Di tengah medan perang Ursa Major — situasi semakin memburuk. Kedatangan Hydra dan armadanya telah mengubah keseimbangan kekuatan secara drastis. Radar berbagai kapal terus dipenuhi tanda-tanda baru. Armada tambahan terus berdatangan dari wilayah yang mendukung kekaisaran.
Di atas salah satu kapal Ursa — Napstylea memperhatikan layar taktis dengan wajah serius. Ekspresinya yang biasanya santai kini menghilang. Ia segera mengaktifkan komunikasi jarak jauh.
*BEEP. *
Tak lama kemudian — wajah Aryes muncul dalam hologram. Ia masih berada di istana Ursa Major bersama para petinggi konstelasi. "Ada apa?"
Napstylea langsung menjawab. "Persiapkan pertahanan istana."
Aryes sedikit mengernyit. Namun Napstylea melanjutkan sebelum ia sempat bertanya. "Perang besar akan pecah." Tatapannya tetap tertuju pada medan perang. "Dan aku tidak yakin pertempuran ini akan berhenti di sini."
Di dekatnya — Zero juga sedang memperhatikan laporan armada. Pemuda berarmor emas hitam itu menyilangkan tangannya. "Laporan Napstylea benar."
Aryes langsung menoleh ke hologram Zero.
Zero berbicara dengan nada datar. "Bantuan kekaisaran terus bertambah. Bukan hanya armada. Orang-orang kuat juga mulai berdatangan." Layar taktis menampilkan berbagai titik cahaya baru. Jumlahnya terus meningkat. Zero menyipitkan matanya. "Ini pertanda buruk bagi pemberontak. Mereka terus ditekan dari berbagai arah."
---
Di istana Ursa Major — Aryes terdiam beberapa saat. Ia memahami situasinya. Jika kekaisaran terus mengumpulkan sekutu — maka bukan hanya Tyrannons yang terancam. Ursa Major sendiri bisa ikut terseret ke dalam perang.
Akhirnya Aryes mengangguk pelan. "Baik. Aku akan mempersiapkan pertahanan."
Komunikasi berakhir. Aryes segera berdiri dari kursinya. Tatapannya berubah serius. Para petinggi Ursa yang berada di ruangan itu langsung menyadari sesuatu telah berubah.
Di luar jendela istana — cahaya perang masih terlihat jauh di angkasa.
