Di dalam Infinite Dimensions —
Tidak ada lagi keseimbangan. Tidak ada lagi struktur. Yang tersisa hanyalah — kehancuran.
Di tengahnya — Xyrares Vonalys berdiri. Api kosmiknya kini berubah. Lebih pekat. Lebih berat. Seolah bukan sekadar api — namun inti dari kehancuran itu sendiri.
Suara Velora bergema. "Sudahi takdirmu."
Tangan makhluk itu terangkat perlahan. Energi yang muncul — berbeda dari sebelumnya. Bukan hanya api kosmik. Namun sesuatu yang lebih dalam. Lebih purba. Lebih mutlak.
"The Foundation of the Fire Grivver Soul…"
Dimensi di sekitarnya langsung bereaksi. Retakan muncul di mana-mana. Seolah realitas menolak keberadaan kekuatan itu.
Dooms menyipitkan matanya. "…Apa ini…"
Namun sebelum ia sempat memahami — energi itu meledak.
WHOOOOOOOOOOOOOOOOOM!!!
Api berubah menjadi — cairan. Seperti lava. Namun bukan lava biasa. Warnanya merah gelap bercampur emas — dan setiap tetesnya — mengandung kehancuran dimensi.
"The Liquid Lava — of Cosmic Hell."
Lautan cairan kosmik itu muncul. Mengalir. Menyebar ke segala arah. Menyentuh dimensi — dan langsung — melelehkannya. Lapisan demi lapisan Infinite Dimensions runtuh. Tidak pecah. Tidak retak. Namun — mencair. Seolah tidak pernah ada.
Dooms langsung bergerak. Mencoba menjauh. Mencoba menstabilkan ruang. Namun — tidak ada yang bisa ditahan.
"…Ini tidak mungkin…"
Ia mencoba membuka jalur dimensi. Namun — semua jalur — larut.
Xyrares Vonalys melangkah maju. Setiap langkah — menyebarkan lautan kehancuran itu.
Suara Velora terdengar lagi. Dingin. Tanpa emosi. "Kau telah melanggar aturan."
Cairan kosmik itu semakin mendekat. Menyelimuti segalanya. "Penjaga dimensi…" Bayangan makhluk-makhluk dimensi muncul — lalu lenyap. "Kau habisi tanpa ragu."
Dooms menatap lurus. Meski terdesak — ia tetap berdiri. Namun kini — ia tahu. Kekuatan ini — berbeda.
"Dan sekarang…" Xyrares Vonalys mengangkat tangannya. Lautan lava kosmik itu berputar. Mengumpul. Menjadi tekanan yang luar biasa besar. "Kau berada di akhir hayatmu."
Tekanan itu turun. Menghancurkan lapisan dimensi yang tersisa.
Dooms mencoba bertahan. Namun tubuhnya — mulai tergerus. Energi di sekitarnya — mulai hancur.
"…Kekuatan ini…" Matanya sedikit melebar. "…setara dengan —"
Namun kalimatnya terhenti. Karena ia sudah menyadarinya.
Kekuatan ini — bukan sekadar besar. Namun — setara dengan menghancurkan ratusan ribu penjaga dimensi sekaligus.
---
Di dalam Infinite Dimensions —
Tidak ada lagi tempat untuk lari. Tidak ada lagi cara untuk bertahan.
Karena yang dihadapinya sekarang — bukan sekadar kekuatan.
Namun — inti kehancuran dari Grivver itu sendiri.
