Cherreads

Chapter 10 - Chapter 10 – Chaos by the River

Chapter 10 – Chaos by the River (Kekacauan di Sungai)

"Hei Lian Yuexin! Keluarlah, ayo kita pergi!" Su Linyao berteriak di luar rumah Lian Yuexin. Ia bersama dengan Han Meiyun yang menunggu dengan menatap bunga biru.

Lian Yuexin yang hampir selesai dengan ukirannya pun tersentak dengan suara itu. Ia lalu dengan cepat menyimpan ukirannya dan pergi keluar rumah. Ayahnya hanya bisa menghela napas kecil saat melihat putrinya berlari keluar rumah.

Di luar, Su Linyao berdiri sambil melihat Han Meiyun yang memperhatikan bunga biru milik Lian Yuexin.

"Ada apa?" Lian Yuexin melihat kedua temannya yang sudah menunggu.

"Ayo kita pergi. Aku merasa bosan..."

"Mau pergi ke mana? Apakah ke tempat sebelumnya?" tanya Lian Yuexin dengan nada penasaran.

"Tidak, di sana membosankan. Jika kita ke sana, akan ada orang yang melakukan gaya aneh lagi." perkataan Su Linyao tidak ada tekanan atau suara yang berbeda, namun di sana dengan jelas terdapat kalimat yang menyinggung Han Meiyun.

Han Meiyun yang sebelumnya masih memperhatikan Bunga Biru dengan tenang, kini ia menoleh dengan tatapan tajam ke arah Su Linyao.

"Kau! Apakah kau mengatakan diriku?!" ia tahu dengan jelas bahwa perkataan itu ditujukan pada dirinya. Ia tidak mungkin salah!

Melihat tatapan tajam dari Han Meiyun yang diberikan kepadanya, Su Linyao merasa gemetar. Ia dengan cepat bersembunyi di balik Lian Yuexin.

"Tidak, aku tidak bermaksud begitu..."

Su Linyao jelas berbohong, dan kebohongan itu diketahui oleh Han Meiyun yang masih menatapnya tajam.

Han Meiyun lalu melangkah perlahan ke arah Su Linyao yang bersembunyi di belakang Lian Yuexin. Ia memasang wajah seperti orang kesetanan, ia terus berjalan ke arah Su Linyao.

"Kau berbohong! Kau jelas-jelas menyinggungku!"

Su Linyao merasakan tekanan yang tidak terlihat. Han Meiyun yang ada di hadapannya terlihat mengerikan dan berbeda. Keringat muncul di wajahnya, saat ini ia merasa menyesal!

"Sudah-sudah. Kenapa kalian jadi berkelahi?" Lian Yuexin mencoba menenangkan, namun Han Meiyun tidak mendengarkan, ia terus melangkah ke arah Su Linyao.

Saat ia sudah di dekat Lian Yuexin dan Su Linyao, Han Meiyun berlari dengan cepat ke arah Su Linyao. Ia muncul di belakangnya dan langsung mencubit telinga dan punggung Su Linyao dengan keras.

Su Linyao hanya bisa berteriak dengan keras saat menerima itu dari Han Meiyun. Ia berusaha meminta maaf, namun Han Meiyun tidak mendengarkan.

Ia terus mencubit Su Linyao di berbagai tempat. Lian Yuexin yang berada di dekat mereka hanya bisa melihat dengan pasrah.

Lian Haoyu yang sedang menikmati makanan dengan istrinya tiba-tiba mendengar suara teriakan seseorang di luar. Ia menatap istrinya sejenak lalu dengan cepat keluar.

Saat keluar, ia terkejut melihat Su Linyao yang kesakitan karena Han Meiyun. Tanpa bertanya, ia langsung menghentikan keduanya.

"Eh, sudah-sudah. Ada apa kalian ini?"

Melihat ayah Lian Yuexin yang keluar, membuat keduanya berhenti. Han Meiyun masih memasang wajah kesal, sedangkan Su Linyao merintih kesakitan karena pukulan Han Meiyun.

"Su Linyao yang melakukannya duluan. Dia mengejekku terus menerus."

Su Linyao langsung menimpali dengan cepat. "Aku hanya bercanda, tidak serius. Kau saja yang terlalu emosi."

Han Meiyun kembali menatap tajam ke arah Su Linyao. Namun dengan cepat dihentikan Lian Yuexin.

"Sudahlah, kalian ini seperti anak kecil saja. Ayo kita bermain." Ia mencoba menenangkan keduanya.

Namun sebenarnya yang tidak diketahui oleh mereka adalah, Han Meiyun hanya memberi pelajaran kepada Su Linyao yang suka mengejek seseorang. Ia tidak masalah jika dirinya yang dipermainkan, namun jika itu orang lain, ia tidak bisa membayangkan bahaya apa yang akan dihadapi Su Linyao saat itu.

Mereka bertiga pun berpamitan dengan orang tua Lian Yuexin, dan pergi untuk bermain. Kali ini mereka memang tidak pergi ke gua, namun pergi ke arah yang lain.

Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah tempat. Di sini terdapat beberapa hewan ternak milik warga.

"Kenapa kita pergi ke sini? Apa yang mau kita lakukan?" tanya Lian Yuexin yang terlihat bingung saat Su Linyao membawanya kemari.

Han Meiyun juga sama, ia tidak tahu kenapa Su Linyao membawa mereka ke tempat seperti ini. Ia tidak mengatakan apapun sebelumnya.

Su Linyao dengan senyum licik di wajahnya pun melihat ke arah mereka dan berkata. "Kita akan bermain di sini. Kalian lihat di sana, banyak sekali hewan ternak milik warga. Kita akan bermain bersama mereka..."

Mendengar perkataan Su Linyao, membuat mereka berdua terkejut. Mereka tidak mengira Su Linyao akan mengajak mereka bermain dengan hewan milik warga.

Tanpa menunggu jawaban dari kedua temannya yang masih terkejut. Su Linyao membawa mereka ke dekat hewan itu. Saat berada di dekat mereka, Su Linyao mengambil sebuah batu berukuran cukup besar. Ia mengangkatnya dengan hati-hati lalu melemparkannya ke arah sapi yang sedang makan dengan tenang.

Saat batu itu mengenai sapi, ia menoleh. Sapi itu seperti memasang wajah kesal saat melihat mereka bertiga. Sapi itu lalu bersuara dengan keras yang membuat kawanan di sekitarnya ikut merespon. Hal itu membuat mereka bertiga terkejut!

Belum selesai mereka menghilangkan keterkejutan, sapi itu sudah bergerak ke arah mereka. Sapi itu mengejar mereka!

Ketiganya berlari secepat mungkin, tawa dan teriakan bercampur dengan suara sapi yang marah. Su Linyao yang awalnya terlihat percaya diri, kini panik sambil menyeret Lian Yuexin dan Han Meiyun.

"Su Linyao!! Kenapa kau melakukan hal ini!" teriak Han Meiyun sambil berlari menghindari langkah besar kawanan sapi yang mendekat.

Lian Yuexin yang sempat terpaku sesaat, lalu dengan cepat meniru langkah teman-temannya. Ia berlari dengan cepat ke arah yang tidak ditentukan.

Su Linyao yang awalnya merasa senang, kini mulai menyesal dengan kelicikannya. "Aduh... aku hanya ingin bermain sedikit... tapi ternyata mereka marah!"

Mereka berlari menembus ladang, suara kaki mereka beradu dengan tanah, ditambah suara kawanan sapi yang semakin mendekat. Debu beterbangan di sekitar, dan tawa serta teriakan bercampur menjadi satu.

Di desa, warga desa yang sedang melakukan aktivitas dibuat terkejut oleh getaran tanah yang muncul. Mereka bertanya-tanya dari mana asalnya, namun tidak ada yang tahu!

Tak lama kemudian, Lian Yuexin, Su Linyao dan Han Meiyun muncul ke jalanan desa. Mereka berlari melewati setiap orang yang masih kebingungan dengan sumber getaran. Namun tak lama kemudian, getaran itu semakin besar, dan saat mereka menoleh ke arah suara itu, mereka melihat sekelompok sapi yang berlari. Sekelompok sapi itu terlihat marah pada seseorang!

"Sapiku! Ke mana dia pergi?!" salah seorang warga berteriak saat melihat sapinya yang pergi entah ke mana.

"Mereka... mereka mengejar Lian Yuexin dan teman-temannya!" seorang pria lalu berteriak saat melihat arah lari sapi yang sama dengan arah lari Lian Yuexin dan teman-temannya sebelumnya.

Ketiganya masih berlari dengan cepat, jantung berdetak keras, napas tersengal. Sapi-sapi itu tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti.

Lian Haoyu dan Mei Ruyin yang sedang duduk santai di halaman rumah juga dibuat terkejut saat merasakan getaran di tanah. Mereka melihat ke arah munculnya getaran itu. Dan saat mereka melihat dengan lebih jelas, mereka dibuat lebih terkejut! Itu adalah anak mereka dan temannya yang sedang dikejar oleh sekelompok sapi!

Mei Ruyin hampir pingsan saat melihatnya, Lian Haoyu hanya bisa terdiam mematung saat melihat pemandangan itu melintas di hadapannya.

Han Meiyun yang berlari di belakang Su Linyao pun merasa kesal dengan tindakannya. "Su Linyao!! Kau yang melakukannya dan kau juga yang berlari paling depan!!"

"Aku tidak ingin mati karena sapi!" Lian Yuexin terus berlari sekuat tenaga.

"Maafkan aku!!"

Setelah cukup lama berlari, mereka pun melihat sungai di depan. Dengan cepat mereka memutuskan untuk berlari ke arah sungai untuk menghindari kejaran sapi yang terus mendekat.

Saat sudah dekat dengan sungai, mereka berlari lebih cepat. Lalu sesaat kemudian, mereka bertiga melompat ke dalam air sungai secara bersamaan.

Tak lama setelah itu, kawanan sapi itu muncul. Mereka berhenti tepat di tepi sungai. Sapi-sapi itu melihat mereka bertiga yang berenang ke sisi lain sungai.

Su Linyao yang basah merasa tenang saat melihat kawanan sapi tidak mengejar lagi.

Han Meiyun hampir pingsan saat di dalam air karena napasnya yang berat.

Lian Yuexin hanya bisa terbaring lemas karena merasa sangat lelah berlari-lari dari kejaran sapi.

"Hanya seekor sapi, membuatku hampir merasakan kematian!" rintih Su Linyao, suaranya hampir tidak terdengar karena kelelahan.

"Seekor?! Kau berkata seekor?! Itu bukan seekor bodoh! Itu sekawanan sapi atau bahkan sekawanan maut yang mengejar!!" Han Meiyun merasa sangat kesal kepada Su Linyao. Hari ini sudah dua kali ia dibuat kesal karena hal bodoh yang dilakukan Su Linyao!

Su Linyao menunduk, air mengalir menetes dari rambutnya yang basah, wajahnya merah bercampur malu dan takut. "Aku... aku tidak tahu mereka akan sebanyak itu..." suaranya tercekat, tubuhnya gemetar oleh dinginnya air sungai dan sisa kepanikan.

Lian Yuexin menarik napas panjang, matanya menatap air yang beriak akibat perenangan mereka.

"Kita harus hati-hati lain kali," suaranya pelan, tapi napasnya masih tersengal. "Jangan pernah mengacaukan ternak warga lagi, Su Linyao. Bisa-bisa kau membuat semua orang ketakutan seperti tadi."

Han Meiyun, meski masih sedikit tersengal, mulai memutar tubuhnya. Wajahnya masih kesal, tapi ada sedikit senyum tipis yang muncul. "Jika kau tidak belajar dari ini, kau akan selalu membuat orang lain hampir mati karena ulahmu."

Ia menatap Su Linyao tajam, namun nadanya kini lebih tenang.

Su Linyao menunduk, air di wajahnya meneteskan rasa bersalah. "Aku janji... tidak akan ada lagi," gumamnya.

Ia menatap ke arah kawanan sapi yang masih berdiri di tepi sungai, melihat mereka menunggu dengan mata waspada, tapi kini tidak terlalu agresif.

Lian Yuexin mengusap wajahnya, lalu menepuk bahu Su Linyao. "Ayo kita pergi dari sini dan mencari tempat yang lebih aman. Aku rasa kita sudah cukup membuat kekacauan di desa hari ini."

Mereka bertiga lalu berjalan beriringan meninggalkan tempat itu, meninggalkan kawanan sapi yang juga mulai pergi ke arah lain.

Saat sampai di tempat yang lebih aman, mereka bertiga duduk untuk beristirahat, napas masih berat dan jantung perlahan kembali normal.

Lian Yuexin menatap Su Linyao dan Han Meiyun. "Kita beristirahat sebentar, di sini suasananya lebih tenang."

Su Linyao hanya bisa mengangguk cepat, menunduk malu, sementara Han Meiyun mengedarkan pandangan ke sekitar, memastikan tidak ada lagi bahaya yang mendekat. Kali ini ketiganya beristirahat dan menenangkan diri, air yang menyegarkan membasahi tubuh mereka, memberi rasa lega setelah teror sapi yang membuat jantung mereka hampir lepas.

Tawa kecil mulai terdengar dari Lian Yuexin, diikuti Han Meiyun yang tersenyum tipis, dan akhirnya Su Linyao juga ikut tersenyum, meski masih canggung. Kekacauan hari ini perlahan berubah menjadi cerita yang akan selalu mereka ingat.

More Chapters