Cherreads

Chapter 864 - Melampaui Ruang dan Waktu

Dargon membentangkan seluruh sayap naganya. Energi emas berkumpul di sekitar tubuhnya. Ia bersiap menghadapi Storm.

Namun... Storm tidak bergerak. Selama beberapa detik, seluruh Gamma Draconis terasa sunyi. Kemudian mata Storm menyala.

*FWOOSH! *

Tubuh Xyrares Vonalys menghilang. Bukan sekadar bergerak dengan kecepatan cahaya. Kecepatannya telah melampaui batas yang mampu dipahami ruang di sekitarnya. Ruang di sekitar Storm seolah melambat. Asteroid yang beterbangan tampak berhenti. Gelombang energi Dargon seperti membeku. Dan cahaya dari Gamma Draconis terlihat tertinggal.

Dargon belum sempat bergerak. Storm sudah berada tepat di hadapannya. "Mustahil..." Dargon bahkan tidak sempat mengangkat Eternal Golden Dragon Sword.

Storm menggenggam kedua Two Spears of Fire. Api putih kebiruan dari God Slayer Form menyelimuti kedua tombak tersebut. Kemudian—

*SHING! *

Satu tebasan. Storm melintas melewati tubuh Dargon. Semuanya terjadi dalam sekejap.

Dargon terdiam. Tubuh naga raksasanya terbelah menjadi dua bagian akibat serangan Storm. Namun sebelum kedua bagian itu sempat menjauh... Api putih kebiruan menyelimuti tubuhnya. Panas dari God Slayer Form begitu dahsyat hingga tubuh Dargon perlahan melebur menjadi energi dan cahaya. Eternal Golden Dragon Sword terlepas dari genggamannya. Kemudian... Dargon lenyap dari medan pertempuran.

Storm berhenti beberapa kilometer dari tempat Dargon sebelumnya berada. Api putih kebiruan masih menyelimuti tubuhnya. Ruang yang sebelumnya terasa melambat kembali bergerak normal. Asteroid kembali melayang. Gelombang energi kembali menyebar. Cahaya Gamma Draconis kembali terlihat seperti biasa.

Napstylea hanya terdiam. Matanya membesar. "Storm..." Tyrannons juga tidak mampu berkata-kata. Maxtis yang sejak awal mengamati pertarungan kini kehilangan senyum di wajahnya. Aryes menatap layar kapal Nexus dengan ekspresi serius. Tidak seorang pun menyangka pertarungan itu akan berakhir secepat ini.

Storm baru saja menggunakan kekuatan yang bukan sekadar kecepatan. Ia telah bergerak melewati batas ruang dan waktu.

Maxtis akhirnya berucap pelan. "Jadi... Itulah kekuatan sebenarnya."

Tyrannons menatap Storm. "Dia mengalahkan Dargon dalam satu serangan..."

Napstylea masih terpaku. Namun pikirannya langsung tertuju pada Arabels. "Storm..." Ia melihat Storm yang masih melayang di kejauhan. Pertarungan telah berakhir. Dargon, Raja Naga Draco, telah dikalahkan.

Bersambung.

More Chapters