Cherreads

Chapter 499 - Suara yang Tenggelam

Di dalam kegelapan —

Sebuah kesadaran masih ada. Namun kini — ia tidak lagi berada di kendali. Tubuhnya bergerak. Bertarung. Menghancurkan — namun bukan atas kehendaknya sendiri.

Di luar — Xyrares Vonalys berdiri. Api kosmiknya terus membakar dimensi. Mengancam segalanya.

Namun di dalam — Storm berusaha.

"…Berhenti…" Suaranya lemah. Seperti tenggelam dalam lautan yang tak berujung.

Ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Mengambil alih. Namun — tidak merespon. Seolah tubuh itu — bukan lagi miliknya.

"…Velora…"

Ia memanggil. Namun yang menjawab — hanyalah tekanan. Kesadaran besar. Dingin. Dominan.

"Diam saja kau, manusia lemah." Suara Velora menggema. Menekan seluruh ruang kesadaran itu. "Kau sudah terlalu jauh terlibat."

Storm menggertakkan giginya. "…Ini tubuhku…"

Ia mencoba lagi. Namun — tetap tidak bisa. Kekuatan Velora terlalu besar. Dan sekarang — sepenuhnya menguasai.

Storm terdiam. Untuk beberapa saat — ia berhenti melawan. Bukan karena menyerah. Namun karena ia tahu — tidak ada cara untuk menang sekarang.

Namun — ia masih bisa berpikir. Masih bisa berharap.

"…Ku mohon…" suaranya pelan. "…jangan hancurkan semuanya…"

Bayangan muncul di pikirannya. Arabels. Lira. Zero. Jester. Napstylea. Semua orang yang ia kenal. "…Mereka tidak bersalah…"

Tidak ada jawaban. Namun Storm tetap berbicara. Seolah Velora bisa mendengarnya.

"…Jangan sentuh Bumi. Jangan sentuh mereka…"

Kesadarannya mulai semakin tenggelam. Namun satu pikiran muncul lagi.

Tentang — Dooms.

Storm terdiam. Lalu tertawa kecil. "…Ayah…"

Kata itu terasa aneh. Namun nyata. Selama ini — ia diburu. Dikejar. Dianggap ancaman. Namun ternyata — orang itu adalah ayahnya sendiri.

"…Aku tidak menyangka…"

Namun — aneh. Ia tidak marah. Tidak membenci. Tidak menolak. Justru — ada sedikit ketenangan.

"…Setidaknya — aku sempat bertemu."

Meski hanya sebentar. Meski dalam situasi seperti ini. Namun — itu cukup.

Kesadarannya semakin memudar. Namun sebelum benar-benar tenggelam — ia mengucapkan satu hal terakhir.

"…Jangan bunuh dia…"

Tidak jelas ditujukan pada siapa. Velora — atau dirinya sendiri.

Lalu — sunyi.

Kesadaran Storm — tenggelam sepenuhnya.

More Chapters