Cherreads

Chapter 660 - Kekuatan yang Belum Matang

Pertarungan di Aquila terus mengguncang ruang angkasa. Prajurit-prajurit Aquila hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Tak seorang pun berani mendekat. Karena energi yang dilepaskan oleh Crimgard dan Kaidles sudah cukup untuk menghancurkan armada biasa.

Di tengah kehancuran itu — Crimgard berdiri dengan napas yang semakin berat. Darah mengalir dari beberapa luka di tubuhnya. Namun matanya masih menatap tajam ke arah Kaidles. Jenderal kekaisaran itu hanya berdiri tenang. Pedangnya bertumpu di bahu. Seolah semua serangan sebelumnya tidak berarti apa-apa.

Crimgard menggertakkan giginya. Lalu perlahan mengangkat tangannya. Petir merah mulai muncul kembali. Namun kali ini berbeda. Lebih terang. Lebih liar. Lebih berbahaya.

*KRRRAAAKKK!!! *

Petir raksasa menyambar langit Aquila. Cahayanya begitu kuat hingga sebagian wilayah konstelasi diterangi warna merah menyala. Bahkan beberapa armada yang berada sangat jauh dapat melihat kilatan itu.

Seleneva yang menyaksikannya langsung menegang. Matanya membesar. "Crimgard!" Suara sang ratu terdengar cemas. "Jangan gunakan terlalu lama!"

Crimgard tidak menjawab. Petir merah terus bertambah. Tubuhnya mulai diselimuti energi yang berputar liar.

Seleneva tahu kekuatan itu. Ia pernah melihatnya sebelumnya. Dan ia juga tahu efek sampingnya. Jika digunakan terlalu jauh — kekuatan itu dapat menggerogoti kesadaran penggunanya. Mengubah emosi menjadi amarah. Mengubah tekad menjadi kegilaan. Crimgard mungkin akan menjadi jauh lebih kuat. Namun ia juga berisiko kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

---

Di depan semua orang — petir merah mulai membentuk berbagai wujud. Pedang. Tombak. Kapak. Panah. Puluhan senjata energi raksasa melayang di angkasa. Masing-masing memancarkan kekuatan yang mengerikan.

Prajurit Aquila menahan napas. Bahkan beberapa armada mundur menjauh. Karena jika semua senjata itu dilepaskan sekaligus — kerusakan yang ditimbulkan akan sangat besar.

Namun — Kaidles hanya melihatnya dengan wajah datar. "…Itu saja?" gumamnya.

Crimgard hendak menggerakkan tangannya. Namun sebelum sempat menyerang — sesosok bayangan sudah berada tepat di depannya. Terlalu cepat untuk diikuti mata biasa.

*DOOOOMM!! *

Gagang pedang Kaidles menghantam tubuh Crimgard dengan keras. Mata Crimgard membelalak. Seluruh energi yang sedang ia kumpulkan langsung kacau. Tubuhnya terlempar. Lalu jatuh tak berdaya. Petir merah yang memenuhi angkasa mulai menghilang satu per satu. Senjata-senjata energi itu lenyap seperti kabut.

Dan akhirnya — Crimgard ambruk. Tidak sadarkan diri.

---

Hening menyelimuti medan perang.

Seleneva langsung berdiri dari kursinya. "Crimgard!"

Namun Kaidles tetap tenang. Ia bahkan tidak terlihat kelelahan. Jenderal itu memutar pedangnya sekali sebelum kembali meletakkannya di bahunya. "Hmph." Tatapannya mengarah ke tubuh Crimgard yang terjatuh. "Kekuatan sebesar itu — tidak berarti apa-apa." Ia mengangkat bahunya santai. "Kalaupun mengenainya, mungkin hanya terasa sedikit menggelitik."

Ucapan itu terdengar sangat meremehkan. Namun tidak ada yang berani membantah. Karena kenyataannya memang demikian. Kaidles belum terluka sedikit pun.

Lalu ia menatap langit Aquila. Seolah sedang memikirkan sesuatu. "Kalau aku harus serius — maka lawanku setidaknya harus setara dengan salah satu Sacred Zodiac."

Angin kosmik berhembus melewati jubahnya. Dan untuk pertama kalinya — para prajurit Aquila menyadari betapa besarnya jurang kekuatan antara Crimgard dan seorang jenderal utama kekaisaran.

Sementara Seleneva hanya bisa menatap ke arah Crimgard dengan cemas. Pemuda yang selama ini berdiri melindunginya — kini telah jatuh di hadapan lawan yang bahkan belum menunjukkan seluruh kekuatannya.

More Chapters