Cherreads

Chapter 9 - CH 07 - Ahli Misterius

Tian Zi mengangguk. Ini adalah momen yang selama ini ia tunggu setelah lima belas tahun lamanya hidup dalam kesepian, dan juga kegelapan, yang selalu dipenuhi dengan latihan dan pertarungan.

Namun, tentu saja Tian Zi mengerti bahwa langkah ini bukanlah pertanda baik baginya. Mao Qiao selalu mengatakan bahwa Alam Keabadian Yin Yang begitu kejam, hanya ada puluhan orang baik dari seribu orang jahat. Berarti secara alami, ia sedang menuju ke arah kematiannya sendiri.

Apakah dia mampu bertahan atau tidak, itu semua tergantung seberapa besar tekad dan kemampuannya untuk hidup.

“Namun, sebelum itu kau harus mengubah penampilanmu terlebih dahulu.”

“Kenapa begitu?” tanya Tian Zi bingung.

“Meskipun orang-orang yang menyerangmu berasal dari Sekte Phoenix Emas, tapi jangan lupa dalang di balik semuanya tak lain adalah Klan Phoenix Agung. Kau tahu sendiri jika mereka memiliki banyak rahasia. Seperti hari ini di mana mereka dapat menemukan persembunyianmu padahal kau sama sekali tidak pernah keluar hutan. Aku tidak bisa memastikannya, namun seharusnya itu ada sangkut pautnya dengan Cakram Langit yang pernah aku ambil lima belas tahun yang lalu.”

Mao Qiao melanjutkan, “Sekarang kita telah mencuri salah satu keterampilan mereka, tidak ada yang dapat memastikan bahwasannya penampilanmu masih aman. Jadi untuk menghindari masalah yang tidak-tidak, kau harus mengubah penampilanmu dan gunakan identitas baru.”

Alasan ini cukup masuk akal juga. Bagaimana pun, kemampuan Tian Zi masih jauh dari kata cukup untuk menghadapi mereka. Pilihan yang paling baik untuk sekarang adalah tidak meninggalkan jejak sedikit pun.

Tian Zi melambaikan tangannya lembut, mengubah rambut peraknya menjadi hitam pekat, dan jubah yang awalnya putih kini telah menjadi hitam dan putih, dengan corak emas.

“Memang yang diharapkan dari Sekte Phoenix Emas. Mereka selalu memiliki pakaian yang bagus,” katanya dengan lembut.

“Selanjutnya namamu. Kau tidak mungkin menggunakan nama Tian Zi sedangkan Sekte Phoenix Emas pasti sudah menyebarkannya ke beberapa tempat.”

Tian Zi mulai berpikir. Setelah beberapa saat dan masih belum menemukan yang cocok, ia tiba-tiba berdesah. “Ah, merepotkan. Cukup dibalikan saja.”

“Zi Tian?” Mao Qiao memiringkan kepalanya. Nama ini terlalu dekat, tapi pada akhirnya ia tetap setuju. “Baiklah, seharusnya tidak begitu bermasalah. Kita pergi sekarang.”

Tian Zi mengangguk. Pedang terbang muncul di bawah kakinya. Mereka melesat ke langit jauh.

Tak lama setelah Tian Zi dan Mao Qiao melesat menghilang di balik batas hutan, keheningan yang dingin kembali menguasai tempat itu. Namun, keheningan itu segera terpecah oleh kedatangan sosok lain.

Seorang pria tua mendarat dengan anggun di bekas lokasi pertempuran. Ia mengenakan jubah abu-abu polos yang tampak usang, namun sorot matanya yang tenang memancarkan otoritas dan wibawa yang tak terbantahkan, seolah ia adalah sosok yang telah mengamati roda takdir berputar selama ratusan tahun.

Pak Tua itu berjalan perlahan, mengitari bebatuan yang hangus dan reruntuhan pepohonan. Ia adalah seorang ahli pengamat. Ia memicingkan mata pada beberapa jejak kaki yang khas dan sisa-sisa Energi Spiritual yang tersebar.

“Jejak dingin ini... Kenapa seperti diciptakan oleh energi api? Juga ada jejak kaki yang masih terorganisir,” gumamnya pelan. Ia menyentuh sebagian tanah yang membeku dan segera menyadari kekuatannya.

“Mungkinkah... dari Sekte Phoenix Emas? Tapi untuk apa mereka datang ke tempat terpencil seperti ini?”

Pak Tua itu melanjutkan pencariannya. Tangannya yang keriput mengambil salah satu sobekan kain yang terasa dingin di atas batu. Kain itu adalah objek yang ia butuhkan. Ia menutup mata, menarik napas dalam-dalam, dan sebuah cahaya misterius yang lembut mulai bersinar dari dahinya, terhubung dengan bercak darah tersebut.

Ia mengaktifkan teknik kuno semacam Proyeksi Masa Lalu.

Lingkungan di sekitar Pak Tua itu tiba-tiba berputar. Dalam sekejap, ia tidak lagi berada di hutan yang tenang, melainkan di tengah-tengah kekacauan pertempuran. Ia melihat dengan jelas sosok seorang pria tua yang memimpin para ahli, yang wajahnya sangat ia kenali. Itu adalah Wang Zhen dari Sekte Phoenix Emas!

“Mengapa orang tua itu ada di sini? Terlebih lagi ia membawa banyak ahli di ranah lapisan kelima hanya untuk— dia...?” Mata Pak Tua itu jatuh pada seorang pemuda di lawan arah yang usianya jelas masih sangat muda.

Pak Tua itu terkejut. Ia menyaksikan pemuda itu mengeluarkan sejenis api yang tak terbayangkan. Nyala api itu tidak berwarna merah atau oranye biasa, melainkan biru cerah yang terkadang terdapat ribuan manik-manik yang mirip seperti kosmik dan aura dingin yang membekukkan di sekitarnya.

“Aura ini... Kenapa aku merasa itu jauh lebih kuat dari Api Langit?” Ekspresi Pak Tua itu berubah. Saat menyaksikan pemuda itu hanya perlu satu gerakan untuk menelan dan menghancurkan seluruh tim Sekte Phoenix Emas, wajahnya menjadi pucat pasi. 

“Sungguh mengerikan. Dia tidak hanya memiliki sesuatu yang tidak di miliki oleh orang seusianya, malahan dapat mengendalikannya ke tingkat seperti itu. Siapa anak muda ini? Di lihat dari usianya dia seharusnya belum mencapai tiga puluh tahun. Tapi dia sudah memiliki kemampuan sehebat itu sebelum mencapai puncak kedewasaan?” gumamnya dengan tertegun. Pak Tua itu melihat dengan jelas bagaimana Wang Zhen jatuh tanpa perlawanan yang berarti.

“Hanya ada satu api yang memiliki sifat dingin ekstrim. Jika aku tidak salah menebak, itu seharusnya jenis Api Misterius peringkat ketujuh. Tapi bukankah ia juga memiliki sifat panas? Kenapa barusan aku tidak merasakannya?”

Tiba-tiba, proyeksi masa lalu itu berakhir secepat kilat. Pak Tua itu membuka matanya, napasnya sedikit tertahan, aura wibawanya terguncang.

Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya sedikit kasar. Kemudian pandangannya dialihkan ke langit jauh. Terlihat mata cerah yang penuh kelelahan.

“Sepertinya, memang akan ada bencana besar ke depannya. Sesuai yang ditakutkan Kaisar Wu, aku harus segera mengumpulkan anak muda berbakat dari setiap penjuru untuk nantinya membantu Kekaisaran setelah waktunya tiba.”

Tubuh Pak tua itu seketika menghilang.

Tian Zi terbang di ketinggian menggunakan pedang terbang, sedangkan Mao Qiao duduk tenang di atas pundaknya sambil memakan buah.

Selama dalam perjalanan, Tian Zi terus mengalihkan pandangannya ke bawah, melihat pemandangan yang selama ini ia tidak pernah lihat di dalam hutan, bahkan di dunia kecilnya.

Ada begitu banyak bangunan, tempat-tempat indah sampai yang mengerikan. Begitu banyak jumlah orang di bawah, yang terkadang ada yang sedang bertarung dengan binatang.

Akibat dia yang mudah teralihkan dengan hal-hal kecil, Mao Qiao beberapa kali memarahinya, entah itu karna hampir menabrak makhluk-makhluk terbang, atau pun dengan sikap seperti ini dia akan mudah lengah.

______________

★ Ilustrasi Penampilan Tian Zi (6) 

★ Ilustrasi Penampilan Zi Tian (7)

More Chapters