Dimensi keempat berada di ambang kehancuran.
Langit geometrisnya retak dari ujung ke ujung. Persegi-persegi cahaya runtuh seperti kaca pecah, lalu terbentuk kembali, hanya untuk hancur lagi oleh benturan gravitasi dan otoritas ruang.
Di tengah kekacauan itu—
Storm masih berdiri.
Armor Scarlet Skycrimson dipenuhi retakan merah menyala. Black Hole di belakangnya berputar semakin besar, menyerap tekanan Dimensional Sovereignty yang terus dipaksakan Tesseract.
Namun kini keseimbangan telah berubah.
Tesseract tidak lagi sepenuhnya stabil.
Garis-garis sudut tubuhnya bergetar. Cahaya birunya berkedip tak konsisten.
"Kau menghancurkan fondasi wilayahku," ucapnya berat.
"Jika ini terus berlanjut, dimensi ini akan runtuh."
Storm menatapnya dingin.
"Itulah tujuanku."
Velora berucap di dalam dirinya.
"Jika kau memperbesar singularitas itu, tak hanya dia yang hilang."
"Aku tahu itu," jawab Storm pelan.
Ia mengangkat kedua tangannya.
Black Hole di belakangnya mulai membesar drastis. Bukan lagi singularitas pertahanan. Bukan lagi pusat penyeimbang.
Melainkan inti kehancuran total.
Gravitasi liar menyapu seluruh dimensi. Persegi-persegi ruang tertarik, memanjang, lalu tersedot ke dalam pusaran hitam raksasa.
Tesseract segera memperkuat otoritasnya.
"Dimensional Sovereignty: Maximum Output."
Seluruh wilayah berubah menjadi biru menyilaukan. Hukum-hukum realitas dipadatkan sampai batas terakhir.
Black Hole dan Dimensi saling menekan.
Satu mewakili kendali absolut.
Satu mewakili tarikan tak terelakkan.
BOOOOOM!
Ledakan tanpa suara mengguncang seluruh eksistensi dimensi keempat.
Storm melesat maju, menembus tekanan biru dengan Armor Skycrimson yang hampir hancur.
"Kali ini kau mati!" teriaknya.
Tesseract mencoba membekukan ruang di sekitar Storm—
Namun gravitasi singularitas sudah terlalu besar.
Ruang melengkung. Hukum terdistorsi.
Black Hole itu kini sebesar langit dimensi itu sendiri.
"Mustahil…" gumam Tesseract.
"Kau rela menghancurkan wilayah ini hanya untuk memusnahkanku?"
Storm menatapnya tajam.
"Kau yang memulainya duluan."
Ia mengulurkan tangan.
Black Hole raksasa bergerak.
Bukan perlahan.
Melainkan seperti realitas itu sendiri yang jatuh ke dalamnya.
Tesseract mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan tarikan tersebut. Lapisan-lapisan ruang muncul, membentuk dinding tak terhitung jumlahnya.
Namun satu per satu—
Retak.
Lenyap.
Hancur.
Velora berbicara untuk terakhir kalinya dalam nada serius.
"Sekarang, Storm."
Storm memfokuskan seluruh energinya.
Black Hole itu runtuh ke satu titik—lalu meledak ke dalam, menciptakan tarikan absolut yang tak bisa ditolak.
Tesseract tersedot.
Tubuh geometrisnya terdistorsi, sudut-sudutnya terlipat, cahaya birunya padam sedikit demi sedikit.
"Aku adalah penjaga dimensi…!" suaranya bergema terputus-putus.
"Aku tidak bisa—"
Kalimatnya terhenti.
Tubuhnya terpecah menjadi fragmen cahaya, lalu tersedot ke dalam singularitas raksasa.
Untuk sepersekian detik—
Dimensi keempat kehilangan inti keberadaannya.
Ketika penjaganya lenyap—
Strukturnya runtuh total.
Retakan menyebar ke seluruh penjuru. Persegi-persegi ruang berjatuhan seperti hujan pecahan kaca kosmik.
Storm terdiam di tengah kehancuran.
Armor Skycrimson mulai hancur satu per satu.
"Velora… sekarang."
"Pegang kendali tubuhmu."
Storm mengepalkan tangan.
Black Hole itu mulai menyusut—bukan untuk menyerang lagi, tetapi untuk membuka celah keluar.
Sebuah retakan raksasa terbentuk di ruang yang runtuh.
Celah menuju realitas utama.
Dimensi keempat mulai kolaps sepenuhnya.
Storm melompat.
Tubuhnya menembus retakan itu tepat sebelum seluruh wilayah Tesseract terlipat ke dalam kehampaan.
BOOOOOOM—
Ledakan sunyi menggema di luar jangkauan manusia.
Dimensi keempat—
Telah lenyap.
_
"The Fourth-Dimensional Entity, The Unreachable Form"
Tesseract bukan makhluk yang berada di ruang…
Ia adalah makhluk yang melihat ruang sebagai lapisan tipis saja.
Berasal dari dimensi ke-4
Eksistensinya hanya sebagian kecil yang "masuk" ke dunia 3D
Sisanya tetap berada di dimensi lebih tinggi
kubus di dalam kubus (tesseract)
Namun terus berubah bentuk
berputar dengan arah yang "tidak mungkin"
Sudutnya terlihat salah
Perspektif berubah meski tidak bergerak
Transparan seperti kaca dimensi
Di dalamnya terlihat ruang lain
seperti galaksi mini
potongan dunia asing
Seolah tubuhnya adalah "jendela ke dimensi lain"
Tidak memiliki mata tetap
Tapi muncul banyak titik cahaya di permukaannya
Setiap "titik" melihat dari sudut dimensi berbeda
Tidak berjalan
Tidak melayang
Tapi "berpindah posisi" secara instan
seperti muncul dari sisi realitas lain
Seolah dia selalu sudah ada di tempat tujuan
Ruang terlipat seperti kertas
Bayangan tidak sinkron
Objek terlihat dari banyak sudut sekaligus
Dunia terlihat seperti glitch geometri
Dimensional Displacement
Tidak bisa diserang secara normal
Karena tubuh aslinya tidak sepenuhnya di dimensi 3D
Spatial Collapse
Melipat ruang
membuat jarak jadi nol
atau tak terbatas
Existence Overlap
Bisa berada di beberapa posisi sekaligus
Serangan datang dari arah yang mustahil
Fourth Axis Manipulation
Mengontrol "arah ke-4"
menyerang dari "dimensi tambahan"
Stable Form
Bentuk tesseract relatif stabil
presisi & sulit disentuh
Fractured Geometry Form
pecah jadi banyak fragmen kubus
Menyerang dari banyak arah
seperti badai dimensi
Overdimensional State
hampir menghilang dari realitas
Hanya "bayangan bentuknya" yang terlihat
Lose
Storm tidak bisa menyentuh Tesseract secara langsung
dia memanggil Black Hole raksasa
Ruang mulai runtuh total
Bahkan dimensi ke-4 ikut tertarik
gravitasi ekstrem = mempengaruhi semua dimensi
Struktur kubus mulai terdistorsi
Dimensi internal "terseret keluar"
Tesseract tertarik masuk
dan terkompresi sampai eksistensinya pecah
keteraturan dimensi tinggi kalah oleh kehancuran brutal
Tesseract adalah bukti bahwa ada makhluk yang berada di atas pemahaman manusia…
Tapi bahkan itu pun bisa runtuh oleh kehendak yang cukup kuat.
