Cherreads

Chapter 659 - Veteran Perang

Di konstelasi Aquila — jauh dari kekacauan yang sedang melanda Ursa Major — sebuah pertarungan lain masih berlangsung. Langit kosmik dipenuhi bekas benturan energi. Beberapa asteroid telah hancur. Debu bintang bertebaran di ruang angkasa. Dan di tengah semua itu — Crimgard terlempar kembali setelah menerima serangan telak.

*BOOM! *

Tubuhnya menghantam pecahan batu angkasa sebelum akhirnya berhasil menghentikan dirinya. Napasnya berat. Armor di tubuhnya dipenuhi retakan. Petir merah yang biasanya menyelimuti tubuhnya kini berkedip tidak stabil. Namun ia tetap berdiri.

Di kejauhan — Kaidles memutar pedangnya yang besar dengan santai. Seolah pertarungan ini tidak menguras tenaganya sama sekali.

---

Di atas kapal komando Aquila —

Ratu Seleneva menyaksikan semuanya. Tangannya tanpa sadar menggenggam erat kain gaunnya. Wajahnya tetap anggun seperti biasa. Namun matanya tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran.

Sejak awal pertarungan — Crimgard terus berada dalam posisi tertekan. Setiap kali ia bangkit, Kaidles kembali menghajarnya. Setiap kali ia menyerang, jenderal kekaisaran itu selalu mampu mengatasinya.

Melihat itu, hati Seleneva terasa semakin berat.

Saat Crimgard menoleh ke arahnya — pemuda itu justru tersenyum. Meski bibirnya dipenuhi luka. Meski tubuhnya nyaris kehabisan tenaga.

"Ratu…" ucapnya pelan melalui komunikasi. "Jangan khawatir."

Seleneva terdiam.

Crimgard kembali mengangkat pedangnya. "Aku masih bisa melawan." Petir merah kembali menyala di sekeliling tubuhnya. Meski tidak seterang sebelumnya. "Aku belum kalah."

---

Mendengar itu — Kaidles justru tertawa keras. Suara tawanya bergema di ruang angkasa. "Hahaha!" Ia menggelengkan kepala. "Kau benar-benar keras kepala." Pedang raksasanya kembali bertumpu di bahunya. Tatapannya penuh rasa meremehkan.

"Kau tahu? Aku sebenarnya bisa membunuhmu sejak awal."

Crimgard tidak menjawab.

Namun Kaidles tetap melanjutkan. "Aku hanya sedang menahan diri." Ia melirik sekilas ke arah kapal Seleneva. "Sulit rasanya membunuh anak kesayangan seseorang di depan matanya." Senyumnya semakin lebar. "Apalagi kalau nanti Ratu Aquila berteriak histeris melihatnya."

Ucapan itu membuat beberapa prajurit Aquila langsung marah. Namun Seleneva tetap diam. Ia tidak terpancing.

Sedangkan Crimgard justru menggenggam pedangnya semakin erat. Aura petir merah kembali muncul.

---

Kaidles memperhatikan itu dan menghela napas. "Kau terlalu dini menantang orang seperti aku." Tatapannya berubah tajam. Aura seorang veteran perang benar-benar terasa. "Aku sudah bertarung jauh sebelum kau dikenal siapa pun. Aku telah menghadapi pemberontakan, invasi, dan perang antarkonstelasi." Pedangnya perlahan terangkat. "Apa yang kau miliki sekarang — belum cukup untuk menjatuhkanku."

Ruang di sekitar mereka kembali bergetar.

Crimgard tahu Kaidles tidak sedang membual. Inilah salah satu jenderal utama kekaisaran. Seorang veteran yang telah bertahan dalam perang demi perang selama bertahun-tahun.

Meskipun tubuhnya terasa berat. Meski peluangnya tipis. Crimgard tetap mengangkat pedangnya. Petir merah kembali menyambar ruang angkasa. Dan menatap langsung ke arah Kaidles.

Selama Seleneva masih berada di belakangnya — ia belum berniat untuk jatuh.

More Chapters