Cherreads

Chapter 514 - Serangan Tanpa Wujud

Di dalam Nexus —

Alarm mulai berbunyi. Bukan karena kerusakan — namun karena sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Ancaman eksternal.

---

Storm berdiri. Tatapannya berubah tajam. Ia tidak menunggu penjelasan. Tidak perlu. Tubuhnya sudah merasakan — sesuatu datang.

"…Besar."

Tanpa berkata lagi — Storm langsung berlari. Langkahnya cepat menembus koridor. Menuju satu tempat — bagian luar kapal.

---

WHOOOOSH!!

*Armor Scarlet Skycrimson * aktif. Menyelimuti tubuhnya dengan cahaya merah menyala. Ia menembus pintu luar — dan langsung melesat ke ruang hampa.

Tanpa ragu. Tanpa takut.

---

Di luar —

Keheningan total. Namun di kejauhan — cahaya-cahaya itu kini bukan lagi sekadar titik. Mereka berkumpul. Menyatu. Dan — membentuk sesuatu yang jauh lebih besar.

Satu serangan — sebesar planet. Melaju lurus — menuju Nexus S-4473.

---

Storm melayang di depan kapal. Menghadapi serangan itu sendirian. Matanya menyipit.

"…Jadi ini tujuannya."

Tanpa menunggu — ia mengaktifkan mode Asura. Enam lengan muncul dari armor-nya. Energi merah membara. Tekanan di sekitarnya berubah. Ruang seolah bergetar.

Storm menarik salah satu tangannya ke belakang. Energi terkumpul. Padat. Berat.

"…Datang saja."

Dan dalam satu gerakan —

BOOOOOOOOOOM!!!

Tinju itu dilepaskan. Menghantam langsung serangan cahaya raksasa itu.

---

Tidak ada benturan panjang. Tidak ada tarik-menarik.

Hanya — kehancuran seketika.

Serangan sebesar planet itu — hancur. Terpecah menjadi serpihan cahaya. Menghilang di ruang hampa.

---

Di dalam Nexus —

Semua orang terdiam melihat layar.

"…Dia menghancurkannya…" Violys berbisik pelan. Tidak percaya.

Aryes menatap serius. "…Sendirian…"

---

Di luar —

Storm tetap melayang. Tenang. Seolah itu bukan apa-apa.

Namun — matanya tidak santai. Ia menatap ke arah kegelapan.

"…Aku tahu kau di sana."

Tidak ada jawaban. Tidak ada bentuk. Namun — kehadiran itu terasa. Tipis. Tersembunyi.

Storm mengepalkan tangannya pelan. "…Alien, ya." Suaranya rendah. Bukan terkejut. Namun — menegaskan.

Makhluk yang selama ini hanya dianggap mitos. Tidak terlihat. Tidak terdeteksi. Namun — nyata.

Dan sekarang — mereka menyerang. Tanpa menunjukkan diri.

---

Storm tetap melayang di depan kapal. Menjadi garis pertahanan pertama. Tatapannya tajam ke kegelapan Hydra.

"…Kalau mau menyerang…" Sedikit jeda. Energi di tubuhnya kembali menyala. "…muncul saja."

Di kejauhan — cahaya-cahaya kecil itu — masih ada.

Dan kini — bergerak lagi.

More Chapters