Medan perang Ursa Major mendadak berubah sunyi. Semua mata tertuju ke arah armada baru yang muncul dari kejauhan. Jumlah kapal mereka sangat besar. Jauh lebih banyak dibanding armada kekaisaran sebelumnya. Cahaya mesin mereka memenuhi ruang angkasa seperti lautan bintang.
Dan di barisan paling depan — berdiri sosok raksasa yang mengerikan.
Tubuhnya menyerupai manusia. Namun ukurannya jauh lebih besar dibanding prajurit biasa. Armor hitam kehijauan menutupi tubuhnya. Dan yang paling mengerikan — kepalanya berjumlah banyak seperti monster legendaris. Masing-masing kepala bergerak perlahan sambil menatap medan perang dengan senyuman menyeramkan. Aura perang yang keluar darinya begitu berat.
Beberapa prajurit Tartanos langsung gemetar hanya karena melihatnya.
Rea membelalak. "…Hydra."
Pegasus menyipitkan matanya. Sedangkan Arcas langsung memasang ekspresi serius.
---
Semua orang di galaksi mengenal sosok itu. Hydra. Penguasa konstelasi terbesar Hydra. Panglima perang yang terkenal telah menaklukkan banyak konstelasi demi memperluas wilayah kekuasaannya. Dan lebih buruk lagi — Hydra adalah pihak yang mendukung kekaisaran.
Salah satu kepala Hydra tertawa kecil. Lalu suara besarnya menggema di seluruh medan perang. "Jadi ini pemberontakan Tyrannons?" Tatapannya mengarah pada armada Tartanos. Kemudian pada Pegasus. Lalu Arcas. Senyumnya semakin lebar. "…Mencoba untuk bertahan, ya."
Di belakangnya — armada Hydra terus bermunculan tanpa henti. Jumlah mereka benar-benar mengerikan. Bahkan beberapa komandan armada pemberontak mulai panik.
Hydra kembali berbicara dengan nada penuh percaya diri. "Kali ini — pihak kekaisaran akan menang." Salah satu kepalanya menyeringai tajam. "Jumlah armada Hydra milikku — bahkan melebihi armada kekaisaran yang dikirim ke sini." Ia lalu menatap armada pemberontak. "Dan tentu saja — lebih besar dari pasukan kalian."
Suasana medan perang langsung berubah berat. Kini — pihak pemberontak bukan hanya menghadapi Thraxor. Tetapi juga pasukan perang terbesar dari konstelasi Hydra.
