Pasukan khusus yang akan tertelan oleh salah satu hiu steroid itu segera mengeluarkan granat dan menarik penitinya. Dari pada mati sendiri, mereka memilih untuk menarik hiu sialan itu mati bersama mereka. Sungguh tindakan pria sejati!
Berenang cepat ke tepi pantai, Eddie dan lainnya akhirnya berhasil meloloskan diri dari terkaman hiu-hiu itu.
Sejujurnya, Eddie sendiri mampu menghadapi semua hiu itu, tapi hal itu akan sangat merepotkan. Untungnya ada Jessica dan Lisa yang membantunya, jadi dia tidak menyia-nyiakan waktunya di dalam laut.
Sienna yang diselamatkan oleh Eddie segera terengah-engah ketika menginjakkan kakinya di tepi pantai. Tak heran Caroline ingin dekat dengan Eddie, dengan pria seperti itu, siapa yang tidak ingin dekat?
"Terima kasih." Sienna mengucapkan rasa terima kasihnya.
"Terimakasihmu tidak diperlukan, kecuali kamu ingin membayarnya dengan cara lain..." Eddie melambaikan tangannya, tentu saja tak lupa melemparkan lelucon kesukaannya.
"Hmph, aku takut kamu tidak akan berani." Sienna mengangkat alisnya. Untungnya dia tidak memakai riasan hari ini, jika tidak, mungkin hal itu akan benar-benar terjadi.
Eddie menoleh ke arah laut, mengeluarkan senjatanya lalu menembak. Dia menembaki hiu yang masih mencoba menyerang anggota lainnya.
Tentara bayaran yang dipekerjakan oleh Asosiasi Farmasi Global perlahan-lahan mulai menepi ke pesisir pantai.
Dalam pemboman pulau sebelumnya, banyak gedung dan bangunan yang ada di pulau Rockfort hancur. Untungnya catu daya tetap utuh.
"Grahh!" Zombie mulai bergerak lebih dekat ke tepi pulau, selain zombie biasa ada juga Hunter di antara mereka.
"Kita harus cepat masuk, melawan Hunter dan pasukan lawan di daerah ini bukanlah pilihan yang baik." Kata Eddie sambil dengan cepat menendang RPG yang ditembakkan ke arahnya.
*Boom!*
RPG itu melesat ke langit lalu meledak di udara. Suasana langit yang gelap secara singkat diterangi dengan cahaya terang ledakan tersebut.
Berdiri di tebing pulau, Tracker (Tyrant) muncul sekali lagi, kali ini dengan penampilan yang lebih garang serta Rocket Launcher klasik di tangannya.
"F.B.C..." Tyrant Nemesis berkata dengan suara serak yang menyeramkan. Menaruh Rocket Launcher-nya, Nemesis mengamil Gatling gun dan menembakkannya ke seluruh area.
Melihat tindakan lawan, Eddie memeluk Caroline dan Sienna lalu berlari cepat sejauh lima ratus meter dalam satu menit. Dalam lari cepat itu, Eddie juga sesekali menyingkirkan zombie yang menghalangi jalannya.
Setelah sampai di tempat yang aman, Eddie menurunkan dua wanita cantik yang dia gendong.
"Lain kali beri aku petunjuk, aku tidak siap." Sienna berkata sambil mencoba menahan rasa mualnya.
Pasukan khusus serta tentara bayaran yang tidak beruntung terkena peluru Gatling gun Nemesis, adapun hiu yang mencoba menerkam mereka dari belakang juga ikut menjadi korban.
*Bang!*
Hunk membidik kepala Nemesis dengan senapan sniper lalu menembaknya. Tembakan itu membuat Tyrant Nemesis menjadi sedikit kaku dan tidak bisa bergerak.
"Ikut denganku, kita harus meninggalkan pantai dengan cepat." Memanfaatkan situasi ini, Hunk memberikan instruksi kepada teamnya lalu berlari pergi dari pesisir pantai dengan cepat.
Tentara bayaran dan pasukan khusus yang selamat memutuskan untuk pergi secara terpisah. Di tempat yang kacau seperti ini, satu-satunya kesempatan agar mereka selamat tak lain dengan cara memisahkan diri. Kemudian berkumpul di tempat yang telah ditentukan.
Dalam satu kali serangan, Tyrant Nemesis berhasil membunuh hampir lima puluh musuhnya!
"Saya Jettingham, kami mengalami serangan di Rockfort Island. Ada hiu mutan di dekat pantai, harap berhati-hati."
"Kekuatan gigitan mereka dapat menghancurkan tubuh kapal selam. Kami membutuhkan bantuan secepat mungkin!" Jettingham mencoba menghubungi pusat bantuan.
"Diterima, sekarang masuklah ke pulau. Angkatan Laut akan segera mengirim armada untuk membantu anda."
"Ingat, bersihkan jalan bagi armada untuk bergerak masuk." Morgan yang ada di ruang komando segera memberikan perintah.
Pertempuran ini adalah pertempuran hebat, dan dia perlu menemukan bukti andil Umbrella tidak perduli korban yang harus dia terima dalam misi ini.
"Diterima, pak!" Jettingham tidak punya pilihan lain selain menerima perintah yang dikeluarkan oleh markas.
"Sienna, Caroline, di mana kamu sekarang? Datanglah ke arah timur, kita akan bertemu di sana."
"Jika tidak dapat pergi ke sana, maka serang benteng lawan, kita harus membuat jalan agar armada angkatan laut dapat masuk." Jettingham mencoba menghubungi teamnya.
"Saat ini kita sedang melindungi Dr. Eddie, dia sedang mengumpulkan sampel. Kita akan menyerang dari arah barat nanti." Sienna memberikan jawaban cepat.
Di arah balkon kastil, Alfred yang telah menyisir rambutnya memandang ke arah pulau yang mulai terbakar. Melihat kekacauan ini dia mulai merasa kesal.
"Bajingan sialan itu, berani-beraninya mereka menyerang wilayahku!"
"Bebaskan seluruh monster dan kirim mereka untuk menghadapi orang-orang itu."
"Baik, tuan." Pengurus rumah tangga tua itu mengangguk dengan hormat. Meskipun di luar dia terlihat hormat, tapi dalam hati dia merasa jijik dengan keturunan tak bermoral ini.
Menekan tombol tertentu, secara serentak mesin-mesin penampung Monster humanoid setinggi dua meter terbuka.
Monster humanoid itu memiliki lengan kanan yang sangat berotot dan besar, sangking besarnya, lengan kanan itu perlu diseret di tanah ketika monster itu berjalan.
Tyrant cacat itu dibuat tidak untuk menyaingi Tyrant-Tyrant Elit yang telah diproduksi oleh Umbrella, melainkan monster cepat jadi yang digunakan sebagai penyerang masal.
Monster murah yang dapat dibuat secara masal serta ampuh untuk menghancurkan pertahanan musuh.
Setelah Wesker melarikan diri dari dalam penjara, dia awalnya ingin segera menangkap Alfred, tapi setelah melihat monster bertangan satu yang berdatangan seperti banjir, dia memutuskan untuk bersembunyi terlebih dahulu.
Chris di sisi lain kembali ke penjara untuk memberikan perawatan kepada temannya. Setelah memberikan obat penghilang rasa sakit, Chris mulai mengeluarkan peluru yang ada di dalam tubuh Joseph.
Rodrigo yang sebelumnya telah dibantu oleh Chris berkata. "Apakah kamu Chris? Anggota S.T.A.R.S. dari Raccoon City itu?"
"Ya, ada apa?" Jawab Chris tanpa menunjukkan rasa permusuhan. Lagi pula orang itu membantunya keluar dari penjara.
"Semua orang yang selamat dari Raccoon City berada dalam pengawasan Umbrella. Jika kalian tidak mematuhi kepentingan perusahaan, kalian akan ditangkap dan dibunuh."
"Kekuatan Umbrella sangatlah besar, jadi aku harap kamu berhati-hati." Rodrigo berkata sambil terbatuk beberapa kali.
"Lebih dari seratus ribu warga sipil Raccon City tewas akibat ulah mereka. Saya berjanji akan membuat mereka membayar!" Kata Chris dengan nada tegas.
"Jika kamu ingin menemukan hal-hal yang mungkin dapat membantumu, maka pergilah ke tempat penyimpanan arsip."
"Anda harus melewati pabrik terlebih dahulu sebelum dapat pergi ke sana, di pabrik itu terdapat banyak sekali senjata humanoid eksperimental." Rodrigo memberikan saran.
Access 285 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
