Cherreads

Chapter 513 - Cahaya yang Mendekat

Ruang angkasa terbentang luas. Gelap. Namun dipenuhi titik-titik cahaya yang tak terhitung.

Nexus S-4473 melaju stabil — menembus kehampaan dengan kecepatan luar biasa. Di layar utama, sebuah wilayah ditandai: Konstelasi Hydra. Wilayah luas yang dipenuhi bintang-bintang redup — namun menyimpan jalur yang rumit.

---

Di ruang kontrol —

Aryes berdiri di depan panel utama. Matanya fokus pada data yang terus bergerak.

"…Kita sudah masuk wilayahnya." Suaranya tenang. Namun penuh perhitungan.

Di sampingnya, Violys menyilangkan tangan. Matanya terus berpindah dari satu jalur ke jalur lain. "…Hydra tidak sesederhana peta." Ia mengingat. Jalur-jalur lama. Rute yang pernah dipelajari. "Banyak lintasan yang berubah… kita harus hati-hati."

Aryes mengangguk. "…Aku tahu."

---

Di posisi navigator —

Arabels berdiri diam. Tangannya di atas kontrol. Namun — matanya tidak melihat data. Ia melihat ke luar. Ke arah — bintang-bintang.

"…Ini aneh…" Suaranya pelan. Hampir seperti bisikan.

---

Di luar —

Cahaya-cahaya kecil berkelap-kelip. Seperti biasa. Seperti bintang pada umumnya. Namun — ada sesuatu yang berbeda. Sangat halus. Namun terasa.

Arabels menyipitkan matanya. "…Itu…" Ia sedikit maju. Memperhatikan lebih dekat.

Cahaya itu — bergerak. Bukan sekadar berkedip. Namun — mendekat. Perlahan. Namun pasti.

"—Pak Aryes." Suaranya kali ini lebih jelas.

Aryes menoleh. "Ada apa?"

Arabels menunjuk ke arah luar. "…Lihat itu."

Semua mata di ruang kontrol tertuju ke sana. Violys mempersempit pandangannya. "…Itu bukan bintang."

Aryes langsung mengaktifkan pemindai. Data mulai masuk. Namun — hasilnya tidak langsung muncul. "…Tidak terdeteksi sebagai objek statis."

Suasana berubah. Sedikit lebih tegang.

Arabels tidak mengalihkan pandangannya. "…Mereka semakin dekat."

Cahaya-cahaya itu — yang awalnya tampak kecil — kini perlahan membesar. Jumlahnya — banyak. Tidak terhitung. Seperti hujan bintang — namun bergerak menuju satu arah. Ke arah mereka.

Violys menatap serius. "…Itu bukan fenomena alami."

Aryes menghela napas pelan. "…Siaga."

Alarm kecil mulai terdengar. Tidak keras. Namun cukup untuk memberi tanda. Bahwa — sesuatu sedang terjadi.

---

Di luar —

Cahaya-cahaya itu kini jelas terlihat. Bukan sekadar titik. Namun — entitas. Bersinar. Bergerak. Dan terus — mendekat.

---

Di dalam kapal — keheningan berubah menjadi kewaspadaan.

Dan di tengah semua itu — satu pertanyaan muncul:

Apa yang sebenarnya datang dari kegelapan Hydra?

More Chapters