Cherreads

Chapter 850 - Dua Pedang Mengejar

Storm tidak mengejar Zyron dengan tubuhnya. Sebaliknya, ia mengangkat kedua tangannya. Pedang es dan Ashura yang berada dalam genggamannya tiba-tiba terlepas. Storm melemparkan keduanya ke depan.

*FWOOSH! *

Kedua pedang langsung melesat menuju Zyron. Namun bukan sekadar dilempar. Storm mengendalikan keduanya dengan energi yang masih tersisa di dalam tubuhnya. Pedang Ashura diselimuti aura merah. Pedang es diselimuti cahaya biru dingin. Keduanya bergerak seperti dua meteor yang memburu mangsanya.

Zyron menoleh. Matanya melebar. "Mustahil!" Ia mempercepat penerbangannya. Namun kedua pedang itu terus mengejar. Zyron berbelok ke kiri. Pedang Ashura mengikuti. Ia berbalik ke kanan. Pedang es langsung mengejarnya.

*BOOM! *

Gelombang energi dari kedua pedang mengguncang ruang angkasa Gamma Draconis. Langit Draco seakan berubah menjadi lautan merah dan biru.

Dari kejauhan... Tyrannons menghentikan gerakannya. Ia menatap cahaya yang melintas di angkasa. "Tekanan ini..." Astralon dan Rea juga menoleh. Aryes yang berada di dalam Nexus merasakan getaran energi tersebut. Proxi segera membaca data dari sistem kapal. "Output energi Storm meningkat drastis." Aryes terdiam. Ia tidak menyangka Storm masih mampu mengeluarkan kekuatan sebesar itu setelah kondisinya begitu buruk.

Di sisi lain... Maxtis yang sedang menghadapi para naga tiba-tiba menghentikan tawanya. Ia menoleh ke arah cahaya merah dan biru. "Hahaha..." Senyumnya perlahan melebar. "Manusia itu masih punya kekuatan sebanyak itu?"

Tidak jauh darinya, Dargon juga memperhatikan fenomena tersebut. Wajah Raja Naga itu menjadi serius. Ia bisa merasakan tekanan luar biasa dari kedua pedang tersebut. "Dia terluka parah... Namun justru sekarang dia mengeluarkan kekuatan sebesar ini." Dargon mengangkat pandangannya. Ia melihat Zyron terus berusaha melarikan diri. "Apakah dia benar-benar berniat mengakhirinya sekarang?"

Di seluruh medan perang... Para pemimpin armada mulai menyadari hal yang sama. Storm sedang mengejar Zyron dengan kekuatan penuh. Padahal tubuhnya sendiri sudah berada dalam kondisi yang sangat buruk.

Di kejauhan, Storm masih berdiri di ruang angkasa. Tubuhnya gemetar. Napasnya berat. Namun kedua tangannya tetap terangkat. Kedua pedang terus mengejar Zyron tanpa henti.

Storm menatap tajam ke arah naga itu. "Aku sudah terlalu lama bertarung denganmu." Aura merah dan biru kembali meledak. "Pertarungan ini... berakhir sekarang."

Kedua pedang semakin cepat. Gamma Draconis kembali bergetar.

More Chapters