Cherreads

Chapter 36 - Bab 36

"Tch, tch, tch, anak-anak muda yang merepotkan." Netero menggendong mereka berdua kembali ke tempat penginapan mereka.

Setelah merawat luka-luka mereka, Netero pergi.

Satu minggu kemudian.

Di bawah pohon yang rindang, Netero berdiri di depan kedua muridnya sambil menangkat keempat jari tangannya.

"Ada Ten, Zetsu, Ren, dan Hatsu. Keempatnya adalah empat prinsip utama Nen."

"Ten memfokuskan pikiran, merenung, dan membulatkan tekat. Zetsu mengungkapkan kedalam perkataan. Ren, memfokuskan keinginan. Hatsu, tindakan."

"Ives, bagaimana perasaanmu? Kamu pasti merasa lebih kuat dan segar setelah membuka seluruh Aura-mu, kan?" Netero menoleh ke salah satu muridnya.

"Ini terasa sangat aneh, tapi bagus. Jika sebelumnya tubuhku terasa seperti dirantai, sekarang aku merasa bebas dan ringan." Jawabnya sambil melihat kedua tangannya yang telah terlapisi oleh Nen. "Dari penjelasan Anda barusan, apakah ini yang dimaksud dengan Ten?"

"Benar, kamu telah berhasil menguasai Ten bahkan tanpa instruksiku. Ten berarti menyelimuti tubuhmu dengan Aura tanpa membuatnya bocor." Netero mengangguk.

"Aku masih belum paham apa yang kalian bicarakan. Aku tahu maksudnya, tapi aku tidak bisa melihat sesuatu yang dimaksudkan oleh Ives." Biscuit mencoba memelototi kedua tangan pria itu, tapi semuanya sia-sia, itu hanya tangan, tidak ada hal lain yang dikatakan sebagai Aura.

"Hohoho, itu karena kamu masih belum membangkitkan Aura-mu, Biscuit. Ketika Aura-mu terbangun, kamu akan dapat melihatnya." Netero terkekeh.

"Meskipun begitu, aku yakin kamu dapat merasakannya, meskipun samar-samar." Katanya sambil mengelus dagunya.

"Ya? Terasa agak hangat, tapi hanya sebatas itu." Angguk Biscuit dengan agak ragu-ragu.

"Jadi, apakah kamu ingin merasakan yang lebih kuat? Aku bisa menunjukkannya kepadamu."

"Benarkah?!" Mata Biscuit langsung bersinar, nampak bersemangat. Kekuatan misterius ini benar-benar membangkitkan rasa penasarannya, dan sialnya dia didahului oleh Ives, dia tidak ingin ketinggalan!

"Hei, hei, bukankah hal itu berbahaya?" Mata Ives berkedut.

"Tenang saja, aku hanya akan menunjukkannya sedikit." Jawab Netero sambil mengedipkan matanya.

"Mengapa aku tidak ingin mempercayaimu..."

"Oke, Biscuit, apakah kamu mau merasakannya sambil berdiri atau duduk?"

"Berdiri, aku ingin merasakannya dengan seluruh tubuhku." Biscuit langsung loncat dan mendarat dengan kedua kakinya. "Aku siap!" Mengambil kuda-kuda, dia sepenuhnya siap untuk merasakan apa yang dinamakan Nen itu.

"Baiklah. Aku datang~" Saat senyum Netero terangkat, tiba-tiba terjadi sesuatu seperti ledakan.

Dari sudut pandang Ives, dia melihat bloodlust Netero yang terkondensasi. Niat buruk itu menerpa ke arahnya dan Biscuit, tapi, tidak seperti Biscuit, dia terlindugi dengan Ten.

Setelah lima detik, Netero menarik kembali Auranya dan bertanya sambil terkekeh, "Bagaimana? Puas?" Melihat Biscuit dngan kaki gemetar dan mulut terkatup, Netero tersenyum.

"Biscuit, apakah kamu baik-baik saja?" Bangkit dari tempat duduknya, Ives merangkul Biscuit dan membantunya duduk.

"Unn, aku baik-baik saja." Angguknya sambil masih gemetaran.

"Sini, mari aku bantu." Berjongkok di depan gadis itu, Netero mengangkat jari telunjuknya lalu menuliskan sesuatu di udara, setelah itu dia menepuk bahu Biscuit.

Ajaibnya, Biscuit yang detik sebelumnya masih ketakutan dan gemetar tiba-tiba menjadi tenang, bahkan nampak disegarkan.

"Pe-perasaan ini sungguh ajaib." Biscuit berkedip polos, sepenuhnya kagum akan perasaan menyegarkan yang tubuhnya tiba-tiba rasakan. "Terasa sangat familiar, ini seperti yang telah dilakukan oleh wanita yang telah kita temui sebelumnya, siapa namanya lagi? Lonnett?"

"Linnet." Ives membenarkannya.

"Benar, Linnet." Biscuit mengangguk sambil menepuk tangannya.

"Oh?" Netero tiba-tiba mengangkat alisnya. Nama yang familiar.

"Apakah Anda mengenalnya, Master?" Tanya Ives. Dia tahu Netero berteman dengan Linnet, tapi dia masih ingin bertanya.

"Tidak, tidak, hanya terdengar familiar saja." Netero kembali terkekeh sambil menyipitkan matanya.

"..." Tidak hanya mesum, pak tua ini juga sangat gemar berbohong. Mungkinkah sifat Biscuit di masa depan dipengaruhi oleh Netero? Mungkin...

Access 40 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.

More Chapters