Di tengah wilayah gelap Hydra —
Armada Black Pirates tetap berjaga. Namun siap bergerak kapan saja.
---
Di atas kapal utama —
Gyroll Vergris berdiri dengan tenang. Tatapannya lurus ke kehampaan.
Di sampingnya — Leiras melayang. Tubuh transparannya berpendar pelan.
Tiba-tiba — makhluk itu bergetar. Cahayanya berubah. Mengeluarkan suara halus — seperti sinyal.
Gyroll langsung menyipitkan mata. "…Apa?"
Leiras berputar. Lalu memproyeksikan titik di udara. Sebuah wilayah — dekat sistem bintang katai. Cahaya redup. Hampir tak terlihat. Namun — ada pergerakan.
"Hmm." Gyroll memperhatikan lebih dalam. "…Jadi ada yang masuk." Nada suaranya berubah. Sedikit lebih hidup.
Leiras kembali bergetar. Seolah menegaskan. Target itu nyata. Dan sedang bergerak — memasuki wilayah kekuasaan mereka.
---
Senyum tipis muncul di wajah Gyroll. "…Bagus."
Ia melangkah maju. Mantelnya berkibar ringan. "…Sudah lama tidak ada hiburan."
Tanpa Lord Rylos — tidak ada batasan. Tidak ada perintah yang menahan. Hanya — kebebasan.
Dan bagi Gyroll — itu berarti satu hal: berburu.
---
Ia berbalik. Menghadap kru di belakangnya.
"Siapkan unit pemburu." Suaranya tegas.
"Berapa jumlahnya?" salah satu kru bertanya.
Gyroll menatap kembali ke titik itu. "…Cukup besar." Sedikit jeda. "…Tapi jangan semua." Tatapannya tajam. "Kita tidak menyerang langsung."
Kru terdiam. Mendengarkan.
"Awasi dulu." Gyroll melanjutkan. "…Lihat bagaimana mereka bergerak." Ia menyilangkan tangan. "…Dan cari celahnya."
Leiras melayang di sampingnya. Seolah siap membantu.
"…Kalau waktunya tepat…" Nada suaranya menjadi dingin. "…baru kita kepung."
---
Para kru langsung bergerak. Perintah diteruskan.
Puluhan — lalu ratusan kapal kecil mulai aktif. Lampu mereka menyala satu per satu. Seperti bintang buatan — yang mulai bergerak.
---
Di luar —
Unit pemburu keluar dari formasi utama. Menyebar. Menuju satu arah: target.
