"Baiklah, sekarang fokuskan Auramu. Bagus, dorong dan keluarkan Aura tersebut secara meledak-ledak." Netero memberi instruksi sembari ikut mencontohkan.
Boom! Suara dentuman serta gelombang udara terjadi.
"Dengan Ren kita dapat meningkatkan kekuatan serta durabilitas fisik kita. Jika kamu ingin peningkatan yang eksplosif, teknik ini adalah terknik termudah yang bisa kamu gunakan, walaupun pengeluarannya Aura-nya cukup banyak."
"Sekarang aku ingin kamu mendorong batu itu sembari mempertahankan Ren-mu." Netero menunjuk ke arah batu yang ada di tengah padang rumput.
"Baiklah." Jawab Ives.
Biscuit mengikutinya di belakang, ingin melihat praktek ini dari dekat.
Ives menyentuh batu itu dengan kedua tangannya, setelah menarik napas panjang, dia melihatnya mulai mendorong batu itu.
Bunyi dentuman tumpul yang khas terdengar, yang mana menandakan bahwa batu itu mulai bergeser.
Satu meter pertama berhasil didorong dengan mudah, dalam hati dia mengangguk dan berpendapat bahwa jarak ini memang sudah menjadi cakupan level mereka.
Dua meter, tiga meter, empat meter, saat menyentuh angka lima meter, bunyi dentuman kedua terdengar, yang ini sedikit lebih keras dari bunyi pertama.
'Terakhir kali dia mampu mendorongnya sampai jarak enam meter, dengan apa yang disebut Ren itu, apakah dia benar-benar mendapat peningkatan? Bisakah dia mendorong sampai jarak sepuluh meter?' Dalam hati Biscuit mulai menerka-nerka. Baginya, lima meter masihlah level yang tidak bisa dia lewati, dia tahu betapa berat batu itu, dan apa yang dia lihat sekarang adalah, Ives terus mendorongnya, yang lebih menakjubkan, dia tidak berkeringat!
Boom!
Ketika dentuman ketiga berbunyi, Biscuit langsung menelan ludahnya. 'Gila, berapa berat batu itu ketika menyentuh angka sepuluh meter? Sepuluh ton? Lima belas? Tidak, itu adalah dua puluh ton!'
Biscuit mulai mengepalkan tangannya. Dia tidak sedang bermimpi, kan? Kekuatan ini, apakah dia masih manusia? Beberapa hari lalu dia masih 'setara' dengannya, tapi kini dia telah dilalui sebanyak tiga kali lipat!
Dan dia masih terus mendorong! Baru ketika dia menyentuh angka empat belas meter, kecepatannya menurun secara drastis, dan dia tidak lagi bisa mendorong batu tersebut.
"Itu, itu dua puluh delapan ton!" Katanya dengan nada terbata-bata. Adakan manusia yang bisa mendorong sesuatu yang seberat lebih dari dua puluh ton? Jika dia tidak menyaksikan hal ini dengan mata kepalanya sendiri, dia pasti akan menganggap orang yang mengkalaim hal absurd itu pembohong, tapi kini...
"Hohoho, luar biasa, bukankah begitu?" Netero yang ikut menyaksikan tertawa sambil mengelus jenggotnya. "Masih bisa ditingkatkan. Dengan sedikit latihan lagi, dia akan dapat menyentuh angka dua puluh meter." Untuk ini Netero benar-beanr yakin.
"Dua puluh meter, itu berarti... empat... empat puluh..." Tubuhnya mulai bergetar, membayangkan seseorang mampu mendorong sesuatu dengan angka tidak masuk akal itu membuatnya merinding dan juga bersemangat.
Takjub, ingin... Hasratnya mulai meningkat, kamu tahu, dia ingin kekuatan ini juga! Tidak, dia harus segera berlatih, dia tidak boleh ketinggalan dengan Ives. Jika dia terus bersantai-santai, jarak antara dirinya dan pria itu akan semakin jauh!
"Master, tolong ajari aku Nen!" Biscuit berbalik menghadap gurunya sambil memohon dengan mata penuh keinginan.
"Hmm? Hal itu bisa diatur."
Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.
