Di dalam Infinite Dimensions — ruang tak berujung itu mulai berubah. Bukan lagi stabil. Bukan lagi mutlak milik Dooms. Namun — retak.
Api kosmik dari Xyrares Vonalys menyebar ke segala arah. Tidak hanya membakar — namun melelehkan dimensi itu sendiri. Lapisan-lapisan ruang yang tak terhitung — mulai mencair. Berubah bentuk. Tidak lagi sempurna.
Di tengah kehancuran itu — Storm melesat. Dengan Cosmic Hell Sword di tangannya. Setiap ayunan — menghapus bagian dari Domain. Setiap langkah — mendorong batas Infinite Dimensions.
"Apa masih belum cukup?" Suaranya dalam. Tekanannya terus meningkat.
Di kejauhan — Dooms mundur satu langkah. Matanya menyipit. Tatapannya tetap tajam — namun kini jelas — ia mulai terdesak.
Api kosmik yang menyelimuti Storm — menyentuh dimensi di sekitarnya. Dan setiap sentuhan itu — membuat ruang meleleh. Tidak stabil. Sulit dikendalikan.
Dooms mencoba mengangkat tangannya. Memanggil kembali struktur dimensi. Namun — responnya melambat.
"…Energi ini…" Ia menyadari sesuatu. Kekuatan Storm sekarang — bukan hanya besar. Namun — mengganggu kendali Domain-nya. Serangan dimensi yang biasa ia gunakan — kini tidak lagi sempurna. Beberapa bahkan — hancur sebelum mencapai Storm.
Storm muncul tepat di depannya.
WHOOOSH!!
Tanpa ragu — ia mengayunkan pedangnya.
SLAAAAASH!!!
Dooms langsung menahan — namun benturan itu — mengguncang seluruh Domain.
BOOOOOOM!!!
Gelombang energi menyebar. Beberapa lapisan dimensi langsung hancur. Dooms terdorong ke belakang. Tidak jauh — namun cukup untuk menunjukkan satu hal: ia tidak lagi sepenuhnya menguasai situasi.
Storm tidak berhenti. Ia melangkah maju lagi. Api kosmiknya semakin menyala.
"Kenapa?" Suaranya dingin. "Bukannya kau pengendali dimensi?"
Dooms tidak menjawab. Namun ia tahu — kondisinya berubah. Energi Storm — terlalu besar. Terlalu liar. Dan sekarang — mencapai puncaknya.
Ia mencoba menyerang balik. Namun — gerakannya tidak secepat sebelumnya. Tenaganya — mulai tertekan.
Storm menyadari itu. Matanya semakin tajam. "…Ini dia."
Ia mengangkat pedangnya. Energi berkumpul. Lebih besar. Lebih padat.
Sementara itu — Dooms berdiri tegak. Meski terdesak — ia tidak menunjukkan kepanikan.
Namun satu hal jelas — ia tidak bisa lagi menyerang dengan bebas. Karena setiap upaya — akan dihancurkan oleh tekanan energi Storm.
