Cherreads

Chapter 8 - Dao ? What is dao ...

Waktu berlalu dengan tenang di Desa Batu.

Musim demi musim berganti,

angin gurun tetap berhembus membawa debu halus, dan kehidupan sederhana di desa itu terus berjalan seperti biasa.

Namun di balik ketenangan itu

ada sesuatu yang tumbuh secara diam-diam. Seorang anak kecil.

Dari sosok mungil yang dahulu bahkan belum mampu berjalan dengan stabil,

kini tubuhnya mulai meninggi.

Sekarang Langkahnya tidak lagi goyah.

Tatapannya tidak lagi kosong.

Usianya kini hampir lima tahun.

Namun dibandingkan anak-anak lain seusianya,

pencapaiannya dalam dunia kultivasi… sudah jauh melampaui batas

Namanya Lin Xuan.

di desa ia tetap dipanggil dengan satu nama sederhana. Xiao Xuan.

Bukan karena ia lemah.

Melainkan karena ia adalah yang termuda.

Dan… yang paling berbeda.

Meski demikian, di balik kekuatannya yang luar biasa,

ia tetaplah seorang anak.

Ia masih berlari bersama anak-anak lain.

Masih tertawa tanpa beban.

Dan… masih dengan keras kepala menyukai susu binatang.

Namun ada satu hal yang membedakannya dari yang lain yaitu perkembangannya.

Dalam satu tahun terakhir

ia tidak dilatih untuk menjadi lebih kuat.

Ia dilatih… untuk menahan dirinya sendiri.

Karena bahkan tanpa mengerahkan kekuatan, kehadirannya saja mampu mempengaruhi lingkungan.

Tanah bisa retak tanpa sebab.

Udara terasa lebih berat di sekitarnya.

Bahkan benda-benda kecil terkadang bergetar tanpa disentuh.

Bagi anak-anak lain, kultivasi adalah proses mendapatkan kekuatan.

Namun bagi Xiao Xuan

kultivasi adalah proses mengendalikan sesuatu yang sudah terlalu besar.

Dahulu saat ia memasuki Ranah Sirkulasi Darah yang bahkan itu adalah Pintu Pertama memasuki Dunia Kultivasi namun Darah di dalam tubuhnya tidak lagi mengalir seperti biasa. Seperti Ia berdenyut.

Bergetar. Dan untuk pertama kalinya

Seakan ia menjawab panggilan dunia.

Saat itu Simbol-simbol halus muncul di bawah kulitnya, mengalir bersama darah, menyatu dengan setiap detak jantung.

Tanah di bawah kakinya retak.

Bukan karena kekuatan yang ia lepaskan.

Melainkan seakan karena dunia…

tidak mampu sepenuhnya menahannya.

Saat itu Kepala Desa Lin Feng menatap dengan napas tertahan.

"Ini bukan Ranah Sirkulasi Darah…"

"Ini adalah…" Suaranya terhenti.

Karena bahkan ia sendiri

tidak memiliki nama untuk itu.

Dan selama satu tahun itu

di bawah bimbingan Kepala Desa Lin Feng dan para tetua ia belajar satu hal paling sulit:

Ialah menjadi tetap tenang.

Bukan menekan kekuatan.

Bukan menahannya secara paksa.

Melainkan… seperti menyatu dengannya.

Dan kini

di usia yang belum genap lima tahun

ia hampir mencapai tahap keseimbangan itu

Pagi itu, matahari bersinar lembut di atas Desa Batu. Cahaya keemasan menyelimuti rumah-rumah batu, dan udara terasa hangat namun segar.

Di halaman desa, anak-anak telah berkumpul lebih awal dari biasanya.

Wajah mereka dipenuhi rasa penasaran.

Hari ini mereka akan mempelajari sesuatu yang baru

Tidak lagi sekadar latihan fisik.

Tidak lagi sekadar teknik dasar.

Melainkan sesuatu yang lebih dalam.

Yaitu Dao.

Langkah kaki terdengar pelan.

Kepala Desa Lin Feng berjalan di depan, diikuti oleh beberapa tetua desa.

Aura mereka tenang, namun membawa wibawa yang tidak bisa diabaikan.

Di antara mereka

seorang terlihat wanita paruh baya melangkah maju.

Wajahnya lembut, namun tatapannya tajam.

Dia adalah Lin Xin saudari dari Kepala Desa.

Ia berdiri di depan anak-anak.

Mengamati mereka satu per satu.

"Hari ini…" ucapnya perlahan,

"kalian akan mulai memahami sesuatu yang berbeda."

"Dao."

Suasana langsung hening.

Anak-anak saling memandang.

Beberapa tampak bingung.

Beberapa lainnya… penasaran.

"Apa itu Dao?" tanya Tertua Lin Xin.

Keheningan berlangsung beberapa saat.

Lalu seorang gadis melangkah maju sedikit.

Namanya Lin Xi. Usianya tujuh tahun,

dan termasuk yang paling dewasa di antara mereka.

"Apakah itu… jalan yang dimaksud dalam dunia kultivasi atau Mengarah pada Pondasi seorang kultivator Tetua?" tanyanya ragu.

Tetua Lin Xin tersenyum tipis.

"Jawaban yang baik."

"Namun… belum cukup."

Ia menoleh ke arah yang lain.

Seorang anak laki-laki berbicara.

"Apakah Dao itu nama lain dari

Yin dan Yang tetua?" tanya anak yang berusia Enam tahun bernama Lin Xu.

"Sebagian," jawab Lin Xin.

Seorang anak lain menambahkan dengan cepat "Apakah itu juga mengarahkan

seperti elemen? Angin, api, tanah dan lainnya?"

Tetua Lin Xin tidak langsung menjawab.

Ia hanya tersenyum.

"Masih ada?"

Kali ini

semua mata perlahan beralih ke satu arah.

Xiao Xuan.

Ia duduk diam sejak tadi menyimak setiap kata yang disampaikan. Dan sekarang ia

Tidak terburu-buru menjawab.

Tidak pula terlihat bingung.

Seolah-olah ia sedang…

merasakan sesuatu.

Tetua Lin Xin menatapnya.

"Bagaimana menurutmu?"

tanyanya lembut.

Xiao Xuan mengangkat kepalanya perlahan.

Matanya jernih.

"Dao…" ucapnya pelan,

"adalah sesuatu yang tidak terbatas."

"Bisa sangat terkecil…

namun juga tidak terhingga."

Keheningan terjadi sesaat dan

Para tetua saling berpandangan.

Kepala Desa Lin Feng tersenyum tipis.

Tetua Lin Xin mengangguk perlahan dan berkata "Jawaban yang sederhana…"

"namun paling mendekati."

Ia menoleh kembali ke anak-anak.

"Dao adalah sesuatu yang tidak berbentuk."

"Namun dari situlah semua bentuk lahir."

"Langit Surga, bumi, kehidupan, kematian

semuanya berasal dari Dao."

Lalu tetua lain menyambungkan

"dikatakan ada lebih dari 10.000 Dao

di dunia tak terbatas ini , masing-masing dari itu dilahirkan dari satu yaitu Great Dao itu sendiri, sederhananya Great Dao itu adalah akar dari kelahiran dao-dao lainnya"

Tetua ini bernama Lin Yuan, salah satu dari Saudara Kepala Desa Lin Feng.

Sekarang Kepala Desa juga menambahkan "Merujuk pada pemahaman kecil seperti

Memahami Pedang dan Niat Pedang juga merupakan bagian dari Memahami Dao,

Bisa dikatakan Memahami pedang bukan hanya tentang mengayunkannya saja.

Seperti Ketika keadaan seseorang benar-benar memahami pedang ia akan merasakan niat di baliknya Dan ketika ia melampaui itu ... Mendapatkan Pemahaman nya lebih dalam, maka dapat dikatakan ia telah memahami apa itu Dao Pedang.

Begitupun dengan pemahaman lainnya seperti tombak, alat musik, perisai,

panah/busur, kapak, dan lainnya.

lalu adapun yang merujuk lebih luas dan lebih dalam seperti

Waktu , Hukum ,Sebab & akibat

Dan Reinkarnasi"

Sekarang Suasana kembali hening bahkan lebih hening dari sebelumnya

Kali ini bukan karena tidak mengerti.

Melainkan karena…

terlalu luas untuk dipahami.

Beberapa anak mulai merenung.

Beberapa lainnya hanya terdiam.

Beberapa seperti mendapatkan pencerahan pengetahuan baru Namun di antara mereka

Xiao Xuan menutup matanya perlahan.

Seolah-olah…

ia mencoba mendengar sesuatu yang tidak bisa didengar orang lain.

Angin berhembus pelan.

Dan untuk sesaat

tidak ada yang menyadari bahwa di sekitar tubuhnya udara… sedikit bergetar.

Kepala Desa Lin Yuan tersenyum.

"Tidak perlu terburu-buru."

"Dao bukan sesuatu yang bisa dipahami dalam sehari."

"Namun suatu saat…kalian akan menemukan Dao kalian sendiri."

Anak-anak mengangguk.

"Baiklah!"

Saat ini Suasana kembali hidup.

Namun jauh di dalam

sesuatu tanpa disadari telah ditanam.

Bukan hanya kekuatan.

Melainkan seperti… arah.

Dan bagi Xiao Xuan mungkin itu bukan sekadar awal pemahaman.

Seakan Melainkan… awal dari sesuatu yang telah lama menunggunya

Pelajaran hari itu berakhir tanpa suara keras.

Tidak ada teriakan latihan.

Tidak ada benturan senjata.

Tidak ada langkah kaki yang tergesa.

Hanya… keheningan yang berbeda.

Anak-anak perlahan berdiri.

Beberapa masih mengerutkan dahi,

seolah mencoba memahami kata-kata yang terlalu besar untuk usia mereka.

Beberapa lainnya tertawa ringan,

kembali seperti biasa, berlari menuju rumah mereka.

Namun meskipun mereka tampak sama

sesuatu di dalam diri mereka telah berubah.

Sebuah pertanyaan , Sebuah arah.

Dan mungkin…

sebuah benih yang belum mereka sadari.

Tetua Lin Xin menatap punggung anak-anak yang perlahan menjauh.

Tatapannya lembut.

"Apakah mereka mengerti?"

tanyanya pelan.

Tetua Lin Yuan tersenyum tipis.

"Tidak perlu buru-buru."

"Cukup jika mereka mulai bertanya."

Kepala Desa Lin Feng berdiri diam di samping mereka. Matanya setelah mengikuti anak-anak lain.

Berfokus…

tertuju pada satu sosok kecil.

Sikecil Xiao Xuan.

Ia tidak langsung pergi.

Ia tetap berdiri di tempatnya.

Matanya terangkat, menatap langit.

Seolah-olah sesuatu di atas sana… memanggilnya.

Angin berhembus pelan.

Menyapu rambutnya yang halus.

Dan untuk sesaat

udara di sekitarnya bergetar tipis.

Sangat halus Hampir tidak terasa.

Namun bagi mereka yang cukup peka

itu bukan getaran biasa.

Kepala Desa Lin Feng mempersempit pandangannya.

"Dia…" gumamnya pelan.

Namun ia tidak melanjutkan.

Karena bahkan ia sendiri

tidak yakin bagaimana menjelaskan apa yang ia rasakan.

Xiao Xuan menutup matanya perlahan.

Kata-kata tentang Dao masih terngiang di dalam pikirannya.

Sesuatu yang tidak berbentuk.

Namun menjadi dasar dari semua hal.

Tanpa sadar ia menarik napas dalam.

Dan untuk sesaat

ia merasa seolah-olah dirinya…

menjadi bagian dari sesuatu yang lebih luas.

Bukan sebagai individu.

Melainkan sebagai bagian dari keseluruhan.

Ia membuka matanya kembali.

Ekspresinya tenang.

Namun berbeda dari sebelumnya.

Lebih dalam.

Lebih… hening.

Tanpa berkata apa-apa,

ia berbalik dan berjalan menuju desa.

Langkahnya ringan. Namun setiap pijakannya terasa lebih mantap.

Di kejauhan, suara anak-anak kembali terdengar. Tawa, panggilan, dan suara kehidupan sehari-hari.

Segalanya tampak kembali normal.

Namun hanya bagi mereka yang tidak melihat lebih dalam. Karena di hari itu bukan hanya sebuah pelajaran yang berakhir.

Melainkan sebuah pemahaman…

yang baru saja dimulai.

Kepala Desa Lin Feng akhirnya memalingkan pandangannya.

Mereka semua tahu

jalan yang akan dilalui anak itu…

tidak akan sama dengan yang lain.

Angin kembali berhembus.

Langit dunia tetap tenang.

Namun jauh di atas sana

sesuatu yang tak terlihat…

seolah-olah telah mulai bergerak.

Dan di sebuah desa kecil yang hampir terlupakan sebuah benih telah ditanam.

Bukan hanya benih kekuatan.

Melainkan…

Jalan Yang Agung akan dimulai .

More Chapters