Di dalam Nexus —
Alarm mulai berbunyi. Bukan karena kerusakan — namun karena sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Ancaman eksternal.
---
Storm berdiri. Tatapannya berubah tajam. Ia tidak menunggu penjelasan. Tidak perlu. Tubuhnya sudah merasakan — sesuatu datang.
"…Besar."
Tanpa berkata lagi — Storm langsung berlari. Langkahnya cepat menembus koridor. Menuju satu tempat — bagian luar kapal.
---
WHOOOOSH!!
*Armor Scarlet Skycrimson * aktif. Menyelimuti tubuhnya dengan cahaya merah menyala. Ia menembus pintu luar — dan langsung melesat ke ruang hampa.
Tanpa ragu. Tanpa takut.
---
Di luar —
Keheningan total. Namun di kejauhan — cahaya-cahaya itu kini bukan lagi sekadar titik. Mereka berkumpul. Menyatu. Dan — membentuk sesuatu yang jauh lebih besar.
Satu serangan — sebesar planet. Melaju lurus — menuju Nexus S-4473.
---
Storm melayang di depan kapal. Menghadapi serangan itu sendirian. Matanya menyipit.
"…Jadi ini tujuannya."
Tanpa menunggu — ia mengaktifkan mode Asura. Enam lengan muncul dari armor-nya. Energi merah membara. Tekanan di sekitarnya berubah. Ruang seolah bergetar.
Storm menarik salah satu tangannya ke belakang. Energi terkumpul. Padat. Berat.
"…Datang saja."
Dan dalam satu gerakan —
BOOOOOOOOOOM!!!
Tinju itu dilepaskan. Menghantam langsung serangan cahaya raksasa itu.
---
Tidak ada benturan panjang. Tidak ada tarik-menarik.
Hanya — kehancuran seketika.
Serangan sebesar planet itu — hancur. Terpecah menjadi serpihan cahaya. Menghilang di ruang hampa.
---
Di dalam Nexus —
Semua orang terdiam melihat layar.
"…Dia menghancurkannya…" Violys berbisik pelan. Tidak percaya.
Aryes menatap serius. "…Sendirian…"
---
Di luar —
Storm tetap melayang. Tenang. Seolah itu bukan apa-apa.
Namun — matanya tidak santai. Ia menatap ke arah kegelapan.
"…Aku tahu kau di sana."
Tidak ada jawaban. Tidak ada bentuk. Namun — kehadiran itu terasa. Tipis. Tersembunyi.
Storm mengepalkan tangannya pelan. "…Alien, ya." Suaranya rendah. Bukan terkejut. Namun — menegaskan.
Makhluk yang selama ini hanya dianggap mitos. Tidak terlihat. Tidak terdeteksi. Namun — nyata.
Dan sekarang — mereka menyerang. Tanpa menunjukkan diri.
---
Storm tetap melayang di depan kapal. Menjadi garis pertahanan pertama. Tatapannya tajam ke kegelapan Hydra.
"…Kalau mau menyerang…" Sedikit jeda. Energi di tubuhnya kembali menyala. "…muncul saja."
Di kejauhan — cahaya-cahaya kecil itu — masih ada.
Dan kini — bergerak lagi.
