Cherreads

Chapter 655 - Keraguan Seorang Putra

Di tengah ketegangan medan perang Ursa Major — untuk sesaat Tyrannons tidak memperhatikan Thraxor, Hydra, Taurus, ataupun Virgo. Tatapannya justru kosong menembus lautan bintang. Seolah pikirannya melayang jauh dari peperangan yang sedang berlangsung.

Di sekelilingnya, armada pemberontak masih bersiap menghadapi kemungkinan pertempuran yang lebih besar. Di dalam hatinya — ada pertarungan lain yang sedang terjadi.

Perlahan, kenangan masa lalu muncul kembali.

Ia teringat pada istana Urco Tastarius. Koridor-koridor megah yang pernah menjadi rumahnya. Tempat ia tumbuh sejak kecil. Tempat ia belajar tentang kekaisaran. Dan tempat yang kini menjadi pusat kekuatan yang sedang ia lawan.

Lalu terlintas sosok ayahnya. Oreons. Penguasa galaksi yang ditakuti banyak orang. Bagi sebagian besar makhluk di galaksi, Oreons adalah simbol kekuasaan mutlak. Namun bagi Tyrannons — Oreons tetaplah ayahnya. Sosok yang pernah mengajarinya banyak hal tentang kepemimpinan, kekuatan, dan tanggung jawab.

Kemudian ingatannya beralih kepada Yllarxa. Pelayan setia yang selalu berada di sisi Oreons. Gadis yang sering memperlakukannya dengan baik saat ia masih berada di istana. Meski statusnya hanyalah pelayan, Yllarxa adalah salah satu orang yang selalu menjaga suasana istana tetap hangat di tengah kerasnya kehidupan kekaisaran.

Setelah itu — muncul sosok Rangers. Gurunya. Ksatria emas yang selama ini dianggap sebagai salah satu manusia terkuat di galaksi. Tyrannons masih ingat latihan-latihan keras yang pernah ia jalani. Nasihat-nasihat yang diberikan Rangers. Dan keyakinan gurunya bahwa kekuatan harus digunakan dengan bijaksana.

Lalu muncul wajah-wajah lain. Xerga. Kan'al. Carrien. Dan robot kecil 9562. Teman-temannya sejak lama. Orang-orang yang pernah tertawa bersamanya. Berlatih bersamanya. Dan bermimpi tentang masa depan bersama.

---

Tyrannons perlahan mengepalkan tangannya. Dadanya terasa berat. Karena ia menyadari sesuatu. Orang-orang yang sedang memburunya sekarang — bukanlah orang asing. Mereka adalah orang-orang yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Untuk sesaat — keraguan muncul.

Bagaimana jika semua ini salah? Bagaimana jika jalan yang ia pilih hanya akan membawa lebih banyak penderitaan? Bagaimana jika pada akhirnya ia harus melawan orang-orang yang masih ia hormati?

Tidak lama kemudian — Tyrannons menutup matanya. Ia kembali mengingat alasan mengapa dirinya berdiri di sini. Ia teringat pada konstelasi-konstelasi yang kehilangan kebebasan mereka. Pada wilayah-wilayah yang dipaksa mengikuti aturan yang tidak mereka pilih. Pada rakyat biasa yang harus hidup dalam ketakutan terhadap kekuatan yang terlalu besar untuk mereka lawan.

Perlahan ia membuka matanya kembali. Tatapannya menjadi lebih tegas.

"Meski mereka orang-orang yang kukenal..." gumamnya pelan. "...aku tetap harus maju."

Ia menatap ke arah armada kekaisaran di kejauhan. Lalu ke arah Hydra. Thraxor. Taurus. Dan Virgo. Lawan-lawan yang berdiri di hadapannya kini jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Dan itu pun belum seluruh kekuatan kekaisaran. Masih ada para jenderal lain. Masih ada para penguasa yang setia pada Oreons. Masih ada kekuatan besar yang belum turun tangan.

Peluang kemenangan tampak begitu kecil. Hampir mustahil.

Namun di balik semua itu — hati Tyrannons tetap memilih satu jawaban. Ia ingin mengubah aturan galaksi. Bukan demi dirinya sendiri. Bukan demi ambisi pribadi. Tetapi demi masa depan yang menurutnya lebih damai.

Meski jalannya dipenuhi rintangan. Meski kemungkinan gagal jauh lebih besar daripada berhasil.

Tyrannons tetap menggenggam pedangnya.

Keraguan itu memang muncul — tetapi ia kembali berdiri tegak menghadap medan perang yang menantinya.

More Chapters