Cherreads

Chapter 511 - Antara Waktu dan Takdir

Di dalam Nexus S-4473 —

Keheningan terasa berbeda. Bukan sunyi kosong — namun sunyi yang luas.

Di luar — hamparan bintang berkelap-kelip. Cahaya kecil yang tak terhitung jumlahnya. Seolah memanggil — dan menyambut.

Di dalam ruang utama — Storm duduk santai di kursinya. Satu tangan menyangga kepalanya. Matanya menatap keluar kaca besar.

"Luas sekali." Suaranya pelan.

---

Di sisi lain —

Arabels berdiri di posisi navigator. Tangannya berada di panel kontrol. Namun — ia tidak bergerak. Hanya diam. Menatap lurus ke depan.

Storm melirik ke arahnya. Menyadari. "Kau diam saja."

Tidak ada respons. Beberapa detik berlalu.

Storm kembali berbicara. "Apa yang kau pikirkan?"

Kali ini — Arabels sedikit menunduk. Namun tetap tidak menoleh. Suaranya keluar pelan.

"…Aku takut."

Storm tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya.

"…Aku takut…" Arabels menggenggam tangannya sendiri. "…tidak bisa bertemu ayah lagi."

Hening. Suara mesin kapal terdengar samar.

"Kalau kita kembali nanti…" Ia berhenti sejenak. "…belum tentu Bumi tetap sama."

Kata-kata itu — berat. Karena mereka tahu — perjalanan ini bukan sesuatu yang bisa dihitung dengan waktu biasa.

Storm terdiam. Lalu — tersenyum tipis.

Ia berdiri. Melangkah mendekat. Berhenti di samping Arabels.

"Itu mungkin." Jawabannya jujur. Tidak menenangkan dengan kebohongan.

Namun — ia tidak berhenti di sana. "…Tapi kau tidak perlu khawatir."

Arabels menoleh. Menatap Storm. "Kenapa?"

Storm menatap ke luar. Ke arah bintang-bintang. "Karena waktu — bisa saja kuputar kembali."

Arabels sedikit terkejut. "A—A?"

Storm tetap tenang. "…Aku bisa kembali ke masa lalu."

Kata-kata itu — bukan lelucon. Bukan khayalan. Namun kenyataan.

Arabels menatapnya. "…Lalu kenapa —"

Namun Storm menggeleng pelan. Memotong pertanyaannya. "Tidak ada gunanya."

Hening.

"Aku bisa kembali. Melihat semuanya lagi." Tatapannya sedikit berubah. "…Tapi aku tidak bisa mengubah takdir."

Arabels terdiam. Mencoba memahami.

Storm melanjutkan. "Hal-hal yang sudah ditentukan — tetap akan terjadi." Ia menatap lurus ke depan. "Termasuk kematian."

Suasana menjadi lebih sunyi.

"Jadi meskipun aku kembali — aku hanya akan melihat hal yang sama. Tanpa bisa mencegahnya."

Arabels menunduk pelan.

Storm tersenyum tipis. "…Itulah kenapa aku tidak pernah menggunakannya."

Ia menyandarkan punggungnya sedikit. Santai. "Kembali ke masa lalu — tanpa bisa melakukan apa-apa…" Ia menatap ke arah Arabels. "…itu hanya membuang waktu."

Kalimatnya sederhana. Namun penuh arti.

"Lebih baik terus maju." Ia menatap ke depan. Ke arah yang belum diketahui. "…daripada terjebak di masa lalu yang tidak bisa diubah."

Arabels terdiam. Lalu — perlahan tersenyum kecil.

Bukan karena semua ketakutannya hilang. Namun — karena ia mengerti. Storm tidak memberikan harapan palsu. Namun memberikan sesuatu yang lebih nyata.

Arabels kembali melihat ke depan. Tangannya kembali ke panel kontrol.

"Kalau begitu…" Suaranya lebih tenang. "…kita lanjutkan."

Storm mengangguk. "Ya."

---

Di luar — bintang terus berkelap-kelip.

More Chapters