Di atas langit —
*Eternal City * melayang dengan megah. Kota yang dibangun untuk menjauh dari ancaman bumi — kini menjadi saksi sesuatu yang lebih besar.
Di pusat observasi — Profesor Romeos berdiri. Di sekelilingnya — para ilmuwan. Dan warga yang tinggal di kota itu. Semua mata tertuju ke satu arah.
Langit.
Dan di sana — *Nexus S-4473. * Bukan lagi sekadar kapal. Namun — raksasa yang melampaui batas imajinasi. Strukturnya begitu besar — hingga hampir terlihat seperti planet buatan.
Cahaya energinya menyala. Mesin raksasa mulai aktif. Getaran terasa bahkan hingga Eternal City.
---
"Lihat itu…" salah satu warga berbisik. "…Itu nyata…"
Seorang ilmuwan lain tersenyum kagum. "Kita… benar-benar melakukannya."
Di tengah semua itu — Romeos tetap berdiri. Namun matanya — tidak bisa menyembunyikan kekaguman.
"Akhirnya."
Ia melangkah maju. Menatap lebih jauh.
Selama ini — manusia hanya bisa melihat bintang dari kejauhan. Mengamati. Membayangkan. Dan bertanya-tanya.
Namun sekarang — "Ambisi itu — akan terwujud."
Di belakangnya — beberapa orang mulai melambaikan tangan. Mengarah ke langit. Seolah mengantar — mereka yang akan pergi jauh.
Yang lain ikut. Satu per satu. Hingga hampir seluruh area itu — dipenuhi orang-orang yang melambaikan tangan. Bukan karena mereka tahu siapa yang melihat. Namun karena — mereka ingin menjadi bagian dari momen itu.
---
Di langit —
Nexus mulai bergerak. Perlahan. Namun pasti. Meninggalkan atmosfer. Menuju kegelapan luar angkasa. Menuju sesuatu yang belum diketahui.
Romeos menatap tanpa berkedip. "Perjalanan ini — tidak akan mudah."
Ia tahu itu. Lebih dari siapa pun. Jarak antarbintang. Waktu yang tidak bisa diprediksi. Bahaya yang tidak dikenal. Semua itu — bukan sesuatu yang bisa ditaklukkan dengan cepat.
"…Waktu mungkin tidak akan berpihak."
Beberapa ilmuwan di belakangnya terdiam. Mereka mengerti maksudnya. Perjalanan seperti ini — bukan soal hari. Bukan soal bulan. Namun — sesuatu yang jauh lebih panjang.
Namun — Romeos tidak terlihat ragu. Ia justru tersenyum tipis.
"Tapi itu tidak masalah." Ia menatap Nexus yang semakin menjauh. Semakin kecil. Namun tetap terlihat jelas. "Karena mereka sudah melangkah."
Dan itu — lebih dari cukup.
---
Di Eternal City —
Langit tetap sama. Namun arti di baliknya — telah berubah.
Karena untuk pertama kalinya — manusia tidak hanya melihat bintang.
Namun — menuju ke sana.
