dan lawannya tidak mau menyerah, dan Ives kaget bahwa lawannya jauh lebih lincah dari yang dia duga.

Dari banyak tebasan yang dia luncurkan, hanya beberapa yang terhubung. Tapi, tidak hanya mengandalkan senjata, dia juga mengandalkan kaki dan tangannya! Hal ini membuatnya sedikit lebih unggul dari lawan yang hanya mengandalkan seni bela diri yang fokus pada gerakan tinju.

Ketika saat-saat yang ditunggu-tunggu datang, dia langsung menebas tangan pria yang siap meninjunya itu. Slash! Ding! Suara tebasan yang diikuti oleh suara benturan benda keras terdengar.

Spurt!

Ives berhasil menebas tangan lawan tepat di tengah-tengah buku-buku jarinya. Pedangnya menembus sampai hampir ke siku lengannya! Menariknya kembali, darah lawan langsung bercucuruan ke lantai arena.

"Ghh..." Pria itu memegangi tangannya sambil menahan erangan kesakitan. Keningnya telah berkeringat akibat rasa sakit ini. Tapi, rasa sakit ini tidak akan menghentikannya!

Mengatupkan giginya. Pria itu maju dengan kecepatan yang lebih kencang. Tangannya yang tidak terluka telah terangkat tinggi, siap untuk memalu lawan!

Lawan yang telah terluka lebih cenderung membuat kesalahan, dan Ives mampu melihat bukaan besar dari lawannya. Melakukan gerakan menyapu, dia menjegal kaki lawan sampai dia terjungkal ke depan.

Ketika lawan tersungkur di lantai, dia loncat lalu menghantamkan kedua kakinya tepat ke kapala lawan, dan Boom!, suara benturan keras terjadi saat wajah pria itu menembus lantai arena sedalam beberapa senti.

Setelah mengejang sedikit, pria itu akhirnya berhenti bergerak, dia pingsan akibat rasa sakit luar biasa yang dia rasakan.

"Pertandingan selesai!"

Ketika suara pengumuman kemenangannya di lantunkan, Ives langsung jatuh ke pantatnya sambil terengah-engah. Bajunya telah dibasahi oleh keringat, selain lelah, dia juga merasa pusing akibat racun lawan.

Jujur saja, selama pertandingan barusan, matanya seakan-akan melihat efek kaca pecah. Tidak perduli kemana dia memandang, 'halusinasi' itu tidak bisa hilang, dan semakin lama dia berdiri, semakin lebar efek kaca pecah itu, dan rasa pusingnya juga semakin menguat!

Dia senang pertandingan ini telah usai, tapi sekarang dia memiliki masalah utama yang perlu di atasi, yaitu racun. Lengan dan kakinya penuh dengan luka lebam berwarna ungu-kehitaman akibat serangan tinju racun lawan, pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana dia bisa menghilangkan racun-racun ini? Jika tidak segera dirawat, dia akan berakhir mati.

Berdiri, dia berjalan keluar arena dengan langkah tertati-tati, dia juga mengandalkan pedangnya sebagai tongkat pembantu.

"Mari kubantu."

"Kamu? Mengapa?"

"Jangan sungkan."

"Terima kasih."

Melihat pria dengan alis dan kumis aneh itu datang membantunya, Ives berterima kasih dengan tulus.

Setelah membantu membaringkan punggungnya di dinding, pria itu langsung mengecek bagian-bagian yang telah terkena racun. Dengan lihai, dia melakukan serangkaian gerakan pengobatan, dan dalam waktu lima belas menit, hampir semua racun yang berpotensi mengancam nyawanya telah dikeluarkan.

"Kamu juga ahli racun?" Tanyanya dengan nada heran dan kekaguman.

"Ya, ini adalah sesuatu yang juga diajarkan di dojo yang aku kelolah." Pria itu mengangguk sederhana. Walaupun tidak tersenyum, tapi dia nampak senang ketika dirinya dipuji.

Penasaran, Ives mencoba menanyakan pertanyaan yang telah menghantuinya semenjak mengetahui nama pria ini, "Pak tua, apakah kamu punya hubungan dengan Gigante?"

"Hnn?! Kamu mengenal putraku?" Mendengar nama anaknya disebutkan, pria itu terkejut.

"Tidak, tapi aku pernah mendengar seorang anak yang meneriakkan namanya sebelumnya. Mengetahui margamu, aku pikir kamu mempunyai hubungan dengannya." Ya, dia berbohong, tapi dia memang tahu siapa Gigante itu.

"Anak itu..." Botobai memegangi keningnya.

Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters