Cherreads

Chapter 872 - Multiverse

Di antara kegelapan tanpa batas... Tak terhitung bola-bola alam semesta melayang di ruang yang tidak memiliki ujung. Masing-masing memiliki ukuran yang berbeda. Ada yang tampak kecil seperti butiran cahaya. Ada pula yang ukurannya begitu besar hingga seolah memenuhi sebagian ruang multiverse. Namun di dalam setiap bola tersebut... terdapat triliunan galaksi. Ratusan triliun bintang. Dan kehidupan yang jumlahnya tidak mungkin dihitung. Semuanya bergerak dalam keheningan.

Di tengah luasnya multiverse... seorang pria melayang sendirian. Tubuhnya dilindungi armor kosmik yang memancarkan cahaya samar. Di belakang tubuhnya terbentang sepasang sayap kosmik yang bergerak perlahan. Tatapannya dingin. Ia tidak tertarik dengan keindahan multiverse. Tidak tertarik dengan miliaran kehidupan yang berkembang di dalam setiap alam semesta. Ia hanya mencari satu nama. Storm Realms.

Pria itu adalah— Xelkor Infinites. Sang Pembawa Petaka.

Xelkor mengangkat tangannya. Sebuah lingkaran energi muncul di hadapannya. Berbagai gambaran alam semesta muncul satu demi satu. Ia mengamati semuanya. Satu alam semesta. Kemudian alam semesta lainnya. Namun hasilnya tetap sama. Tidak ada Storm.

Xelkor menyipitkan matanya. "Di mana kau...?" Gambaran alam semesta terus berganti. Namun tidak ada tanda keberadaan orang yang dicarinya.

Xelkor terdiam. Pikirannya kembali kepada perkataan seorang peramal dari alam semestanya. Sebuah ramalan yang telah membuatnya mencari Storm sejak lama. "Suatu hari, Storm Realms akan menjadi seseorang yang mampu menembus batas kekuatan yang tidak pernah dicapai makhluk lain." "Dan pada akhirnya... Kau akan mati di tangannya."

Xelkor mengepalkan tangannya. Ia tidak takut terhadap ramalan tersebut. Justru sebaliknya. Senyum tipis muncul di wajahnya. Ia tertarik. "Kalau begitu... aku hanya perlu membunuhnya sebelum dia menjadi kuat." Aura kosmik mulai keluar dari tubuh Xelkor. Ruang di sekelilingnya bergetar. Beberapa bola alam semesta yang berada di dekatnya bahkan ikut bergetar akibat tekanan energinya.

Xelkor kemudian menoleh. Perhatiannya tertuju pada salah satu bola alam semesta yang berada tidak jauh darinya. Bola itu terlihat sangat besar. Di dalamnya terdapat miliaran hingga triliunan galaksi. Xelkor memicingkan matanya. Entah mengapa... ada sesuatu yang terasa berbeda dari alam semesta tersebut. Sebuah aura. Sangat jauh. Sangat samar. Cukup untuk menarik perhatiannya.

Xelkor terdiam beberapa saat. Kemudian senyum tipis kembali muncul. "Storm..." Ia mengangkat satu tangannya. Energi kosmik berkumpul di telapak tangannya. Xelkor tidak langsung menyerang. Ia hanya mengamati alam semesta tersebut. "Kalau kau memang berada di dalam alam semesta itu... aku akan menemukanmu."

Sayap kosmiknya terbuka lebar. Cahaya menyelimuti tubuhnya. Kemudian—

*BOOOOM! *

Xelkor melesat. Kecepatannya begitu tinggi hingga ruang multiverse di belakangnya seakan terlipat. Bola-bola alam semesta yang dilewatinya hanya menjadi kilatan cahaya. Tidak ada yang mampu menghentikannya. Tujuannya hanya satu. Menemukan Storm Realms.

More Chapters