Jauh dari jalur Nexus S-4473 —
Di sebuah wilayah gelap yang dipenuhi puing asteroid — ribuan kapal antariksa melayang. Berjejer. Rapi. Seperti pasukan yang menunggu perintah.
Lampu-lampu redup menyala di badan kapal. Beberapa terlihat rusak. Namun sebagian besar — siap tempur.
Mereka bukan militer. Bukan penjaga. Namun — perompak luar angkasa. Penguasa bayangan di Konstelasi Hydra.
---
Di salah satu kapal utama —
Suasana terasa tegang. Beberapa kru berdiri di depan layar komunikasi.
"Masih tidak terhubung?!" Salah satu dari mereka membentak.
Operator di depannya terlihat panik. "…Tidak ada respons!" "Sudah dicoba semua frekuensi, tapi tetap nihil!"
Suara dentuman tangan menghantam meja. "Mustahil…"
Mereka semua tahu — siapa yang sedang mereka hubungi.
Lord Rylos Vegrim. Pemimpin mereka. Sosok yang selama ini — mengendalikan seluruh armada.
---
Seorang pria lain melangkah maju. Tatapannya tajam. "Dia pergi sendiri." Nada suaranya berat. "Sejak itu… tidak ada kabar."
Yang lain terdiam. Karena itu benar. Rylos pergi — tanpa membawa pasukan. Tanpa penjelasan. Dan sejak saat itu — menghilang.
"…Dia tidak pernah seperti ini." Salah satu kru berbisik. Nada suaranya ragu. "Dia selalu memberi sinyal… selalu memantau."
Namun sekarang — tidak ada apa-apa.
---
Layar utama menampilkan peta wilayah Hydra. Beberapa jalur dilintasi berbagai kapal. Dan di antara itu — ada satu titik yang baru muncul. Namun belum terlalu diperhatikan.
---
Pria yang tadi berbicara menyilangkan tangan. "…Kita tidak bisa terus menunggu."
Yang lain menoleh. "Maksudmu?"
Ia menatap ke arah armada di luar. "…Kita tetap bergerak." Nada suaranya dingin. "Seperti biasa."
---
Dan memang — itulah yang mereka lakukan selama ini. Merompak. Menyerang kapal yang melewati wilayah mereka.
Bukan hanya untuk harta. Namun — untuk menunjukkan kekuatan. Bahwa — Konstelasi Hydra memiliki penguasa.
"Setiap kapal yang masuk wilayah ini…" Ia melanjutkan. "…akan kita hancurkan atau tundukkan."
Yang lain mengangguk. Sedikit lega. Karena setidaknya — mereka masih punya arah.
---
Namun tetap — ada satu hal yang mengganggu.
Pemimpin mereka… hilang.
Dan tanpa dia — armada ini — meski besar — tidak sepenuhnya utuh.
