Cherreads

Chapter 654 - Ketegangan di Balik Singasana

Di pusat galaksi — planet Urco Tastarius tetap berdiri megah sebagai jantung Kekaisaran. Meskipun tampak tenang dari luar, suasana di dalam ruang rapat galaksi justru dipenuhi ketegangan. Tidak ada yang berbicara. Tidak ada yang bercanda. Lord Rylos yang biasanya santai kini hanya duduk sambil memperhatikan keadaan.

Di ujung ruangan — Oreons duduk di singgasananya. Tatapannya mengarah pada peta galaksi raksasa yang melayang di tengah ruangan. Di sampingnya, Yllarxa berdiri dengan tenang seperti biasa. Namun ia dapat merasakan sesuatu. Oreons sedang memikirkan banyak hal.

Setelah beberapa saat, Oreons akhirnya berbicara. "Ada tiga pertarungan besar yang sedang berlangsung." Suara beratnya membuat seluruh peserta rapat memperhatikan. Ia mengangkat tangannya ke arah peta galaksi. Tiga wilayah bercahaya terang muncul. "Ursa Major. Aquila. Dan Scorpio."

Ruangan kembali hening. Semua orang tahu — pertarungan sebesar itu bukanlah kejadian biasa.

---

Leo lalu menganggukkan kepalanya. "Itu benar." Pemimpin Sacred Zodiac itu berdiri dari kursinya. "Aku sudah mengirim Virgo dan Taurus ke Ursa Major." Beberapa pemimpin konstelasi langsung saling pandang. Mengirim dua Zodiac Sacred sekaligus bukan keputusan kecil.

Leo melanjutkan. "Dan sebelumnya aku juga telah memerintahkan Scorpios untuk menangani masalah di wilayah konstelasinya." Setelah mengatakan itu, Leo justru terdiam. Karena hingga sekarang — Scorpios belum memberikan laporan apa pun. Hal yang cukup tidak biasa bagi seorang Zodiac.

Beberapa saat kemudian, Lord Rylos menyilangkan tangan sambil tersenyum tipis. "Aquila juga menarik." Tatapannya mengarah pada Oreons. "Aku punya firasat buruk. Jika Kaidles sedang bertarung di sana — maka kemungkinan besar Ratu Seleneva telah membelot."

Ucapan itu membuat sebagian peserta rapat mulai berbisik pelan. Mereka tahu arti dari pengkhianatan seorang penguasa konstelasi.

---

Oreons mendengar semuanya. Ekspresinya tetap datar. Tidak ada amarah yang meledak. Tidak ada aura mengerikan yang biasanya membuat seluruh ruangan menegang. Ia hanya berkata pelan. "Jika Seleneva memilih mendukung pemberontak — itu adalah pilihannya."

Semua orang menatapnya.

Oreons melanjutkan dengan nada dingin. "Tindakan itu tetap melanggar aturan galaksi." Kalimat sederhana itu cukup membuat ruangan kembali sunyi. Semua orang memahami maksudnya. Oreons mungkin tidak marah secara terbuka. Sebagai Kaisar, ia tidak akan membiarkan aturan kekaisaran diabaikan begitu saja.

---

Di samping singgasana — Yllarxa diam-diam merasa lega. Ia mengenal Oreons lebih dekat dibanding hampir siapa pun di ruangan ini. Ia tahu seperti apa Oreons ketika benar-benar murka. Dan saat ini — meskipun jelas tidak senang — Oreons masih memilih menahan diri. Masih memilih mencari jalan lain. Bukan menggunakan kekuatan penghancur yang selama ini ditakuti seluruh galaksi.

Yllarxa menundukkan kepalanya pelan. Senyum kecil muncul di wajahnya. Karena bagi dirinya — melihat Oreons tetap tenang jauh lebih baik daripada melihat seluruh galaksi gemetar oleh kemarahannya.

More Chapters