Cherreads

Chapter 5 - BAB 5 TUBUH YANG BUKAN MILIKU

Bab 5 — Tubuh yang Bukan Milikku

Aku tidak bergerak.

Tidak bisa.

Mataku terpaku pada tubuhku sendiri yang terbaring di tempat tidur.

"Itu… aku…"

Dadaku naik turun cepat, tapi anehnya… aku tidak merasakan napas.

Tidak ada detak jantung.

Tidak ada rasa.

Aku menunduk melihat tanganku sendiri.

Masih di sana.

Tapi terasa… kosong.

Seperti bukan milikku.

"Ini nggak mungkin…" suaraku pelan.

Aku melangkah mundur.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tapi bayanganku di lantai… tidak ikut bergerak.

Aku langsung membeku.

Perlahan, aku menoleh ke bawah.

Tidak ada bayangan.

Tidak ada apa-apa.

Aku… tidak benar-benar ada di sini.

Drrt.

Ponsel di meja bergetar lagi.

Aku menatapnya dengan takut.

Layar menyala sendiri.

"Kamu lihat, kan?"

Tanganku gemetar.

"Apa yang kamu mau…" bisikku.

Tidak ada jawaban.

Tapi sesuatu bergerak.

Perlahan.

Di tempat tidur.

Tubuhku… yang tadi diam…

Sekarang… duduk.

Pelan.

Kepalanya menunduk.

Rambutnya menutupi wajahnya.

Aku mundur cepat.

"Jangan…" suaraku pecah.

Tubuh itu—tubuhku—mengangkat kepala.

Dan tersenyum.

Senyum yang sama.

Senyum dari "aku" yang kulihat sebelumnya.

"Itu bukan aku…" aku menggeleng panik.

Tapi dia berdiri.

Berjalan turun dari tempat tidur.

Langkahnya pelan.

Tapi pasti.

Mendekat ke arahku.

Setiap langkahnya membuat udara di sekitarku terasa semakin dingin.

Aku ingin lari.

Tapi kakiku tidak bergerak.

Seolah-olah aku… terikat di tempat.

Dia berhenti tepat di depanku.

Dekat sekali.

Aku bisa melihat wajahku sendiri.

Tapi matanya…

Kosong.

Gelap.

Seperti tidak ada apa pun di dalamnya.

Lalu dia berbisik—

Dengan suaraku sendiri.

"Terima kasih… sudah membuka pintu."

Air mataku jatuh.

"Aku nggak buka…" aku hampir berteriak.

Dia tersenyum lebih lebar.

"Tidak perlu."

Sunyi.

Lalu—

Dia menoleh ke arah pintu kamar.

Pintu itu… terbuka sedikit.

Gelap di baliknya.

Sama seperti sebelumnya.

Dia kembali menatapku.

Dan berkata pelan—

"Sekarang… kamu yang harus masuk."

Tanganku terasa ditarik.

Bukan oleh dia.

Tapi oleh sesuatu dari arah pintu itu.

Kegelapan itu… bergerak.

Mendekat.

Menelan lantai.

Menelan dinding.

Dan perlahan—

Menarikku masuk.

Aku mencoba melawan.

Berteriak.

Tapi suaraku hilang.

Dan sebelum semuanya benar-benar gelap—

Aku melihat satu hal terakhir.

Diriku sendiri.

Yang sekarang berdiri di kamarku.

Tersenyum.

Seolah… akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan.

More Chapters