Di dunia ini, tidak semua makhluk dapat melangkah ke jalan kultivasi.
Sebagian besar hanya hidup, bertahan, lalu menghilang bersama waktu.
Namun ada segelintir yang mampu melangkah lebih jauh
mereka yang tidak hanya hidup di dalam hukum dunia, tetapi mulai memahami dan menyentuhnya.
Merekalah disebut… kultivator.
Langkah pertama dalam jalan ini bukanlah kekuatan, melainkan kesadaran terhadap tubuh sendiri.
Karena sebelum seseorang memahami dunia,
ia harus terlebih dahulu memahami dirinya.
Mulai dari tubuh , darah dan tulang nya.
Segala sesuatu dimulai dari sana.
Di antara banyak ranah yang dikenal manusia memasuki dunianya kultivator, ialah Ranah Sirkulasi Darah adalah fondasi.
Diketahui Ranah ini tidak mengajarkan teknik mematikan. Tidak pula memberikan kekuatan instan. Ia hanya mengajarkan satu hal yaitu bagaimana darah mengalir sebagai kehidupan.
Dalam tahap ini, para kultivator pemula melatih tubuh mereka hingga darah mengalir deras seperti arus sungai yang tak terbendung. Pada puncaknya,
darah dapat bergemuruh seperti guntur,
membawa energi yang cukup untuk memperkuat otot, memadatkan tulang,
dan membuka jalur pertama menuju hukum alam untuk bersinergi bersama.
Namun setiap ranah memiliki batas.
Bagi manusia biasa lalu menjadi kultivator,
ketika darah telah mengalir kuat dan stabil,
ketika tubuh mampu menahan tekanan hingga setara dengan kekuatan puluhan ribu jin maka itu sudah dianggap sebagai pencapaian tertinggi.
Lalu bagaimana dengan mereka Melangkah lebih jauh? Jelas Itu berarti kehancuran.
Karena tubuh manusia memiliki batas.
Dan hukum dunia… tidak bisa dipaksakan.
Namun hari ini di Desa Batu
batas itu mulai dipertanyakan.
Pagi itu, matahari baru saja terbit.
Cahaya keemasan menyinari halaman desa, tempat para anak-anak berlatih seperti biasa. Namun hari itu, suasana berbeda.
Tidak ada teriakan keras.
Tidak ada tawa.
Semua mata tertuju pada satu sosok kecil.
Si kecil duduk bersila di tengah halaman.
Tubuhnya tenang.
Namun di dalam dirinya
sesuatu sedang bergerak
Kepala Desa Lin Feng berdiri tidak jauh darinya. Tatapannya tajam, namun dalam diamnya… tersembunyi kekhawatiran.
"Dia sudah melewati batas awal,"
gumam salah satu tetua.
"Tubuhnya… terlalu cepat beradaptasi."
Biasanya, seseorang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menstabilkan darahnya.
Namun anak ini tidak mengikuti aturan itu.
Darahnya tidak hanya mengalir.
Ia… beresonansi
Perlahan, napas si kecil berubah.
Detak jantungnya terdengar jelas.
DUM… DUM… DUM…
Semakin kuat.
Semakin dalam.
Tanah di bawahnya bergetar halus.
"Ini tidak benar…" bisik seorang dari regu pemburu desa.
"Jika terus seperti ini, tubuhnya akan hancur."
Karena mereka tahu
apa yang sedang terjadi bukan lagi latihan.
Ini adalah… pelampauan batas.
Dalam catatan sejarah, tidak ada manusia yang mampu melampaui batas
Ranah Sirkulasi Darah tanpa konsekuensi.
Meskipun Beberapa dari mereka mencoba
dan tubuh mereka hancur seketika.
Darah mereka mendidih.
Tulang mereka retak.
Kesadaran mereka lenyap.
Karena hukum itu jelas
tubuh adalah wadah.
dan wadah memiliki batas-batas tertentu.
Namun si kecil…
tidak berhenti.
Didalam tubuh nya Darahnya semakin deras. Bersamaan dengan Simbol-simbol mulai muncul di bawah kulitnya.
Bukan satu.
Bukan dua.
Melainkan lebih banyak dari beberapa hari pelatihan terakhir nya
"Dia mencoba… menyatu dengan hukum…"
suara Kepala Desa Lin Feng menjadi berat
"Ini bukan lagi Ranah Sirkulasi Darah biasa."
Tiba-tiba
tubuh si kecil bergetar hebat.
Aliran darahnya menjadi liar.
Retakan kecil muncul di kulitnya.
Bukan luka fisik
melainkan tekanan dari dalam.
"Tidak cukup…" gumam Lin Feng.
"Tubuhnya tidak punya fondasi yang cukup untuk menahan ini."
Si kecil menggertakkan giginya.
Wajahnya pucat.
Namun ia tidak berhenti.
Seolah-olah ada sesuatu di dalam dirinya
yang terus mendorongnya untuk melangkah lebih jauh.
"Bawa itu!"
teriak Lin Feng tiba-tiba.
Beberapa pemburu langsung bergerak.
Mereka membawa wadah besar dari hasil buruan sebelumnya.
Darah binatang buas.
Masih hangat .
Jelas Masih mengandung kekuatan liar
Adapun beberapa dari darah binatang buas yang selama ini ditangkap dan diburu oleh orang-orang dewasa didesa di simpan dalam waktu tertentu. Ketika tiba digunakan Mengalaskan karena untuk membantu generasi muda didesa memasuki dunianya kultivator jika memang ada kendala terkait
Yang sering kali terjadi saat memasuki ranah sirkulasi darah. Dan jelas beberapa dari darah binatang buas itu ialah tercampur dengan binatang terbaik hasil seleksi yang ketat. Dalam arti tertentu darah itu ialah gabungan dari darah-darah binatang kuno.
Kembali di situasi si kecil , demi membantu si kecil para orang-orang dewasa telah melakukan persiapan matang akan hal ini
"Ini satu-satunya cara," kata Lin Feng.
Tanpa ragu, ia menuangkan darah itu ke tubuh si kecil.
WENG! Begitu bersentuhan
reaksi terjadi.
Darah manusia dan darah binatang kuno seakan saling bertabrakan .
Namun bukan kehancuran yang terjadi
melainkan.... fusi.
Tubuh si kecil bergetar hebat
Darah asing itu masuk ke dalam dirinya,
bercampur, menyatu, dan memperkuat aliran yang sudah ada.
Simbol-simbol yang sebelumnya seakan liar
Tak terkendali menjadi lebih stabil.
Lebih padat.
Lebih nyata.
"Ini…" salah satu tetua terkejut.
"Dia menyerapnya?"
Biasanya, darah binatang buas terlalu keras untuk manusia.
Namun pada dirinya
tidak ada penolakan.
Seolah-olah tubuhnya…
menerima semuanya.
Perlahangemuruh mereda.
Detak jantungnya kembali stabil.
Namun berbeda.
Lebih dalam.
Lebih berat. Seperti sesuatu yang telah berubah secara mendasar.
Si kecil membuka matanya.
Di dalamnya terdapat kilau yang tidak dimiliki manusia biasa.
"Aku…" bisiknya pelan.
"Aku bisa merasakannya…"
Lin Feng menatapnya lama.
"Bukan hanya darahmu…"
"kau telah menyentuh sesuatu yang lebih tinggi."
Di kejauhan gurun pasir mulai bergerak.
Makhluk-makhluk di pegunungan mengangkat kepala mereka.
Seolah-olah
mereka merasakan sesuatu.
Sesuatu yang tidak seharusnya lahir.
Angin di Desa Batu perlahan mereda.
Namun suasana… tidak kembali seperti semula.
Semua orang berdiri diam.
Tatapan mereka tertuju pada satu sosok kecil di tengah halaman.
Tidak ada yang bersorak.
Tidak ada yang berbicara.
Karena mereka semua tahu
apa yang baru saja terjadi…
tidak bisa dijelaskan dengan akal biasa
Kepala Desa Lin Feng melangkah perlahan.
Tatapannya dalam.
"Kalian semua… lihat dengan baik."
Suaranya rendah, namun membawa tekanan.
"Ini adalah perbedaan antara batas…
dan sesuatu yang melampauinya."
"Dalam Ranah Sirkulasi Darah," lanjutnya,
"seorang kultivator biasa membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk menstabilkan aliran darahnya."
"Ketika darah mengalir lancar,
tubuh menguat, dan kekuatan fisik mencapai puluhan ribu jin…"
"itu sudah dianggap sebagai keberhasilan."
Beberapa pemburu mengangguk pelan.
Mereka tahu itu benar
"Seseorang yang mencapai puncak ranah ini…" Lin Feng berhenti sejenak.
"…mampu mengangkat batu seberat sepuluh ribu jin."
"Mampu membelah pohon besar dengan satu pukulan."
"Dan mampu bertahan dari serangan binatang buas tingkat menengah."
"Itu adalah standar kekuatan manusia."
Ia menatap si kecil.
"Dan itu… sudah cukup untuk bertahan hidup di dunia ini."
"Namun," lanjutnya,
"di antara manusia, selalu ada yang berbeda." "itulah Para jenius."
"Mereka yang mampu melampaui batas normal."
"Dalam catatan lama, ada yang mampu mencapai seratus ribu jin."
Sekarang Suasana sedikit berubah.
Seratus ribu jin itu bukan angka kecil.
"Itu adalah batas tertinggi yang pernah dicapai manusia dalam ranah ini."
"Mereka yang mencapai tingkat itu
dapat merobek binatang buas dengan tangan kosong, menghancurkan batu besar seperti tanah liat,
dan bahkan menahan serangan makhluk kuno dalam waktu singkat."
"Itu adalah… puncak." Ia menghela napas.
"Namun bahkan mereka…"
"…tidak pernah mencoba melangkah lebih jauh Karena mereka tahu"
"bahwa tubuh manusia…
tidak akan mampu menahannya."
Lin Feng menoleh kembali ke arah si kecil.
"Namun apa yang terjadi hari ini…"
"tidak termasuk dalam catatan mana pun."
Ia mengangkat tangannya.
"Lihat dengan jelas."
Si kecil yang tadinya duduk mendengarkan kepala Desa berbicara sekarang perlahan berdiri
Tidak ada aura besar.
Tidak ada tekanan yang menekan.
Namun tanah di bawah kakinya
retak perlahan. Bukan karena hentakan.
Melainkan karena…
tekanan alami dari keberadaannya
"Ini bukan kekuatan yang dilepaskan…"
bisik salah satu tetua.
"Ini adalah… sisa dari kekuatan itu sendiri."
Kepala Desa Lin Feng mengangguk pelan.
"Dalam kondisi normal, kekuatan harus digunakan untuk menghasilkan dampak."
"Namun pada dirinya…"
"keberadaannya saja sudah menghasilkan dampak itu sendiri."
"Jika seorang kultivator biasa memukul tanah," kata Lin Feng,
"ia akan meninggalkan bekas."
"Jika seorang jenius melakukannya
tanah akan retak, batu akan pecah."
"Namun jika dia bergerak…"
Lin Feng menatap si kecil.
"tanah tidak menunggu pukulan."
"ia… hancur lebih dulu."
Beberapa pemburu menelan ludah.
Sekarang Suasana sedikit sunyi.
"Jika manusia biasa membutuhkan tenaga penuh untuk mengangkat seratus ribu jin…"
"maka tubuhnya…"
"bahkan belum sepenuhnya terbangun."
"Yang lebih berbahaya bukanlah kekuatannya."
"melainkan arah dari kekuatan itu."
"Orang-orang terdahulu memperkuat tubuh untuk mendekati hukum."
"Namun dia…" Lin Feng menatap dalam.
"membangun tubuhnya dari hukum itu sendiri."
Pada dasarnya Ranah Sirkulasi Darah
seharusnya hanya menjadi fondasi.
Namun pada hari itu
di desa kecil yang hampir terlupakan
sebuah batas… telah dilampaui.
Dan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya telah dimulai
Salah satu tetua akhirnya berbicara pelan
"Kalau begitu…
sejauh apa dia bisa melangkah?"
Lin Feng terdiam lama.
Lalu ia berkata perlahan
"Tidak ada yang tahu."
"Karena untuk pertama kalinya…"
"tolak ukur itu sendiri… tidak lagi berlaku."
Di pegunungan, binatang buas mengangkat kepala. Bahkan Di langit, burung-burung raksasa seperti berhenti terbang.
Bahkan di kedalaman gurun
sesuatu mulai bergerak.
Bukan karena suara.
Bukan karena bau.
Melainkan karena satu hal yaitu perbedaan.
Perbedaan yang terlalu besar untuk diabaikan.
Di tengah desa kecil itu
di bawah langit yang tampak biasa
sebuah batas telah dihancurkan.
Dan sesuatu yang baru
sesuatu yang bahkan tidak memiliki nama
telah lahir.
Kepala Desa Lin Feng menatap si kecil untuk terakhir kalinya pada hari itu.
"Mulai sekarang…"
"kau tidak lagi berjalan di jalan yang sama dengan manusia lain dalam hal kultivasi."
