Cherreads

Chapter 503 - Langit yang Sama

Cahaya perlahan meredup. Retakan dimensi yang sebelumnya memenuhi langit — kini menghilang. Langit kembali seperti semula. Biru. Tenang. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Angin berhembus pelan. Menyapu sisa-sisa energi yang tertinggal.

Dan di tengah dataran itu — Storm berdiri diam. Tatapannya mengarah ke atas. Ke langit yang luas. Kosong. Namun terasa berbeda.

Tangannya menggenggam pelan sesuatu di sampingnya — Dimensional Travel Dagger.

Ia tidak bergerak. Tidak berbicara. Hanya — diam.

Langkah kaki terdengar. Pelan. Namun pasti.

Arabels. Ia berjalan mendekat. Matanya penuh kekhawatiran. Namun juga lega. Karena — Storm masih berdiri di sana.

"…Storm." Suaranya lembut.

Storm tidak langsung menoleh. Masih menatap langit. Beberapa detik berlalu — baru kemudian ia berbicara.

"Sudah selesai."

Arabels berhenti di sampingnya. Menatap wajah Storm. "Iya." Ia mengangguk pelan. "Semuanya sudah berakhir."

Namun — ia bisa melihatnya. Tatapan Storm — tidak sepenuhnya sama seperti sebelumnya. Bukan sedih. Bukan marah. Namun — kosong.

Di belakang mereka — langkah kaki lain terdengar.

Zero, Lira, Jester, dan Napstylea datang. Mereka semua berhenti beberapa langkah dari Storm.

Jester mengangkat tangannya santai. "Yah… itu tadi cukup gila."

Zero menyilangkan tangannya. Namun tatapannya serius. "Kau masih hidup ternyata."

Storm tersenyum tipis. "Itu jelas karena aku tidak bisa dibunuh."

Lira menatapnya dengan lembut. "Kami pikir…" Ia tidak melanjutkan. Namun maksudnya jelas.

Napstylea melangkah maju. Menatap Storm dengan tajam. Namun bukan ancaman. Lebih seperti — khawatir. "Auramu berubah."

Storm tidak menyangkal. "Mungkin."

Ia kembali melihat ke langit. Sejenak — semua orang ikut diam. Tidak ada yang berbicara. Karena mereka semua tahu — apa yang baru saja terjadi — bukan hal biasa.

Arabels akhirnya melangkah lebih dekat. Berdiri tepat di samping Storm.

"Kamu tidak apa-apa?"

Pertanyaan itu sederhana. Namun penuh arti.

Storm terdiam sejenak. Lalu — mengangguk. "Aku baik-baik saja."

Ia tidak menjelaskan lebih jauh. Tentang Dooms. Tentang Velora. Tentang semuanya. Karena yang penting — ia masih berdiri di sini.

Jester tertawa kecil. "Kalau begitu bagus. Aku tidak mau menghadapi monster lagi hari ini."

Zero menghela napas pelan. "Pertarungan ini… mengubah banyak hal."

Napstylea menatap langit. "…Dan mungkin belum berakhir."

Storm menurunkan pandangannya. "Memang." Ia menggenggam belati itu di balik tangannya. "Masih banyak yang harus kulakukan."

Arabels menatapnya. Dan kali ini — ia tidak bertanya lagi.

Karena ia tahu — Storm akan tetap berjalan.

Dengan caranya sendiri.

More Chapters