Cherreads

Chapter 23 - Bab 23

Pria itu berpakaian serba hitam dengan aksen hijau. Matanya sayu dan tubuhnya nampak kurus dan sakit-sakitan. Dibandingkan dengan para peserta sebelumnya, aneh melihat pria yang nampak tidak sehat ini sebenarnya lolos dari semua ujian yang telah dilemparkan kepadanya.

Dari penampilannya yang terlihat tidak pas, ada satu yang menurutnya sangat aneh, yaitu tangannya. Entah mengapa tangannya bengkak serta berwarna sedikit biru-kehitaman, bahkan urat-urat di kedua tangannya mencuat.

"Kamu lebih muda dari yang aku kira." Kata pria kurus itu sambil tersenyum mengejek.

"Aku masih enam belas tahun."

"Semakin mengejutkan... Mungkinkah gadis sebelumnya seumuran denganmu? Dia beruntung menemui lawan sepertinya, jika dia melawanku, dia akan kalah dan akan berakhir..." Pria itu tidak menyelesaikan perkatannya dan terus tertawa dengan suara rendah.

"Apa maksudmu?" Kesannya pada pria aneh ini semakin menurun.

"Yah, kamu akan mengetahuinya cepat atau lambat. Sudah ada aba-aba, mari menepi terlebih dahulu." Pria itu mundur tanpa membalikkan badannya. Meskipun ucapannya sangat berekspresi, tapi matanya tetap mati dan terlihat tanpa emosi.

Boom!

Ketika gong dibunyikan, Ives tetap diam dan menunggu lawan untuk membuat gerakan pertama. Matanya menatap tajam ke pria kurus itu, perasaannya mengatakan bahwa ada sesuatu yang aneh dengan tangannya.

"Mari bertukar pukulan, sobat." Pria itu melangkah ke depan dengan kecepatan sedang. Tangannya masuk dan ditaruh di samping pinggangnya. Membentuk gerakan cakar dengan jari-jari menyentuh telapak tangan, pria itu langsung melesatkan pukulan telapak tangan itu ke arah lawannya.

Menggerakkan tangan kanan serta mengkonsentrasikannya ke bagian pergelangan tangan, Ives berhasil membelokkan serangan itu dengan hentakan cepat. Meskipun serangan pertamanya gagal, bukan berarti pria itu akan berhenti. Melenturkan pinggangnnya ke sudut yang sangat ekstrim, lawan melancarkan serangan keduanya dari arah yang tidak terkira!

'Gawat!' Merasakan bulu kuduknya merinding, Ives langsung jungkir ke depan untuk menghindari serangan mendadak itu.

Setelah memulihkan keseimbangannya, dia menatap pria itu sambil menggerutu akan betapa tidak normalnya gerakan tadi. Memelintir pinggang sampai derajat seperti itu? Dia heran kenapa tulang pinggangnya tidak putus!

"Tidak buruk, kamu punya beberapa gerakan yang menarik. Tapi, kamu telah melakukan kesalahan fatal karena telah menyentuh tanganku, kekekeke~" Mata pria itu menyipit saat dia tertawa cekikikan.

Kesalahan fatal? Dia berhasil menangkisnya dengan sempurna, dan dia berkata bahwa dirinya telah melakukan kesalahan yang fatal?

'Mungkinkah?!' Ketika melihat pergelangan tangannya, dia terkejut bahwa kulitnya telah berubah warna, daginganya juga telah membengkak!

'Ini pasti racun!' Menggunakan tangan kirinya, dia langsung menyayat secara horizontal tepat di bagian yang membengkak itu. Setelah membuat sayatan, dia langsung mencengkram pergelangan tangannya lalu menekannya untuk mengeluarkan racun tersebut.

"Percuma saja, sekali racun itu masuk, susah untuk mengeluarkannya." Pengguna racun itu berkomentar dengan suara sarkastik.

"Racun ini pasti sangat mematikan. Tidakkah kamu tahu bahwa membunuh lawan tidak diperbolehkan?" Ives menghisap dan meludahkan darah yang telah terkontaminasi racun itu.

"Jangan khawatir, aku tidak bermaksud membunuhmu, tidak di arena ini. Mungkin setelah pertandingan ini usai? Lagi pula tidak ada peraturan yang menyatakan bahwa peserta akan didiskualifikasi karena lawan meninggal setelah pertandingan."

"Jadi begitu. Dalam kasus ini maka aku tidak perlu sungkan-sungkan lagi." Menyentuh gagang pedangnya, dia menarik keluar pedang itu dari sarung pedangnya.

"Jadi, kamu ingin membunuhku juga? Itulah yang aku harapakan, kekeke~" Pria itu terkekeh senang saat melihat tatapan pria itu berubah. Penuh ambisi dan hasrat untuk melukai! Tatapan seperti itulah yang dia suka!

"Tidak." Jangan salah paham, dia tidak akan membunuh lawannya, tapi bukan berarti dia tidak berniat menebas tangan yang telah dilapisi racun itu. Jika terpotong, jangan salahkan aku.

Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters