Cherreads

Chapter 816 - Kekhawatiran Napstylea

Perang di Konstelasi Draco terus berkecamuk. Ledakan demi ledakan menerangi ruang angkasa. Pecahan asteroid, bangkai kapal, dan tubuh para naga memenuhi berbagai penjuru medan perang.

Di tengah kekacauan itu... Napstylea melayang tenang dengan Armor Silver yang menyelimuti tubuhnya. Matanya bergerak ke berbagai arah, mengamati jalannya pertempuran.

Di sisi kiri... Armada Kekaisaran menyerbu kawanan naga tanpa belas kasihan. Meriam energi ditembakkan bertubi-tubi. Pasukan elit Kekaisaran menerobos formasi naga dengan disiplin dan kekuatan yang luar biasa. Bagi mereka... Ini bukan sekadar peperangan. Melainkan misi untuk memusnahkan musuh.

Napstylea lalu mengalihkan pandangannya ke sisi lain. Armada Tartanos juga bertempur melawan para naga. Akan tetapi... Cara mereka bertarung sangat berbeda. Tyrannons dan para prajuritnya tidak memburu kemenangan secepat mungkin. Sebaliknya... Mereka memanfaatkan setiap pertarungan sebagai latihan. Mereka terus mengasah kemampuan saat menghadapi naga-naga kuat.

Napstylea mengernyit. "Cara bertarung mereka benar-benar berbeda... Yang satu ingin memusnahkan... Yang satu lagi ingin berkembang." Ia menghela napas pelan. Perang itu memperlihatkan dua tujuan yang bertolak belakang, meski keduanya menghadapi musuh yang sama.

Beberapa saat kemudian... Tatapannya beralih ke kejauhan. Di sana... Nexus S-4473 masih bertahan di luar garis pertempuran. Kapal raksasa itu tidak ikut menyerbu. Hanya mempertahankan posisi sambil terus memantau keadaan. Napstylea tersenyum tipis. "Syukurlah... Mereka tidak memaksakan diri." Setidaknya Aryes masih mengambil keputusan dengan tenang.

Senyuman itu perlahan memudar. Tatapannya berhenti pada satu titik di kejauhan. Kilatan merah dan ungu terus bertabrakan tanpa henti. Storm... Sedang bertarung sengit melawan Zyron. Bahkan dari jarak sejauh itu, Napstylea masih dapat merasakan tekanan yang dihasilkan oleh benturan mereka. Beberapa kali... Badai Blades Crimson memenuhi ruang angkasa. Sementara Zyron terus menerjang dengan tubuh naganya yang mampu beregenerasi.

Napstylea mengepalkan tangannya. "Storm mulai kesulitan..." Tanpa sadar... Ia melangkah maju. Berniat membantu. Namun sebelum sempat bergerak lebih jauh... Suara Aryes terdengar dari alat komunikasi di dalam helm Armornya. "Napstylea. Jangan mendekat."

Napstylea berhenti. "Komandan Aryes..."

Suara pemimpin X.A.R.A itu tetap tenang. "Storm dan Zyron sedang bertarung dengan serius. Blades Crimson milik Storm sudah memenuhi area pertarungan. Kalau kau memaksakan masuk... bukan tidak mungkin tubuhmu akan tercincang oleh bilah-bilah itu."

Napstylea terdiam. Ia kembali melihat ke arah Storm. Memang benar. Badai pedang merah itu bergerak tanpa pola yang mudah dibaca. Bahkan orang sekuat dirinya pun belum tentu mampu melewatinya dengan selamat.

Napstylea akhirnya mengembuskan napas panjang. "...Baik. Aku mengerti." Ia mengangguk pelan. Meski hatinya ingin membantu... Ia memilih mengurungkan niatnya. Napstylea hanya bisa melayang dalam diam. Tatapannya tidak pernah lepas dari Storm. "Kumohon menanglah... Jangan sampai kau kehilangan kendali... Dan akhiri pertarungan itu."

Ia memahami satu kenyataan. Selama Zyron terus hidup... Para naga di Konstelasi Draco akan terus memperoleh harapan untuk bangkit kembali. Karena itu... Napstylea hanya bisa mempercayakan semuanya kepada Storm, satu-satunya orang yang mampu menghentikan ancaman tersebut.

More Chapters