Cherreads

Chapter 813 - Medan Perang Konstelasi Draco

Konstelasi Draco... Dalam sekejap berubah menjadi lautan peperangan. Raungan ribuan naga mengguncang ruang angkasa. Sayap-sayap raksasa mereka memenuhi langit kosmik, membentuk bayangan yang menutupi cahaya bintang.

Di sisi lain... Armada Kekaisaran Galaksi bergerak maju dengan formasi yang rapi. Meriam-meriam energi mulai ditembakkan tanpa henti. Ledakan demi ledakan memenuhi ruang hampa. Tak jauh dari sana... Armada Tartanos juga ikut menerjang ke dalam pertempuran. Kapal-kapal pemberontak melepaskan rentetan tembakan ke arah kawanan naga yang terus berdatangan. Dentuman energi, kobaran api, dan pecahan asteroid berhamburan ke segala arah. Konstelasi Draco... Kini benar-benar telah berubah menjadi medan perang.

Berbeda dengan dua armada itu... Kapal Nexus S-4473 memilih bertahan di belakang garis pertempuran. Di ruang komando... Aryes menatap layar hologram yang dipenuhi titik-titik merah. "Jumlah mereka terus bertambah," ucapnya pelan. Violys mengangguk dengan wajah serius. "Kalau kita memaksakan masuk sekarang... Nexus akan menjadi sasaran dari segala arah." Roxis terus mengendalikan kapal agar tetap berada di posisi yang aman. Sementara Proxi memindai seluruh area pertempuran. "Prioritas utama... Menjaga Nexus tetap utuh."

Arabels berdiri di depan kaca pengamatan. Tatapannya terus mencari sosok Storm di tengah kekacauan itu. Akan tetapi... Medan perang sudah terlalu kacau. Kilatan cahaya memenuhi seluruh pandangannya.

---

Di salah satu sudut pertempuran... Tyrannons kembali melesat dengan kecepatan tinggi. Pedangnya memancarkan cahaya tajam saat ia mengincar lawannya. Di hadapannya... Nyxdess melayang tenang dengan senyum tipis di wajahnya.

Tanpa ragu... Tyrannons menghantam sebuah asteroid raksasa.

*Duar!! *

Asteroid itu pecah berkeping-keping. Pecahannya melesat ke segala arah seperti hujan batu kosmik. Dengan memanfaatkan pecahan tersebut sebagai pijakan... Tyrannons melesat dari balik debu asteroid.

"Haah!" Pedangnya langsung menebas ke arah Nyxdess. Namun... Wanita naga itu hanya memiringkan tubuhnya sedikit.

*Sreet! *

Tebasan itu melintas tepat di depan wajahnya tanpa mengenainya. Nyxdess tersenyum tipis. "Serangan yang bagus. Tapi... Itu belum cukup untuk melukaiku." Ekor naganya langsung menyapu ruang angkasa.

*Whoosh! *

Tyrannons segera melompat mundur sebelum sapuan itu menghancurkan sisa-sisa asteroid di belakangnya. Ledakan batu kosmik kembali memenuhi ruang hampa. Tyrannons mendarat di atas bongkahan asteroid lain. Tatapannya tidak pernah lepas dari Nyxdess.

Di dalam benaknya... Ia akhirnya menyadari satu hal. "Dia bukan lawan yang bisa dikalahkan dengan serangan langsung." Nyxdess bukan hanya kuat. Kecepatan dan naluri bertarungnya juga luar biasa. Sedikit saja dia lengah... Maka serangan berikutnya bisa menjadi akhir baginya.

Tyrannons menggenggam pedangnya semakin erat. "Kalau begitu... Aku juga harus bertarung lebih serius." Nyxdess masih tersenyum tenang. Tatapannya terus mengunci setiap gerakan Tyrannons.

More Chapters