Cherreads

Chapter 815 - Balas Dendam Sang Naga

Di sudut lain Konstelasi Draco... Langit kosmik dipenuhi kilatan merah dan ungu. Storm dan Zyron kembali berhadapan. Tidak ada satu pun dari mereka yang berniat mundur. Dua sosok itu melesat dengan kecepatan cahaya, saling bertukar tebasan di antara asteroid dan pecahan planet yang telah hancur akibat perang.

*Claaang! *

Pedang Ashura beradu dengan cakar naga Zyron yang diselimuti aura ungu. Gelombang kejut yang tercipta menyapu ruang angkasa. Beberapa kapal naga yang berada terlalu dekat langsung terpental. Asteroid-asteroid besar pecah menjadi debu kosmik hanya karena terkena sisa benturan mereka. Bahkan... Serangan yang meleset dari keduanya sudah cukup untuk meluluhlantakkan sebagian medan perang. Para prajurit, baik dari Kekaisaran maupun Tartanos, sengaja menghindari wilayah tempat mereka bertarung. Tak seorang pun ingin terseret ke dalam duel dua monster itu.

Storm kembali melesat. Pedang Ashura menebas lurus ke arah dada Zyron.

*Sreet! *

Darah naga berhamburan. Namun... Luka itu menutup dalam hitungan detik. Jaringan tubuh Zyron beregenerasi dengan kecepatan yang mengerikan. Storm mengernyit. "Lagi..." Ia sudah berkali-kali melukai naga itu. Memotong sayapnya. Menusuk tubuhnya. Bahkan menghancurkan sebagian sisiknya. Tetapi semuanya selalu kembali seperti semula. Zyron sekarang jauh lebih kuat dibandingkan saat duel pertama mereka.

"Kau mulai kehabisan cara, Storm Realms?" ejek Zyron sambil tersenyum lebar.

Storm tidak menjawab. Ia mengangkat tangan kanannya. Lingkaran cahaya merah kembali muncul di belakang Armor Skycrimson. Namun kali ini... Jumlah Blades Crimson yang keluar jauh lebih banyak. Puluhan... Menjadi ratusan. Ratusan... Terus bertambah hingga memenuhi ruang angkasa. Seluruh bilah merah itu berputar semakin cepat. Membentuk pusaran raksasa yang menyerupai badai. Dari kejauhan... Yang terlihat bukan lagi bilah-bilah pedang. Melainkan tornado merah yang siap mencabik apa pun di dalamnya.

"Blades Crimson... Tempest Formation," gumam Storm.

Dengan satu gerakan tangan... Badai bilah itu langsung menerjang Zyron.

*Srrrtt!! *

Ratusan bilah berputar tanpa henti. Tubuh naga raksasa itu tercabik dari segala arah. Sayapnya terpotong. Sisiknya beterbangan. Lengan dan ekornya dipenuhi luka dalam. Bahkan sebagian tubuhnya hampir hancur. Namun... Di tengah badai itu... Aura ungu kembali menyelimuti Zyron. Seluruh luka mulai menutup. Potongan sisik tumbuh kembali. Daging yang terkoyak pulih dalam sekejap. Hanya dalam beberapa detik... Tubuh Zyron kembali utuh. Seolah badai pedang Storm tidak pernah mengenainya.

"Hahahaha!" Tawa Zyron menggema di seluruh ruang angkasa. Ia mengepakkan keenam sayapnya dengan bangga. "Terkejut? Tubuhku sekarang berbeda. Raja Dargon telah menghidupkanku kembali. Kekuatan regenerasiku jauh melampaui sebelumnya." Ia mengangkat kepalanya tinggi. Tatapannya dipenuhi semangat membara. "Hei manusia fana. Storm Realms. Kali ini... Aku akan membalas semua rasa malu saat kau mengalahkanku." Aura naga ungu meledak dari tubuhnya. Tekanan yang dipancarkannya membuat ruang di sekitarnya bergetar. "Aku bukan lagi Zyron yang dulu. Jadi... Waspadalah. Aku tidak akan mudah dikalahkan lagi."

Storm menggenggam Pedang Ashura semakin erat. Tatapannya tetap tajam. Meski lawannya kini memperoleh kemampuan regenerasi yang luar biasa... Ia tidak menunjukkan sedikit pun rasa gentar.

More Chapters