Cherreads

Winter Fever

Narasyah
--
chs / week
--
NOT RATINGS
2.1k
Views
Synopsis
I Was killed. Not by anyone but by my stepmother, she trapped me, kidnapped me, and threw me off a cliff. Just when I thought I was going to die in this mountain, the sound of the ground cracking and shaking woke me up... Then i see a cave, the cave was like a gateway to heaven, suddenly appear right before my eyes. Perhaps this is what they call "the final moments when life slips away". And that's the end of my 20 years old life. I was so sure i'm dead, but when i open my eyes, i see this freaking small body in the water's reflection, that's really my face but these hand they are so small. Is this what they call transmigration? Or did my body changed back to my childhood self? Just as I was confused about what was happening, a screen appeared before my eyes. [Awakening Condition Has been Meet]
Table of contents
VIEW MORE

Chapter 1 - Prolog

Sekarang, aku dan adikku terjebak di sebuah gedung.

Para monster yang berkeliaran di luar membuat kami kesusahan untuk bergerak lebih jauh.

Aku ingin pergi mengambil makanan di market kecil yang kulihat dari atas sini, tapi keselamatan adikku adalah yang paling utama.

Monster2 yang di luar juga berbahaya, bentuk mereka benar2 seperti manusia, jika ada orang awam yang melihat mereka, mereka pasti akan di kaitkan dengan Korban2 penelitian amerika atau ccp dan sejenisnya.

Mereka adalah Mahluk2 yang dari "Retakan", seperti sebuah gerbang dimensi lain yang sering muncul di game dan Novel2 fantasi.

"Kakak, apa kita akan mati?".

Adikku meremas ujung bajuku, badannya gemetaran, aku mencoba menutup kedua telinganya agar dia tidak mendengar bisingan dari luar.

Matanya menahan tangis, berharap kengerian ini segera berakhir.

Manusia normal mana yang tidak ketakutan?.

"Tidak apa2, Kakak akan mengatasi ini, kamu bisa mengandalkan kakak!"

Balasku dengan positif sambil menunjukan senjata AKM ilegal yang pernah ku beli dulu.

Kenapa aku bisa tenang? Itu karena aku sudah berulang kali melihat kiamat ini, di dalam mimpiku...

Sebelum itu, mari kita kembali ke 12 tahun yang lalu...

***

Saat aku berumur 8 tahun.

Aku pernah mengalami kecelakaan di kampung halaman nenekku, akibat dari kecelakaan itu, kepalaku berdarah dan tangan kiriku patah.

Tapi aku masih bisa di selamatkan berkat Usaha ayah, yang bermalasah adalah efek samping dari kejadian itu...

Setiap malam aku selalu memimpikannya.

Di dalam mimpi itu, aku selalu berdiri di tengah keramaian jalanan dan ikut menatap langit seperti orang2 lain.

Langit yang kulihat selalu berwarna ungu, perlahan retakan mulai muncul seakan langit adalah sebuah kaca dan akan hancur karena di tekan oleh sesuatu.

Saat retakan itu pecah, angin kuat datang dan monster bersayap seperti naga mulai keluar dari sana.

Api di semburkan dari mulutnya dan bangunan di sekitar mulai terbakar, Gedung2 besar juga hancur akibat ledakan yang terjadi..

Orang-orang yang panik mulai berlarian ke segala arah mencari perlindungan dan tempat bersembunyi.

Lalu aku, aku akan tetap berada di tengah jalanan sambil melihat pantulanku di genangan air.

Tubuhku di sana terlihat lebih dewasa, cantik dan berotot namun mata panda masih tetap ada di mataku, menandakan kalau mimpi buruk yang kulihat belum selesai..

Mungkin aku masih tetap bergadang hingga dewasa.

Dan ada satu hal yang akan membuatku bangun dari mimpi ini.

Yaitu tubuhku yang mulai memudar menembus keramaian dan Bola api raksasa yang menuju ke arahku—

"!!"

Aku terbangun dan melihat wajah khawatirnya ibu.

Setiap malam, Ibu merasa khawatir dan menganggap bahwa kejadian di rumah nenek lah membuatku paranoid, dia sering membawaku ke dokter psikolog, berharap bahwa mentalku membaik.

Ayah juga begitu, dia menjadi lebih perhatian dan penyayang, adikku yang saat itu masih berumur 5 tahun juga ikut kasihan dengan kondisiku.

Tapi tenang saja, saat aku berumur 10 tahun, aku mulai ahli mengendalikan ekspresi wajahku dan menurunkan rasa khawatir mereka.

Secara perlahan aku juga mulai memahami kemampuanku ini.

Penglihatan itu hanya plusnya saja, kekuatan utamaku adalah apa yang sering ku lihat dari pantulan air di dalam mimpiku.

Tubuh bisa memudar seperti itu, manusia dan barang bisa melewati tubuhku dan aku juga bisa menghilangkan keberadaanku sendiri.

Kalau kata Nayla (nama adikku), kemampuanku ini seperti hantu.

Dan omongannya masuk akal karena aku bisa tembus pandang, menghilang dan bisa melayang seperti hantu.

Adikku juga membantuku berlatih dan mencoba segala eksperimen akan kelemahan dan kelebihan kekuatannku.

Contohnya, saat ada bahaya yang mendekatiku, kekuatanku akan langsung aktif.

Aku juga sempat berpikir bahwa hanya aku saja yang mempunyai kekuatan ini, tapi saat aku masuk SMA.

Aku mengetahui bahwa pemerintah "Sengaja" menutupi keberadaan Manusia super sepertiku, karena bagi mereka itu hanya muncul di negara ini saja.

Dan ada beberapa murid di sekolah ini yang punya kemampuan super juga dan mereka lah yang masuk dalam orang-orang pemerintah, lalu aku lebih seperti orang luar.

Karena aku ahli dalam menyembunyikan diriku, aku bisa menghindari penciuman mereka.

Lalu saat pertengahan semester kelas 2, orang2 dari rumah sakit ternama datang ke sekolahku dan melakukan tes dengan iming2 "Vaksin" untuk melihat anak2 mana saja yang sudah memiliki kemampuan mereka.

Darahku memang di ambil oleh mereka, tapi aku berhasil merebut kembali darahku saat pulang sekolah.

Menyusup ke markas musuh memang susah sih, tapi hasilnya patut di acungi jempol.

Dan ada satu hal yang membuatku terkejut saat berada di dalam sana.

Ternyata, mereka juga menyadari kejanggalan ini, mereka sudah melakukan persiapan, tapi mereka tidak yakin kapan itu terjadi, dan sangat berbeda denganku karena aku tau kapan kejadiannya.

"Penyerbuan" itu akan terjadi saat musim Dingin, saat tubuhku tumbuh dewasa atau di hari ulang tahun adikku.

Itu sebabnya setiap musim dingin, setelah menjalankan ulang tahun adikku, besoknya kami berdua pasti akan selalu datang ke markas perlindunganku, sebuah bangunan tua di ujung kota, yang ku beli dengan nama palsu.

Uangnya dari mana? Tentu uangnya hasil curian lah, aku juga punya sisi buruknya.

***

Dan pemikiranku soal penyerangan yang terjadi di musim dingin, itu juga termasuk dalam dugaan yang salah.

Karena ternyata kejadiannya bukanlah di sekitaran musim dingin.

Badai angin yang sering kulihat di mimpiku itu bukanlah badai salju, melainkan adalah efek dari Retakan yang datang.

"Itu hari ini?! Sial"