Cherreads

Chapter 508 - Kapal Menuju Bintang Ketidakterbatasan

Di dalam markas X.A.R.A —

Percakapan itu berakhir. Storm tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya menoleh — lalu berjalan pergi. Meninggalkan Seren, Robert, Kael, Deathrays, dan yang lainnya.

Langkahnya tenang. Namun pasti. Menuju satu arah — Arabels dan yang lainnya.

---

Di luar —

Area peluncuran terlihat luas. Dan di sana — Arabels, Zero, Lira, Jester, dan Napstylea sudah menunggu.

Arabels langsung menatap Storm saat ia datang. "…Jadi benar."

Storm mengangguk pelan. "…Ya."

Tidak perlu banyak kata. Mereka semua sudah mengerti. Ini bukan sekadar perjalanan biasa. Namun sesuatu yang — tidak bisa kembali seperti semula.

Jester tersenyum kecil. "Yah, akhirnya kita benar-benar keluar dari planet ini, ya."

Zero menyilangkan tangan. "Semoga saja tidak langsung mati di luar sana."

Lira hanya tersenyum tipis. Napstylea tetap tenang. Namun tatapannya tajam ke arah langit.

---

Di kejauhan —

*Nexus S-4473 * berdiri. Besar. Canggih.

Namun — Storm menatapnya. Dan berkata pelan. "Sepertinya masih kurang."

Semua menoleh. "Apa maksudmu, Storm?" tanya Arabels.

Storm tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melangkah maju. Mengangkat tangannya.

Energi mulai terkumpul. Bukan destruktif — namun manipulatif. Energi dimensi. Ruang di sekitar kapal mulai bergetar.

"—Storm?" Violys yang berada tidak jauh langsung menyadari. "Dia mau apa —"

Namun sebelum selesai —

WHOOOOOOOOOOOM!!!

Ruang melengkung. Ukuran — mulai berubah. Kapal Nexus S-4473 — membesar. Bukan sekadar sedikit. Namun — berkali-kali lipat.

Strukturnya tetap stabil. Namun skalanya — melampaui batas normal.

Para ilmuwan terdiam tidak percaya. "…Dia… memperbesar… kapal itu?"

Violys membelalakkan mata.

Aryes hanya tersenyum tipis. "…Itulah Storm."

Transformasi itu terus berlangsung. Hingga — kapal itu kini hampir — seukuran planet kecil. Struktur raksasa itu melayang. Megah. Mustahil. Namun nyata.

Storm menurunkan tangannya perlahan. "Kurasa ini cukup."

Semua orang terdiam. Bahkan Napstylea pun terkejut.

Zero menghela napas. "…Kau benar-benar gila."

Jester tertawa kecil. "Tidak, ini level lain."

Storm tidak menanggapi. Ia menoleh ke arah — Aryes dan Violys. Mereka berdua berdiri tidak jauh.

Storm bertanya satu hal. "…Di mana Ginga Stars." Sedikit jeda. "Apa Mecha itu ada?"

Violys langsung mengerti maksudnya. Ia mengangguk. "…Tentu." Tatapannya serius. "Mecha itu sudah diamankan di dalam Nexus." Ia menyilangkan tangannya. "Kalau sesuatu terjadi di luar sana — kita mungkin akan membutuhkannya."

Aryes menambahkan dengan tenang. "Perjalanan ini tidak akan mudah."

Storm mengangguk pelan. "Itu memang pasti."

Ia kembali menatap ke arah kapal raksasa itu. Ke arah langit. Ke arah — yang belum pernah dijangkau manusia.

Arabels berdiri di sampingnya. "Jadi ini benar-benar dimulai."

Storm tersenyum tipis. "Ya."

Angin berhembus. Dan di hadapan mereka — kapal raksasa yang siap menembus bintang.

Perjalanan — yang akan mengubah segalanya — akan segera dimulai.

More Chapters