Cherreads

Chapter 53 - Future

Yoe Choin, dalam tubuh Moen Kang Yo, berdiri di tengah jembatan itu. Ia meraba pagar pembatas yang terbuat dari besi Namgung, merasakan kepadatan material yang sanggup menahan beban kejut statis maupun dinamis. Di belakangnya, Jin-Pyo dan sepuluh murid Unit Pembongkar berdiri tegak dengan zirah yang mulai terbiasa dengan debu lapangan. Di sisi lain, Guroh dan sisa-sisa anggota Serikat Macan Taring Besi berkumpul, wajah-wajah kasar mereka tampak bingung melihat hasil karya tangan mereka sendiri yang begitu megah.

Choin berbalik perlahan, matanya yang biru Blueprint memindai barisan mantan bandit itu. Ia melangkah menuju Guroh yang kini tampak jauh lebih disiplin meski masih memegang kapak besarnya.

"Guroh,"

panggil Choin. Suaranya tidak keras, namun frekuensinya menembus desiran angin lembah.

"Ya, Tuan!"

Guroh segera bersujud, sebuah gerak refleks yang muncul bukan karena takut akan kematian, melainkan karena hormat pada kekuatan logika yang baru saja ia saksikan.

"Pekerjaan fisikmu di jembatan ini lulus audit,"

ujar Choin datar.

"Tapi ini baru fase satu. Jembatan yang kuat akan hancur jika pengelolanya korup. Mulai hari ini, aku secara resmi mengangkatmu sebagai perwakilan Sekte Evernight Gate Cabang Timur."

Guroh terbelalak. Ia mendongak, matanya mencari tanda-tanda kebohongan pada wajah Choin.

"Cabang? Kami... kami bukan lagi serikat bandit?"

"Bandit adalah model bisnis yang gagal dan berisiko tinggi,"

sahut Choin sambil menyilangkan tangan di dada.

"Sebagai perwakilan cabang, kau bertanggung jawab penuh atas integritas jalur ini. Setiap bulan, kau wajib mengirimkan 'Laporan Neraca Keuangan' ke markas pusat. Catat setiap keping perak yang masuk dari pajak logistik klan Namgung. Jangan ada selisih satu koin pun, atau aku akan datang melakukan 'audit likuidasi' pada lehermu."

Guroh menelan ludah, namun ia mengangguk mantap.

"Saya mengerti, Tuan. Tapi... bagaimana jika kami kekurangan material atau diserang serikat lain?"

"Itulah fungsi koordinasi pusat," jawab Choin.

"Markas pusat akan memberikan dana subsidi untuk kebutuhan nutrisi, transportasi, dan perbaikan darurat. Jika ada masalah yang melampaui kapasitas strukturalmu, segera kirim merpati. Evernight Gate tidak akan membiarkan pilar cabangnya retak. Dan satu hal lagi..."

Choin merogoh jubahnya, mengeluarkan sebuah gulungan kain sutra yang berisi tulisan-tulisan teknis.

"Lakukan rekrutmen orang baru dari desa-desa sekitar. Tapi jangan asal ambil material manusia. Gunakan Kurikulum Pelatihan Pusat yang ada di gulungan ini. Latih mereka agar memiliki teknik pernapasan yang stabil dan pemahaman tentang beban. Aku tidak butuh otot yang besar tanpa otak yang presisi."

Guroh menerima gulungan itu seolah-olah sedang memegang harta karun paling berharga.

"Siap, Tuan! Timur akan menjadi pilar terkuat untuk sekte Anda!"

Setelah menyerahkan otoritas di Timur, Choin memberi isyarat kepada Unit Pembongkar untuk segera bergerak kembali ke markas pusat. Perjalanan pulang terasa jauh lebih cepat karena jalur yang mereka gunakan kini sudah diperkeras dan memiliki drainase yang baik.

"Mandor... kau benar-benar mengubah cara Jianghu bekerja,"

suara Moen Kang Yo asli bergema di dalam batin, nadanya penuh dengan keheranan yang jujur.

"Biasanya, penakluk hanya akan meninggalkan mayat dan memeras setiap keping perak yang tersisa. Tapi kau... kau justru menanam modal dan memberikan gaji pada musuhmu."

"Kekuatan murni hanya menciptakan gesekan, Boss,"

sahut Choin dalam pikiran sambil melangkah dengan ritme yang stabil.

"Gesekan menciptakan panas, dan panas menyebabkan keausan pada struktur. Dengan memberikan mereka sistem yang menguntungkan, aku menghilangkan gesekan itu. Mereka akan menjaga jembatan itu lebih baik dari siapa pun karena itu adalah sumber kehidupan mereka."

"Tetap saja, bau tinta dari laporan keuanganmu jauh lebih membosankan daripada bau darah," Kang Yo terkekeh.

"Tapi aku harus mengakui, melihat Guroh berlutut karena 'manajemen' itu cukup menghibur."

"Tunggu sampai kita sampai di pusat, Boss. Kita punya satu pilar besar dari Mount Hua yang harus kita "tanda tangani"."

Sore harinya, Unit Pembongkar tiba di gerbang pusat Evernight Gate. Tanpa membuang waktu untuk istirahat, Choin langsung menuju Paviliun Medis bawah tanah, tempat Tetua Han-Seung ditahan.

Suasana di dalam ruangan itu tetap tenang, dengan aroma herbal yang menyengat. Han-Seung sedang duduk di tepi tempat tidurnya, mencoba menggerakkan bahunya yang sudah mulai menyatu kembali berkat pengobatan intensif Choin. Saat Choin masuk, mata sang Tetua memicing.

"Kau kembali,Tuan Iblis," ujar Han-Seung, suaranya kini lebih bertenaga namun tetap mengandung nada kekalahan.

"Aku mendengar guncangan besar dari Timur. Kau meratakan Serikat Macan?"

"Aku melakukan restrukturisasi, Tetua,"

jawab Choin sambil menarik kursi dan duduk di hadapan Han-Seung. Ia meletakkan sebuah dokumen tebal yang memiliki stempel resmi Evernight Gate dan ruang kosong di bawahnya. "Dan sekarang, waktunya menyelesaikan kontrak kita."

Choin menyodorkan dokumen tersebut.

"Ini adalah Pakta Ganti Rugi Infrastruktur dan Batas Wilayah. Di dalamnya disebutkan bahwa Sekte Mount Hua mengakui kegagalan audit lapangan mereka dan setuju untuk tidak melakukan aktivitas militer di wilayah Pegunungan Naga Hitam selama lima tahun ke depan. Sebagai gantinya, aku akan melepaskanmu dengan selamat tanpa merusak meridianmu sedikit pun."

Han-Seung membaca dokumen itu baris demi baris. Wajahnya memerah saat melihat poin tentang "Ganti Rugi Kerusakan Jembatan Perbatasan".

"Kau ingin Mount Hua membayar perbaikan jembatan yang kau hancurkan sendiri?!"

"Aku tidak menghancurkannya, aku melakukan demolisi darurat karena strukturnya membahayakan publik," sahut Choin dengan wajah tanpa ekspresi.

"Tanda tangani ini, Tetua. Pikirkan integritas namamu. Jika kau mati di sini, Mount Hua akan kehilangan satu-satunya orang yang tahu bagaimana cara menghadapi teknik 'Struktural' milikku. Jika kau pulang, kau bisa memperingatkan mereka untuk tidak lagi mengganggu proyekku."

Tangan Han-Seung gemetar. Ia menatap Choin, mencari setitik kebencian, namun yang ia temukan hanyalah kalkulasi yang dingin.

"Kau... kau adalah iblis yang paling menakutkan karena kau tidak menginginkan darah kami, kau menginginkan ketundukan total kami pada aturanmu."

Dengan desahan berat yang seolah melepaskan seluruh harga dirinya, Han-Seung mengambil kuas dan membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen tersebut.

Malam itu, di bawah pengawasan ketat Gwi-Hyuk dan Jin-Pyo, Tetua Han-Seung dibawa ke gerbang perbatasan menggunakan kereta kuda yang nyaman. Choin berdiri di tembok gerbang, menatap kepergian sang pilar Mount Hua.

"Bawa pesan ini ke Mount Hua,"

teriak Choin saat kereta mulai bergerak.

"Evernight Gate tidak memiliki niat untuk menghancurkan kalian, selama kalian tidak mencoba merusak desain besar yang sedang kubangun. Tapi jika kalian melanggar satu poin saja dari kontrak ini... maka aku sendiri yang akan datang untuk membongkar setiap pilar di paviliun bunga plum kalian!"

Han-Seung menatap keluar jendela kereta, melihat siluet Moen Kang Yo yang tampak seperti raksasa di bawah cahaya bulan. Ia tahu, mulai malam ini, peta kekuatan Jianghu telah berubah selamanya.

Setelah rombongan Han-Seung menghilang di kegelapan, Choin kembali ke Paviliun Utamanya. Ia menemukan Han So-Wol sudah menunggunya dengan segelas teh panas dan laporan kas terbaru yang sudah membukukan keuntungan dari Jalur Timur.

"Mandor," panggil So-Wol lembut.

"Kita sudah memiliki fondasi di Selatan dan Timur. Mount Hua juga sudah menandatangani gencatan senjata. Apa langkah selanjutnya dalam blueprint Anda?"

Choin menatap ke arah Barat, tempat di mana kegelapan hutan tampak lebih pekat, tempat yang kabarnya menyimpan material kristal energi yang luar biasa namun dikuasai oleh sekte-sekte kecil yang liar.

"Barat, So-Wol," jawab Choin sambil meminum tehnya perlahan.

"Jalur Barat adalah langkah terakhir sebelum kita memiliki kendali penuh atas suplai material di benua ini. Tapi sebelum itu..."

Choin teringat pada surat Namgung Shiri yang ia simpan di dekat dadanya.

"Hahaha! Sekarang kau memikirkan inspeksi pribadi dari putri Namgung, ya?" goda Kang Yo asli.

Choin tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jarang terlihat.

"Aku harus memastikan bahwa setiap baut di sekte ini sudah kencang sebelum 'Inspektur Utama' klan Namgung datang berkunjung. Aku tidak ingin audit kecantikannya menemukan satu pun kecacatan pada manajemenku."

Di bawah langit malam yang tenang, Evernight Gate kini berdenyut dengan kehidupan baru. Bukan lagi sekte yang sekarat, melainkan sebuah struktur raksasa yang pilar-pilarnya telah dipancang jauh ke dalam inti bumi Jianghu. Sang Mandor Iblis telah menyelesaikan separuh dari blueprint-nya, dan dunia kini hanya bisa menunggu keajaiban atau kehancuran apa lagi yang akan ia bangun selanjutnya.

More Chapters