Dargon terus mengamati pertarungan dari kejauhan. Tatapannya tertuju pada Zyron yang terus menghindari kejaran Ice Dragon. Zyron tidak lagi mencoba menyerang Storm. Ia hanya berusaha bertahan dari serangan naga es raksasa tersebut.
Di sisi lain... Dargon juga menyadari bahwa Nyxdess telah tumbang. Kekuatan Storm ternyata jauh lebih besar daripada perkiraannya. Dargon menggenggam Eternal Golden Dragon Sword. "Zyron tidak akan mampu menghadapi makhluk itu sendirian."
Ia kemudian mengangkat tangannya. "Semua pasukan!" Ribuan naga yang masih berada di sekitar medan perang langsung menoleh. "Tiga ribu naga maju!" Perintah Dargon menggema di seluruh Draco. Dalam sekejap—
*ROOOOOAR! *
Lebih dari tiga ribu naga mengepakkan sayap mereka. Langit Draco dipenuhi bayangan naga. Mereka bergerak dalam formasi besar menuju Ice Dragon.
Zyron yang melihat pasukan tersebut langsung memanfaatkan kesempatan. Ia berbalik dan melesat menjauh dari kejaran Ice Dragon. "Akhirnya!" Zyron mengatur napas.
Nelum sempat ia beristirahat... Ribuan naga telah mencapai medan pertempuran. Mereka mengelilingi Ice Dragon dari berbagai arah. Ukuran mereka memang jauh lebih kecil. Bahkan jika dibandingkan dengan tubuh Ice Dragon... Mereka terlihat seperti kumpulan makhluk kecil yang mengerumuni raksasa. Namun jumlah mereka sangat banyak.
Ice Dragon mengangkat kepalanya. Puluhan sayapnya terbentang. Storm yang mengendalikannya mulai merasakan tekanan dari jumlah musuh yang semakin besar.
Dargon menatap medan perang. "Hadapi makhluk itu. Jangan biarkan ia mendekati naga lainnya."
Ribuan naga langsung menyerang.
*ROAR! *
Berbagai serangan energi melesat dari segala arah. Ice Dragon menggerakkan sayapnya.
*FWOOM! *
Gelombang es menyebar. Sebagian serangan membeku sebelum mencapai tubuhnya.
Zyron berdiri jauh di belakang pasukan naga. Ia menatap Ice Dragon dengan serius. "Jadi sekarang... Kita akan mengeroyoknya."
Sementara itu... Storm masih melayang bersama Arabels dan Napstylea. Storm melihat ribuan naga mulai memenuhi ruang angkasa. Ia menarik napas berat. "Jumlah mereka bertambah lagi..."
Arabels menatapnya cemas. "Storm, kamu tidak perlu memaksakan diri."
Storm tetap menatap medan perang. Ice Dragon mulai dikelilingi ribuan naga. Tetapi makhluk raksasa itu tidak mundur. Puluhan sayapnya kembali mengepak. Dan seluruh ruang di sekitarnya mulai dipenuhi hawa dingin.
