Di tengah ketegangan yang menyelimuti Ursa Major, Rea berdiri tidak jauh dari Tyrannons. Ia memperhatikan sosok pemuda itu dari belakang. Pedang masih berada di tangannya. Tatapannya tetap mengarah ke armada musuh yang memenuhi angkasa.
Rea dapat melihat sesuatu yang orang lain mungkin tidak sadari. Tyrannons sedang memikul beban yang sangat berat. Bukan hanya sebagai pemimpin pemberontakan. Tetapi juga sebagai putra dari penguasa galaksi.
Rea perlahan menundukkan pandangannya. Di dalam hatinya, ia tahu kenyataan yang sulit diterima. Peluang mereka untuk menang sangat kecil. Bahkan jika dihitung dengan optimis sekalipun, kemungkinannya mungkin tidak sampai sepuluh persen.
Di hadapan mereka berdiri Thraxor. Hydra. Dua anggota Sacred Zodiac. Dan itu belum termasuk kekuatan besar lain yang masih berada di pihak kekaisaran.
Siapa pun akan merasa putus asa menghadapi situasi seperti itu. Namun Tyrannons masih berdiri. Masih memilih melawan. Masih memilih melangkah maju.
---
Rea mengepalkan tangannya pelan. Sejak lama, ia telah memutuskan untuk mendukung jalan yang dipilih Tyrannons. Apa pun hasilnya. Ia tidak akan meninggalkannya begitu saja. Meski terkadang perasaannya sendiri membuat semuanya terasa lebih rumit.
Karena jauh di dalam hatinya, Rea menyimpan kekaguman yang telah tumbuh sejak lama. Namun saat ini bukan waktu untuk memikirkan hal itu. Ada hal yang jauh lebih penting. Galaksi sedang berada di ambang perang besar. Dan keselamatan banyak orang dipertaruhkan.
Rea menghela napas perlahan lalu memusatkan pikirannya kembali.
---
Saat itulah ia teringat seseorang. Astralon.
Alisnya sedikit berkerut. Ia melihat ke berbagai arah medan perang. Tidak ada tanda-tanda armada Orion. Tidak ada kapal utama Astralon. Tidak ada kabar apa pun darinya.
Padahal Astralon termasuk salah satu tokoh penting dalam pemberontakan yang mereka bangun bersama. Biasanya, dalam situasi sebesar ini, Astralon sudah berada di garis depan.
Namun sekarang — ia sama sekali tidak terlihat.
Rea mulai bertanya-tanya. Apa yang sedang terjadi di konstelasi Scorpio? Apakah Astralon baik-baik saja? Atau justru terlibat masalah lain yang lebih besar?
Berbagai kemungkinan muncul di pikirannya.
Sebelum ia tenggelam dalam pertanyaan-pertanyaan itu, suara mesin armada dan pergerakan pasukan kembali menarik perhatiannya. Medan perang belum berakhir. Dan keadaan bisa berubah kapan saja.
---
Rea menggeleng pelan. Untuk saat ini, memikirkan Astralon tidak akan mengubah apa pun.
Ia melangkah maju beberapa langkah. Kemudian berdiri tepat di belakang Tyrannons. Tatapannya menjadi tegas.
Di hadapan mereka, armada musuh masih berjajar memenuhi angkasa. Sementara aura para petarung kuat terus memenuhi ruang hampa.
Perang bisa pecah kapan saja.
