Cherreads

Chapter 491 - Infinite Dimensions

Dimensi itu bergetar hebat. Api kosmik dari Xyrares Vonalys masih menyala di tubuh Storm. Setiap percikan kecilnya — mampu merusak struktur ruang.

Di hadapannya — Dooms berdiri diam. Namun kini — tatapannya berubah. Lebih tajam. Lebih fokus.

"…Sudahi permainanmu." Suaranya pelan. Namun langsung menekan seluruh dimensi.

Dooms mulai serius.

Ia mengangkat tangannya perlahan. Ruang di sekitarnya langsung bereaksi. Retakan-retakan yang ada — tidak lagi menyebar — namun justru terkumpul. Seolah semua dimensi dipanggil ke satu titik.

"Infinite Dimensions."

Dalam sekejap — WHOOOOOOOOOM!!!

Seluruh ruang berubah. Bukan retak. Bukan hancur. Namun — terbuka. Lapisan demi lapisan dimensi muncul. Berlapis. Bertumpuk. Tanpa batas. Seperti cermin yang memantulkan cermin lainnya — tanpa akhir.

Storm menyipitkan matanya. "…Domain."

Namun ini berbeda dari sebelumnya. Jauh lebih luas. Jauh lebih dalam.

Dooms menatapnya lurus. "Ini bukan sekadar ruang." Suaranya bergema dari segala arah. "Ini adalah — tak berujung."

Dalam sekejap — Storm terseret. Bukan secara fisik — namun keberadaannya — ditarik masuk. Api kosmiknya menyala — namun tetap tidak bisa menahan tarikan itu sepenuhnya.

"Kalau begitu…" Storm tidak melawan tarikan itu. Ia justru membiarkan dirinya masuk. "…aku hancurkan dari dalam."

WHOOOOM!!!

Storm menghilang. Masuk ke dalam Domain. Dan dalam sepersekian detik — Dooms juga lenyap.

Dimensi itu kembali sunyi. Seolah tidak pernah ada apa-apa.

Di luar — semua orang terdiam.

Marika melihat ke sekeliling. "…Mereka hilang."

Herena mengangguk pelan. "Bukan hilang — tapi dipindahkan."

Slash menatap langit kosong itu. "Ke dalam dimensi lain."

Di sisi lain — Aryes menyipitkan matanya. "…Domain Dooms." Ia tahu apa itu berarti. "Kalau sudah masuk ke sana — tidak ada yang bisa ikut campur."

Zero mengepalkan tangannya. "Storm sendirian…"

Lira menunduk sedikit. "Dan kali ini — melawan Dooms."

Namun yang paling terpaku — adalah Arabels. Ia menatap ruang kosong itu. Seolah berharap bisa melihat sesuatu. Namun — tidak ada apa-apa.

"…Storm…" Suaranya pelan. Namun penuh kekhawatiran.

Ia tahu — Storm masih bertarung. Di suatu tempat yang tidak bisa ia lihat.

Di dimensi lain — yang bahkan tidak memiliki batas.

More Chapters