Cherreads

Chapter 501 - Warisan Terakhir

Di dalam kehancuran Infinite Dimensions —

Segalanya hampir berakhir. Lautan Cosmic Hell Lava terus melahap ruang. Tidak ada tempat untuk lari. Tidak ada celah untuk bertahan.

Di hadapannya — Xyrares Vonalys berdiri. Mengangkat tangannya. Siap mengakhiri segalanya.

Namun — di detik terakhir itu — Dooms tidak bergerak.

Ia tidak mencoba kabur. Tidak mencoba melawan. Ia hanya — menatap.

Bukan pada Velora. Namun — pada Storm. Seolah tahu — di dalam monster itu — masih ada seseorang yang mendengar.

"…Storm…" Suaranya pelan. Namun cukup untuk menggema.

Di dalam kesadaran yang tenggelam — Storm samar-samar mendengarnya. "…Ayah…"

Namun tubuhnya tidak bergerak. Tidak bisa.

Dooms menutup matanya sejenak. Lalu membukanya kembali. Tatapannya tidak lagi dingin. Tidak lagi penuh perhitungan. Namun — penyesalan.

"…Maaf."

Lautan lava kosmik semakin mendekat. Namun ia tetap berdiri.

"Karena aku — tidak pernah ada untukmu."

Bayangan masa lalu seakan terlintas. Olive. Bumi. Dan seorang anak — yang tidak pernah sempat ia jaga.

"…Kau harus bertahan sendiri…" suaranya semakin pelan. Namun jelas. "…tanpa aku… dan Olive."

Di dalam — Storm mencoba merespon. Namun tidak bisa. Hanya diam.

Dooms menarik napas panjang. Lalu — mengeluarkan sesuatu.

Sebuah belati. Bentuknya sederhana. Namun energinya — dalam. Dimensi di sekitarnya bergetar hanya karena keberadaannya.

*Dimensional Travel Dagger. * Senjata yang selama ini ia gunakan — untuk membelah dimensi. Melawan makhluk-makhluk kuat. Dan bertahan selama puluhan ribu tahun.

Dooms menatapnya sejenak. Lalu — melemparkannya.

Ke arah Xyrares Vonalys. Namun bukan untuk menyerang. Melainkan — memberikannya.

"Ambil ini — itu milikmu sekarang."

Belati itu menembus tekanan lava kosmik. Berputar. Dan berhenti — dekat dengan Storm. Seolah mengenali pemilik barunya.

Dooms tersenyum tipis. Tanpa beban.

"…Setidaknya — aku bisa memberimu sesuatu."

Lalu — ia menatap ke depan. Ke arah kehancuran yang mendekat. Tidak ada rasa takut. Tidak ada penyesalan lagi. Hanya — penerimaan.

"…Hiduplah…" suaranya hampir hilang. "…dengan caramu sendiri."

Dan saat itu — serangan datang.

BOOOOOOOOOOOOOOM!!!

Lautan Cosmic Hell Lava menelan segalanya. Cahaya menyilaukan memenuhi seluruh dimensi. Energi menghancurkan segalanya. Tanpa sisa. Tanpa jejak. Tanpa kesempatan.

Dan di tengah ledakan itu — Dooms… lenyap.

---

Beberapa saat kemudian —

Semuanya sunyi. Tidak ada lagi kehancuran. Tidak ada lagi tekanan. Infinite Dimensions — runtuh.

Dimensi kembali stabil. Ruang kembali tenang. Seolah — tidak pernah terjadi apa-apa.

Namun — satu hal telah berubah.

Pemburu dimensi… telah dikalahkan.

More Chapters