Cherreads

Chapter 376 - Bab 375

Cabang Prancis, Christine duduk di kantor presiden ditemani dengan sebungkus rokok di atas meja.

Sebungkus rokok itu adalah rokok yang diberikan oleh Eddie. Rasa rokok ini seperti obat, sedikit manis dan pahit, yang paling memuaskan adalah, asap tidak berbau serta memiliki efek yang luar biasa menyegarkan untuk tubuh.

Menatap monitor, Christine melihat tiga tikus muncul. Tiga tikus itu tak lain adalah Wesker, Chris dan Joseph.

"Tikus-tikus ini selalu bertingkah." Kata Christine sambil menaikkan alis matanya.

"Eddie, sebenarnya apa yang kamu rencanakan?"

Christine mulai berpikir. Alasan mengapa dia tidak keluar dari Umbrella tak lain karena dia berada dalam posisi yang enak. Semuanya masih baik-baik saja menurutnya.

Jika dia keluar, bukan tidak mungkin baginya untuk berpindah pekerjaan. Tapi mengklaim posisi yang sama? Kemungkinan dia perlu menggunakan tubuhnya untuk naik pangkat di perusahaan lain, yang mana sangat tidak dia suka.

Melihat tatapan pria-pria bau itu saja sudah membuatnya jijik.

Meskipun masa depan Umbrella suram, setidaknya pak tua Spencer itu tidak tertarik pada wanita. Selain itu, dia juga dapat menekan suaminya sendiri. Bagaimana mungkin dia ingin keluar di lingkungan baik yang dia kontrol seperti ini?

"Segera tangkap tiga orang itu hidup-hidup, setelah itu lempar mereka ke Rockfort Island. Mereka kekuarang beberapa pengalaman nyata." Christine memberikan instruksi melalui telepon emas miliknya.

"Diterima, presiden." Seorang utusan menjawab dengan nada hormat

Menutup telepon, mata berkilau Christine menyipit saat dia memikirkan masalah ini.

***

Eddie menuju Eropa dengan membawa Vaksin dan dua wanita-nya. Alasan mengapa dia datang ke sini tak lain untuk bergabung dengan Echo Six.

Bukti berkata bahwa inilah saatnya bagi mereka untuk pergi ke Rockfort Island, menemukan Alfred, lalu membuatnya menyerahkan T-Veronica secara paksa.

Menggunakan perahu, Eddie sekali lagi menginjakkan kakinya di tanah Eropa, tepat di pelabuhan laut.

Meninggalkan pelabuhan, Eddie pergi menuju ibu kota Prancis, tempat dirinya akan bertemu dengan Echo Six.

Ketika melewati restoran, Eddie memutuskan untuk makan di sana.

Di dalam restoran, ada sebuah keluarga beranggotakan tiga orang. Pria paruh baya, wanita cantik tiga puluh tahunan serta pria muda.

"Cepat selesaikan makanan kalian. Kita harus segera pergi ketika kita selesai." Pria paruh baya itu berkata cepat. Meskipun terlihat tenang, tapi tingkah lakunya menunjukkan tanda-tanda kecemasan. Pria paruh baya itu tahu bahwa dirinya adalah buronan yang telah melanggar hukum.

Duduk di tempat yang sedikit sepi, Eddie memesan banyak sekali menu.

"Tuan, maaf, kita adalah pebisnis kecil. Setiap pesanan yang melebihi angka seribu dollar harus dibayar muka."

"Oh, tentu saja. Tidak perlu minta maaf." Eddie menjawab secara kasual sambil memberikan kartu kreditnya.

"Terima kasih pak. Langkah ini dilakukan karena ada banyak pelanggan yang tidak mau membayar."

"Saya akan segera menyampaikan pesanan anda." Pelayan itu lalu pergi.

Pada saat ini, ada beberapa pria tinggi berotot yang berjalan masuk ke dalam restoran. Mereka melihat ke arah sekeliling dengan tatapan galak, seperti ingin mencari mangsa mereka.

Pemilik restoran yang melihat tingkah laku mereka langsung berjalan mendekat.

"Pak, selamat datang. Pesanan apa yang anda inginkan? Tolong jangan buat masalah di restoran, saya hanya pembisnis kecil."

Pemimpin orang-orang garang itu melemparkan uang kertas ke atas meja. "Kami datang ke sini untuk mencari seseorang."

"Orang itu berhutang uang kepada kita. Jika anda mau bekerja sama dengan kita, maka semuanya akan baik-baik saja."

"Siapa orang yang anda cari?" Pemilik restoran langsung mengambil segepok uang itu.

"Keluarga beranggotakan tiga orang. Dua pria dan satu wanita. Salah satunya sangat gemuk." Pemimpin berotot itu menunjukkan foto orang-orang yang dia cari.

"Orang itu ada di ara timur, anda dapat pergi ke sana dan membawanya. Tapi tolong jangan merusak barang-barang." Pemilik restoran itu berbisik.

Kebetulan, target orang-orang itu duduk tak jauh dari meja Eddie.

Pria paruh baya yang merasakan sesuatu segera berkata kepada istrinya. "Anna, tunggu aku di sini. Steve, kamu ikut aku ke toilet."

Wanita lembut nan cantik itu mengangguk. "Oke, cepatlah kembali." Wanita itu tidak melihat ada sesuatu yang salah pada suaminya, jadi dia hanya mengiyakan.

Tapi pria muda itu mengetahui keanehan ayahnya. Tapi dia hanya bisa patuh dan mengikuti ayahnya pergi.

Kedua ayah dan anak itu pergi ke suatu tempat lalu memanjat pagar restoran. Pria muda itu bertanya, "Ayah, apa yang kamu lakukan? ibu masih menunggu kita di dalam."

"Tiak ada waktu, biarkan dia menunda kita. Ayo cepat, orang-orang itu telah mengejar." Pria gemuk itu membawa putranya ke mobil tertentu.

Detik berikutnya, pria paruh baya itu langsung tersungkur ke tanah.

"Kamulah yang telah menjual informasi perusahaan. Sesuai peraturan, kamu akan dihukum mati karenanya." Pria berotot muncul dengan tatapan dingin.

"Tidak, aku tidak melakukannya. Tolong lepaskan aku!" Pria gemuk itu menangis.

Pria muda yang mengikuti ayahnya merasa tak percaya ketika melihat hal ini. Ternyata ayahnya telah menjual rahasia perusahaan!

Di dalam restoran, beberapa pria kuat mengepung Anna. "Apakah Jimmy Burnside suamimu?"

"Ya benar, apakah anda kenalannya? Saat ini dia tidak ada di sini, anda dapat menemuinya nanti." Anna menjawab dengan bingung.

"Bawa dia." Seorang pemimpin melambaikan tangannya.

"Tunggu, apa yang kamu lakukan?! Tolong lepaskan aku!"

"Kamu melanggar hukum, lepaskan aku atau aku akan menelpon polisi!" Tangan Anna diikat di belakang punggungnya. Dia ingin melawan, tapi dia tidak mampu melepaskan diri!

Tepat ketika orang-orang itu akan pergi membawa Anna, Eddie meneguk segelas anggur lalu berkata. "Lepaskan wanita itu."

"Nak, jangan ikut campur urusan kita. Kita melakukan hal-hal sesuai hukum, jangan mencoba menjadi pahlawan." Pria botak dengan ekspresi galak berkata.

Access 285 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters