Cherreads

Chapter 506 - Pemimpin Baru Asosiasi Planes Hero

Di sebuah wilayah terpencil —

Sisa-sisa pasukan APH berkumpul. Tidak ada perayaan. Tidak ada kemenangan. Hanya keheningan — setelah kejatuhan seseorang yang selama ini berada di puncak.

Dooms.

---

Namun — keheningan itu pecah.

CRRRRRT—

Sebuah tubuh terbentuk kembali. Dari serpihan energi. Dari sisa-sisa keberadaan yang belum sepenuhnya hilang.

Dan perlahan — sosok itu berdiri.

Deathrays. Tubuh barunya tampak lebih stabil. Lebih sempurna. Matanya terbuka perlahan. Dingin. Tanpa emosi.

"…Aku masih di sini."

Di hadapannya — Franskeinsteins mundur selangkah. Ekspresinya terkejut. "…Tidak mungkin —"

Namun — ia terlambat.

WHOOOSH!!

Dalam satu gerakan cepat — Deathrays sudah berada di depannya. Tanpa banyak kata — tangannya menembus tubuh Franskeinsteins.

CRASH!!

Serangan itu langsung menghancurkan inti energinya. Tidak ada perlawanan. Tidak ada kesempatan. Franskeinsteins terdiam. Matanya melebar. Lalu — tubuhnya runtuh. Hancur. Tanpa sisa.

---

Beberapa meter dari sana —

Marika, Slash – Wind of Destruction, dan Herena menyaksikan itu semua. Mereka terdiam.

"Deathrays…" Marika menyipitkan mata. "…Kau…"

Namun Deathrays tidak menoleh. Ia hanya berdiri. Menarik tangannya perlahan. Seolah apa yang baru saja ia lakukan — bukan apa-apa.

"Dia tidak lagi diperlukan." Suaranya datar. Tidak ada emosi.

Slash – Wind of Destruction menghela napas pelan. "…Kau langsung mengambil alih."

Herena menatapnya dalam. "Kau berniat memimpin?"

Hening sejenak. Lalu — Deathrays menjawab.

"…Ya."

Sederhana. Tanpa keraguan. Tanpa basa-basi.

Aura di sekitarnya berubah. Dan tanpa perlu pengakuan — semua yang ada di sana mengerti.

Pemimpin baru telah muncul.

---

Marika melipat tangannya. "Bagaimana dengan Storm?"

Pertanyaan itu — langsung membuat suasana sedikit berubah. Namun Deathrays tetap tenang. Ia menoleh pelan. Menatap ke arah langit. Seolah melihat sesuatu yang jauh.

"…Biarkan dia."

Jawaban itu membuat Herena sedikit terkejut. "Apa?"

Slash – Wind of Destruction menyipitkan mata. "Kau tidak akan mengejarnya?"

Deathrays menggeleng pelan. "…Tidak sekarang."

Ia menatap lurus ke depan. Tatapannya tajam. Namun realistis.

"Dia terlalu kuat."

Tidak ada gengsi dalam ucapannya. Hanya fakta yang diakui.

"Pertarungan terakhir…" Sedikit jeda. "…dia tidak serius."

Marika terdiam. Mengingat kembali. Bagaimana Storm bergerak. Bagaimana ia melawan. Dan — ia tidak bisa menyangkalnya.

"Jadi kau menyerah?"

Deathrays menoleh. Tatapannya dingin. "…Aku bukan bodoh." Satu kalimat. Namun cukup jelas. "Melawan sekarang — hanya akan berakhir sia-sia."

Ia berbalik. Membelakangi mereka.

"APH akan tetap berjalan." Suaranya tegas. Namun tanpa ambisi berlebihan. "Namun bukan untuk memburu sesuatu yang tidak bisa ditangkap."

Angin berhembus pelan. Membawa suasana baru. Bukan lagi era Dooms. Namun — era yang lebih realistis.

Deathrays melangkah pergi. "Biarkan Storm…" Sedikit jeda. "…bergerak bebas."

Marika, Slash – Wind of Destruction, dan Herena saling pandang. Tidak sepenuhnya setuju. Namun — tidak menolak.

Karena mereka tahu satu hal: Storm bukan lagi target yang bisa dipaksakan.

Dan sekarang — APH memiliki pemimpin baru. Bukan yang terkuat — namun yang paling mengerti batas.

More Chapters