Cherreads

Chapter 510 - Di Bawah Langit yang Sama

Malam tiba.

Langit dipenuhi bintang. Berkilauan — namun terasa sunyi.

Di sebuah mansion — Robert berdiri di balkon. Tangannya bertumpu pada pagar. Tatapannya lurus ke atas. Ke langit malam. Ke arah yang sama — di mana Nexus S-4473 telah pergi.

"Sudah sejauh itu." Suaranya pelan. Hampir seperti bisikan.

Tidak ada yang menjawab. Hanya angin malam yang berhembus perlahan.

Ia menghela napas. Namun tidak terlihat gelisah. Tidak juga ragu. Hanya — menerima.

"…Storm." Ia menyebut nama itu pelan. Matanya tetap tertuju ke langit. "Aku percaya padamu."

Bukan sekadar kata-kata. Namun keyakinan. Ia tahu — Storm bukan lagi seseorang yang bisa dianggap biasa. Dan yang lebih penting — Storm tidak akan membiarkan siapa pun di sisinya terluka.

"…Jaga Arabels." Suaranya semakin rendah. Ditujukan pada seseorang yang kini jauh — namun tetap dekat di pikirannya.

Robert menutup matanya sejenak. Mengingat.

Seorang gadis kecil. Dengan mimpi besar. Yang selalu menatap langit — dan berkata ingin menjelajahinya.

Ia tersenyum tipis. "Akhirnya kamu bisa pergi."

Tidak ada kesedihan berlebihan. Hanya — sedikit rasa kehilangan. Namun lebih banyak — kebanggaan.

Ia membuka matanya kembali. Menatap bintang-bintang.

"Sayangnya, aku tidak bisa ikut." Nada suaranya datar. Namun jelas. Bukan karena tidak mau. Namun karena — tidak bisa. Banyak hal yang harus ia jaga di sini. Tanggung jawab. Dunia yang tetap berjalan.

"…Jadi kau yang melihatnya untukku."

Ia kembali terdiam. Namun kali ini — lebih tenang. Terasa damai.

Angin malam berhembus. Langit tetap berkilau.

"Selama aku masih bisa melihat bintang…" Ia menatap lebih serius. Seolah mencoba melihat lebih jauh dari yang seharusnya. "…aku akan mengingatmu, putriku."

Bukan sebagai seseorang yang pergi. Namun sebagai seseorang — yang akhirnya mencapai mimpinya.

"Sebagai navigator angkasa."

More Chapters