Di dalam Infinite Dimensions — tidak ada arah. Tidak ada batas. Hanya lapisan dimensi yang terus berubah. Atas menjadi bawah. Jarak menjadi ilusi.
Dan di tengah kekacauan itu — Storm berdiri. Api kosmik dari Xyrares Vonalys masih menyelimuti tubuhnya.
Namun kini — ia mulai diserang. Dari segala arah.
CRACK! WHOOOM! SHRRR!!
Lapisan dimensi runtuh. Terbuka. Lalu menyerang seperti gelombang tak terlihat. Setiap celah — setiap ruang — bisa menjadi serangan. Dan semuanya mengarah pada Storm.
Dari kejauhan, suara Dooms bergema. "Di sini — tidak ada ruang untuk bergerak bebas."
Serangan datang lagi. Lebih cepat. Lebih padat.
Storm langsung bergerak. Namun bahkan kecepatannya — mulai terbatasi oleh ruang tak berujung ini. Beberapa serangan hampir mengenainya. Api kosmiknya menahan sebagian — namun tekanan terus meningkat.
Storm menyipitkan matanya. "…Merepotkan sekali."
Ia berhenti sesaat. Bukan karena terdesak — namun karena memutuskan sesuatu.
Tangannya perlahan terangkat. Energi di sekitarnya mulai terkumpul. Berbeda dari sebelumnya. Lebih padat. Lebih berat. Lebih… menghancurkan.
"Kalau begitu…" suara Storm terdengar rendah. "Pakai ini saja."
Di tangannya — sebuah pedang mulai terbentuk. Gelap. Namun bercahaya dari dalam. Seolah berisi kehancuran kosmik itu sendiri. Udara di sekitarnya langsung retak. Dimensi di dekatnya — mulai goyah.
"Cosmic Hell Sword."
WHOOOOOOOM!!!
Saat pedang itu sepenuhnya terbentuk — seluruh Infinite Dimensions bergetar. Bahkan Domain milik Dooms — ikut terguncang.
Di kejauhan, Dooms menyipitkan matanya. "…Senjata penghancur dimensi."
Storm menggenggam pedang itu erat. Serangan dimensi kembali datang. Bertubi-tubi. Dari segala arah.
Namun — kali ini — Storm tidak menghindar.
Ia mengayunkan pedangnya.
SLAAAAAASH!!!
Satu tebasan — membelah lapisan dimensi di depannya. Bukan sekadar memotong — namun memusnahkan. Ruang itu hilang. Lenyap. Serangan yang datang — ikut menghilang bersamanya.
Storm bergerak. Lebih cepat. Lebih agresif.
SLASH! CRACK! BOOM!!
Setiap tebasan — menghapus dimensi di jalurnya. Setiap langkah — membuka celah dalam Infinite Dimensions. Serangan Dooms terus datang — namun kini — terhalau. Ditebas. Dihancurkan. Dihapus.
Storm melesat ke depan. Menuju sumber tekanan itu. Menuju Dooms.
Api kosmiknya semakin menyala. Pedangnya bergetar oleh energi besar.
